Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Skandal VAR saat Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Kai Havertz merayakan gol bersama rekan-rekannya saat Jerman melibas Curacao, 7-1 (AFP / Paul Ellis)
  • VAR jadi sorotan setelah gol Jonathan Tah dianulir karena dianggap ada pelanggaran Waldemar Anton terhadap kiper Paraguay, membuat Jerman tersingkir lewat adu penalti di Piala Dunia 2026.
  • Alan Shearer dan Juergen Klopp mengkritik keputusan wasit serta VAR, menilai kiper Paraguay Orlando Gill melebih-lebihkan kontak dan keputusan itu merugikan Jerman secara tidak adil.
  • Orlando Gill menegaskan kemenangan atas Jerman membuktikan Paraguay mampu bersaing dengan tim mana pun dan siap melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Video Assistant Referee (VAR) menjadi bahasan panas dalam momen tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia 2026. Sebab, VAR dianggap menjadi salah satu biang keladi dari tersingkirnya Jerman usai kalah dari Paraguay lewat adu penalti, 3-4 (1-1), di Boston Stadium, Selasa pagi WIB (30/6/2026).

Insiden yang dimaksud adalah ketika Jerman mencetak gol keduanya ke gawang Paraguay di menit-menit akhir babak pertama perpanjangan waktu. Gol yang dicetak Jonathan Tah lewat sundulannya dianggap berbau pelanggaran.

Wasit Jalal Jayed akhirnya mengecek ulang proses terciptanya gol tersebut. Gol tersebut dianulir karena Waldemar Anton dianggap sudah mengganggu kiper Paraguay, Orlando Gill, secara aktif.

1. Gill sukses tipu wasit dan VAR?

Keputusan itu menjadi buah bibir. Sebab, dalam tayangan ulang terlihat jika kontak antara Anton dengan Gill begitu minim.

Jatuhnya Gill diduga tak berasal dari dorongan Anton. Legenda Inggris dan pengamat, Alan Shearer, menilai Gill sukses menipu wasit serta petugas di ruang VAR.

"Saya gak setuju dengan keputusan itu. Kiper jatuh dengan sentuhan minim dan sangat lembek. Saya rasa, itu keputusan yang buruk. Ini olahraga kontak fisik, kiper sudah menipu wasit dan VAR. Caranya dia jatuh sangat menyedihkan," ujar Shearer, dilansir BBC.

2. Klopp sepakat, bahkan bawa-bawa Arsenal

Apa yang diungkapkan Shearer, disepakati oleh eks manajer Liverpool, Juergen Klopp. Menurut Klopp, dengan dianulirnya gol tersebut, Arsenal bisa saja gak juara Premier League karena proses-prosesnya yang mirip.

"Jika golnya ilegal, maka Arsenal gak juara Premier League. Sebanyak 60 persen golnya muncul dari skenario tersebut. Kita baru bisa menang ketika bola masuk. Jadi, tentu saja ini brutal," kata Klopp, dilansir MagentaTV.

3. Paraguay sesumbar bisa kalahkan tim mana saja

Sementara, Gill tak mau ambil pusing atas apa yang terjadi di lapangan. Dia hanya menegaskan, keberhasilan lolos ke babak 16 besar dengan mengalahkan Jerman, merupakan bukti Paraguay bisa bersaing dengan siapa saja di Piala Dunia 2026.

"Ini menunjukkan kalian tak boleh bicara terlalu dini. Hasil ini menjadi bukti Paraguay punya kapasitas untuk meraih hal luar biasa. Kesempatan akan datang, cepat atau lambat," kata Gill.

Editorial Team

Related Article