Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saran Pentolan Bagi The Jakmania Usai Sanksi Komdis PSSI: Refleksi

3 min read
Saran Pentolan Bagi The Jakmania Usai Sanksi Komdis PSSI: Refleksi
Pentolan The Jakmania, Ferry Indrasjarief. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Mantan Ketua Umum The Jakmania Bung Ferry menyarankan suporter Persija tidak mengajukan banding, melainkan menerima sanksi Komdis PSSI sebagai momentum introspeksi dan pembelajaran.

  • Komdis PSSI menjatuhkan denda serta larangan mendampingi Persija di laga tandang hingga pertengahan Super League 2026/27 setelah kericuhan The Jakmania dengan suporter Persita di Banten International Stadium.

  • Bung Ferry mengakui Persija dirugikan, tetapi menilai putusan berbasis regulasi dan meminta The Jakmania tidak memaksakan perjalanan tandang agar polemik serta kericuhan tak berulang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mantan Ketua Umum The Jakmania, Tauhid Indrasjarief alias Bung Ferry, menyarankan suporter Persija Jakarta untuk tidak mengajukan banding terhadap sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Justru, hukuman ini jadi momen refleksi diri.

Suporter Persija, termasuk The Jakmania, dijatuhi sanksi berupa denda dan larangan mendampingi tim saat laga tandang hingga pertengahan musim Super League 2026/27. Hukuman itu diberikan menyusul kericuhan dengan suporter Persita Tangerang di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026).

Sanksi tersebut diharapkan memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya insiden serupa. Meski demikian, The Jakmania tetap memiliki hak untuk mengajukan banding ke Komite Banding (Komding) PSSI atas putusan Komdis PSSI.

Namun, Bung Ferry menilai banding bukan langkah yang tepat untuk diambil saat ini. Ia meminta suporter Persija menerima hukuman tersebut dan menjadikannya bahan evaluasi.

  1. 1. Bung Ferry minta The Jakmania introspeksi diri

    The Jakmania bersihkan tribun usai laga Persija vs Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) (dok.Infokom the Jakmania)
    The Jakmania bersihkan tribun usai laga Persija vs Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) (dok.Infokom the Jakmania)

    Bung Ferry menyarankan The Jakmania tidak memperpanjang polemik dengan mengajukan banding. Menurutnya, suporter Persija perlu menyadari bahwa perilaku mereka sedang menjadi sorotan.

    "Saran saya jangan banding. Saran saya jangan banding, ini menjadi pembelajaran saja. Lebih baik introspeksi diri, faktanya memang kami sedang menjadi sorotan," kata Bung Ferry di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026).

    Ia juga mengingatkan agar suporter tidak memaksakan diri melakukan perjalanan tandang di tengah situasi tersebut. Bung Ferry khawatir tindakan itu justru kembali memicu polemik di media sosial.

    "Daripada menjadi ramai nanti di media sosial, tetap memaksakan diri berangkat, akhirnya menjadi ramai. Ya, saran saya tidak usah banding, begitu," ujarnya.

  2. 2. Sanksi dijatuhkan setelah kericuhan suporter

    Bintang Persib Bandung, Beckham Putra, menjadi sasaran ujaran kebencian The Jakmania di Stadion Utara Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9
    Bintang Persib Bandung, Beckham Putra, menjadi sasaran ujaran kebencian The Jakmania di Stadion Utara Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026). (IDN Times/Tino Satrio)

    Sanksi terhadap The Jakmania dijatuhkan Komdis PSSI setelah terjadi kericuhan dengan suporter Persita di Banten International Stadium. Keputusan tersebut juga muncul di tengah sorotan terhadap berbagai insiden kekerasan yang melibatkan suporter sepak bola Indonesia.

    Sebelumnya, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mewacanakan hukuman pengurangan poin bagi klub yang suporternya terlibat aksi kekerasan. Wacana itu disampaikan setelah insiden penyerangan terhadap bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib U-18.

    Di sisi lain, bus rombongan The Jakmania yang pulang dari Yogyakarta juga dilaporkan mendapat serangan dari suporter klub rival.

    Rangkaian insiden tersebut mempertegas persoalan keamanan dalam sepak bola Indonesia. Karena itu, sanksi terhadap suporter Persija diharapkan menjadi pengingat bahwa tindakan kekerasan dapat membawa konsekuensi bagi klub maupun kelompok pendukungnya.

  3. 3. Bung Ferry akui Persija dirugikan, tetapi meminta sanksi dihormati

    WhatsApp Image 2026-09-12 at 4.38.59 PM.jpeg
    Koreografi Jakmania saat mendukung Persija Jakarta dalam duel melawan Persib di SUGBK, Sabtu (12/9/2026) (IDN Times / Sandy Firdaus)

    Bung Ferry tidak menampik bahwa sanksi tersebut merugikan Persija. Larangan mendampingi tim dalam laga tandang berpotensi memengaruhi dukungan suporter kepada Macan Kemayoran.

    Meski begitu, ia meminta The Jakmania memahami bahwa keputusan Komdis PSSI didasarkan pada regulasi, bukan karena faktor suka atau tidak suka terhadap klub tertentu.

    "Ya, kalau kami, rugi ya. Tapi, ya, cukuplah. Mau bagaimana? Karena memang itu mereka kan menghukum bukan berdasarkan like and dislike. Kan mereka berdasarkan regulasi. Regulasinya pasti mereka sudah perhitungkan dengan matang, begitu lho," tutur Bung Ferry.

    Bung Ferry berharap sanksi ini bisa menjadi pelajaran bagi The Jakmania agar lebih berhati-hati dalam bertindak. Ia juga mendorong suporter Persija untuk melakukan introspeksi demi mencegah terulangnya kericuhan yang dapat merugikan banyak pihak.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More