Timnas Indonesia Disorot Media Italia, Kenapa?

Timnas Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan akan menghadapi Thailand di SUGBK.
Kelolosan itu mendapat sorotan Corriere dello Sport, yang menilai perkembangan sepak bola Indonesia ditopang pemain diaspora dan transformasi organisasi.
Laga berlangsung dalam suasana emosional karena bertepatan dengan empat tahun Tragedi Kanjuruhan, sementara peringkat FIFA Indonesia naik ke posisi ke-117.
Jakarta, IDN Times - Timnas Indonesia berhasil ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Pasukan Garuda bakal menantang Thailand dalam perebutan gelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada Senin (5/10/2026) malam WIB.
Emosional menyelimuti kelolosan Ole Romeny dan kawan-kawan, karena harus melibas Bangladesh lewat drama 11 gol, alias 9-2. Skenario menang dengan skor besar itu dibutuhkan demi mengungguli produktivitas gol Malaysia.
Namun, di balik selebrasi kelolosan tersebut, laga ini juga menyisakan ruang duka yang mendalam bagi seluruh insan sepak bola nasional. Itu karena pertandingan ini digelar bertepatan dengan peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan yang merenggut nyawa 135 suporter.
1. Kelolosan Timnas disorot media Italia

Timnas Indonesia lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus) Drama kelolosan heroik ini rupanya juga disorot media Italia. Corriere dello Sport melansir, Timnas memiliki perkembangan pesat yang ditopang sederet pemain diaspora berkualitas.
Media Italia itu juga mengapresiasi transformasi sepak bola nasional sejak Erick Thohir menjabat sebagai Ketua Umum PSSI. Erick sempat mengibaratkan sepak bola Indonesia layaknya "raksasa yang sedang tidur" dan Tragedi Kanjuruhan adalah titik balik terbesarnya.
"Ini tentang bagaimana sepak bola Indonesia belajar dari masa lalu, kita harus memastikan sepak bola yang kita bangun jauh lebih profesional, membanggakan, dan menjamin keamanan suporter," kata Erick.
2. Hening cipta dan gol dramatis penentu nasib

Timnas Indonesia lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus) Sebelum peluit kick-off dibunyikan, atmosfer SUGBK yang biasanya bising mendadak berubah hening. Seluruh elemen di dalam stadion, mulai dari pemain, ofisial, hingga puluhan ribu penonton, menundukkan kepala selama satu menit untuk mendoakan ratusan korban Tragedi Kanjuruhan.
Memasuki pertandingan, Skuad Garuda dituntut bukan sekadar menang, melainkan harus mencetak gol dengan margin sebesar mungkin demi menyalip selisih gol Malaysia di klasemen. Ketegangan memuncak saat Indonesia masih butuh tambahan gol di masa injury time untuk memastikan posisi juara Grup A.
Beruntung, Kevin Diks dan Mitchell Baker sukses mencetak dua gol tambahan di injury time. Kemenangan 9-2 pun memastikan Indonesia unggul produktivitas gol (11) atas Malaysia (9), meski kedua tim sama-sama mengoleksi tujuh poin dan selisih gol +9.
3. Peringkat FIFA Indonesia naik

Timnas Indonesia lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus) Keberhasilan Timnas ke partai puncak juga mengatrol posisinya di peringkat FIFA. Kini, Tim Merah Putih bertengger di urutan ke-117, naik satu tingkat dengan torehan 1163,15 poin.
Karena akan melawan Thailand yang memiliki peringkat lebih tinggi, Timnas berpotensi meraup poin lebih banyak. Bedanya, poin yang akan berkurang lebih sedikit jika kalah.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















