Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sejarah Rivalitas Spanyol dan Prancis di Turnamen Besar

Sejarah Rivalitas Spanyol dan Prancis di Turnamen Besar
Tim Nasional Spanyol saat berlaga di Piala Dunia 2026. (AFP/Roberto Schmidt)
Intinya Sih
  • Prancis mendominasi pertemuan awal dengan Spanyol lewat kemenangan penting di Euro 1984, Euro 2000, dan Piala Dunia 2006 berkat generasi emas yang dipimpin Michel Platini dan Zinedine Zidane.
  • Spanyol membalikkan dominasi setelah era keemasan dimulai pada akhir 2000-an, dengan kemenangan kunci di Euro 2012 melalui dua gol Xabi Alonso yang menandai perubahan arah rivalitas.
  • Lamine Yamal menjadi simbol babak baru rivalitas setelah membawa Spanyol menang atas Prancis di Euro 2024 dan Nations League 2025, menjelang duel panas semifinal Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Spanyol dan Prancis bertemu pada semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final, melainkan juga babak baru dari salah satu rivalitas paling menarik di sepak bola Eropa. Kedua negara ini sudah beberapa kali bertemu pada momen penting di turnamen internasional.

Secara keseluruhan, Spanyol memang unggul dalam rekor pertemuan. Namun, hasil di turnamen besar menunjukkan cerita berbeda karena dominasi kedua tim terus berganti dari satu era kepada era berikutnya. Berikut perjalanan rivalitas Spanyol dan Prancis di panggung Piala Dunia maupun Euro:

1. Prancis lebih berjaya pada era awal turnamen besar

Pada pengujung abad ke-20 hingga awal 2000-an, Prancis hampir selalu keluar sebagai pemenang ketika bertemu Spanyol di kompetisi resmi. Salah satu kemenangan paling bersejarah terjadi pada final Euro 1984 ketika Michel Platini membawa Prancis menang di hadapan pendukung sendiri. Laga tersebut juga dikenang karena kesalahan Luis Arconada yang membuat tendangan bebas Platini berbuah gol.

Dominasi Prancis berlanjut pada perempat final Euro 2000 dan babak 16 besar Piala Dunia 2006. Generasi emas yang diperkuat Zinedine Zidane berhasil menyingkirkan Spanyol dalam dua pertandingan penting tersebut. Bahkan, di Piala Dunia 2006, Zidane menutup penampilan gemilangnya dengan satu gol yang memupus harapan Spanyol melaju lebih jauh.

2. Generasi emas mengubah arah rivalitas

Persaingan dua negara ini mulai berubah ketika Spanyol memasuki era keemasan pada akhir dekade 2000-an. Setelah menjuarai Euro 2008 dan Piala Dunia 2010, Spanyol tampil lebih percaya diri menghadapi Prancis di turnamen besar. Momen penting itu akhirnya datang pada perempat final Euro 2012.

Dua gol Xabi Alonso membawa Spanyol menang sekaligus mengakhiri kutukan yang selama bertahun-tahun menghantui mereka saat menghadapi Prancis. Kemenangan tersebut menjadi titik balik rivalitas kedua negara. Spanyol kemudian melangkah hingga menjadi juara Euro 2012 dan mulai mengambil alih dominasi yang sebelumnya dipegang Prancis.

3. Lamine Yamal membuka babak baru persaingan

Rivalitas ini kembali memanas ketika kedua tim bertemu pada semifinal Euro 2024. Prancis sempat unggul lebih dahulu, tetapi Spanyol mampu membalikkan keadaan melalui gol spektakuler Lamine Yamal dan Dani Olmo. Hasil tersebut mengantarkan Spanyol ke final sekaligus memperpanjang tren positif mereka atas Prancis.

Persaingan semakin sengit pada semifinal UEFA Nations League 2025. Dalam pertandingan yang menghasilkan sembilan gol, Spanyol menang tipis atas Prancis melalui penampilan impresif Lamine Yamal dan rekan-rekannya. Dua kemenangan beruntun tersebut membuat kepercayaan diri Spanyol meningkat menjelang pertemuan mereka di Piala Dunia 2026.

4. Semifinal Piala Dunia 2026 menjadi babak baru rivalitas

Pertemuan pada semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan situasi yang berbeda dibandingkan duel-duel sebelumnya. Prancis datang dengan ambisi menghentikan tren kekalahan dari Spanyol dalam dua turnamen terakhir. Di sisi lain, Spanyol berusaha mempertahankan dominasi yang berhasil mereka bangun dalam beberapa tahun terakhir.

Laga ini juga mempertemukan dua generasi pemain yang sama-sama sedang berada di puncak performa. Spanyol mengandalkan kombinasi pemain muda dan senior yang tampil konsisten sepanjang turnamen, sementara Prancis memiliki banyak pemain berpengalaman yang terbiasa menghadapi pertandingan besar. Tidak berlebihan jika semifinal kali ini disebut sebagai salah satu duel paling dinantikan di Piala Dunia 2026.

Rivalitas Spanyol dan Prancis memperlihatkan bagaimana dominasi dalam sepak bola dapat berubah dari satu generasi ke generasi berikutnya. Prancis sempat menjadi penguasa pada era 1980 hingga awal 2000-an, tetapi Spanyol berhasil membalikkan keadaan dalam 1 dekade terakhir. Pertemuan pada semifinal Piala Dunia 2026 pun menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk kembali menulis babak baru dalam sejarah rivalitas mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More