Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Shin Tae Yong Soal Sanksi Komdis PSSI Buat Persija: Momen Evaluasi Diri
Pelatih Persija, Shin Tae Yong, di sesi latihan tim. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Persija Jakarta dikenai larangan enam laga tandang dan denda total Rp90 juta setelah kerusuhan, pelemparan flare, serta petasan saat melawan Persita Tangerang.

  • Pelatih Shin Tae Yong menilai tindakan negatif suporter merugikan klub, pemain, dan fans sendiri; ia meminta pendukung menjadikan sanksi sebagai momen evaluasi agar insiden tak terulang.

  • Usai menang 5-1 atas Arema FC, Persija kembali memimpin klasemen sementara Super League 2026/2027 dengan 15 poin dan akan menjamu Persik Kediri pada 26 Oktober 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae Yong, merespons sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Macan Kemayoran. Baginya, sanksi ini jadi momen evaluasi diri.

Persija sebelumnya dijatuhi sanksi larangan enam laga tandang dan denda total Rp90 juta buntut kerusuhan saat menghadapi Persita Tangerang, Sabtu (17/10/2026). Rinciannya, denda Rp30 juta akibat kericuhan di tribune serta Rp60 juta atas pelemparan flare dan petasan.

1. Sanksi yang akhirnya merugikan Persija

Laga Persija Jakarta Vs Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga. (Dok. Media Officer Arema FC)

Shin menilai tindakan negatif suporter justru merugikan klub yang mereka dukung. Pelatih asal Korea Selatan itu pun mengingatkan pentingnya kesadaran para fans untuk menjaga ketertiban saat mendukung tim kesayangan.

"Untuk sanksi, ya sebenarnya tidak ada pendapat apa-apa, tapi saya berharap 'kenapa sih harus begitu? Maksudnya, dari para fans dulu kita harus evaluasi diri kita sendiri," ujar Shin seusai laga kontra Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026).

2. Shin ingatkan suporter agar tidak merugikan klub

Persija lawan Arema FC di Super League 2026/27. (Dok. Persija)

Shin menegaskan, tindakan negatif di luar lapangan dapat berdampak buruk bagi klub dan para pemain. Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan suporter tidak merugikan tim lawan, melainkan justru pihak yang mereka dukung.

"Kalau melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, ya yang rugi itu ya bukan tim lain, tetapi ya klub sendiri dan pemain, termasuk ya para fans," jelas Shin.

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu berharap para pendukung Persija dapat mengambil pelajaran dari insiden tersebut. Ia ingin kejadian serupa tidak kembali terjadi sehingga tim bisa fokus menjalani kompetisi.

"Jadi ya semoga tidak terjadi lagi kejadian-kejadian yang buruk seperti itu," kata Shin.

3. Persija kembali ke puncak klasemen Super League

Persija lawan Arema FC di Super League 2026/27. (Dok. Persija)

Pernyataan Shin disampaikan setelah Persija meraih kemenangan telak 5-1 atas Arema FC pada pekan keenam Super League 2026/2027, Rabu (21/10/2026). Tambahan tiga poin membawa mereka kembali ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 15 poin.

Selanjutnya, Persija akan menghadapi Persik Kediri dalam laga kandang pada 26 Oktober 2026. Anak-anak asuh Shin Tae Yong diharapkan dapat menjaga momentum kemenangan sekaligus menghindari insiden yang berpotensi merugikan klub.

Curated For You

Editorial Team

Related Article