Tebas, yang memang aktif dalam menyuarakan pemberantasan pembajakan konten olahraga, langsung mengirim surat kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, tak lama setelah kesepakatan itu terjalin.
Dalam surat itu, Tebas menyampaikan keberatan yang tegas terkait kerja sama FIFA dan ExpressVPN. Keberatan ini bahkan bernada ultimatum.
"Dengan fakta FIFA menjalin kemitraan bersama sebuah perusahaan yang layanannya secara aktif memfasilitasi pembajakan konten olahraga mengirimkan pesan yang sangat buruk kepada seluruh ekosistem sepak bola."
"Selain itu, hal ini juga berpotensi memengaruhi proses hukum yang saat ini masih berlangsung. LaLiga, beIN Sports Prancis, Canal+, dan berbagai organisasi olahraga lainnya telah mengajukan tuntutan hukum terhadap ExpressVPN di berbagai yurisdiksi."
"Kontrak sponsorship dengan FIFA ini memberikan kesan legitimasi kepada sebuah perusahaan yang telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena memfasilitasi akses terhadap konten bajakan," tulis Tebas dalam suratnya.