Paris Saint-Germain (PSG) menjuarai Liga Champions Eropa (UCL) untuk pertama kalinya pada 2024/2025. Namun, ini bukanlah trofi kompetisi level kontinen perdana yang mereka raih. Pada 1995/1996, PSG terlebih dahulu memenangkan UEFA Cup Winner’s Cup, sebuah ajang yang tidak lagi eksis sejak 1999. Berikut detailnya.
UEFA Cup Winners Cup 1995/1996, Trofi Kompetisi Eropa Pertama PSG

1. PSG lolos ke Winners Cup 1995/1996 berkat menjuarai Coupe de France 1994/1995
Seperti tersurat dari namanya, Winners Cup merupakan sebuah kompetisi yang diperuntukkan bagi para pemenang ajang piala di masing-masing negara. Winners Cup mulai bergulir pada 1960. Namun, UEFA (Union of European Football Associations) sebagai organisasi sepak bola tertinggi di Eropa, baru mengakui keberadaannya 3 tahun berselang.
Dengan begitu, Paris Saint-Germain lolos ke Winners Cup edisi 1995/1996 berkat menjuarai Coupe de France 1994/1995. Ini bukan keikusertaan pertama Les Parisiens di Winners Cup. Sebelumnya, mereka pernah terlibat tiga kali. PSG gugur pada perempat final pada 1982/1983, 16 besar pada 1983/1984, dan semifinal pada 1993/1994.
2. PSG menembus final Winners Cup 1995/1996 dengan relatif mudah
Paris Saint-Germain memulai perjalanan mereka di Winners Cup 1995/1996 dengan melawan Molde FK. Tim yang dilatih Luis Fernandez ini menang comeback 3-2 saat bermain tandang pada leg pertama (14/9/1995). Mereka kemudian unggul 3-0 di kandang, Parc des Princes, pada leg kedua (28/9/1995). Setelahnya, PSG menyingkirkan Celtic dengan agregat 4-0 pada 16 besar (1-0, 3-0).
Ujian sesungguhnya terjadi pada perempat final. PSG berhadapan dengan Parma yang pada musim sebelumnya menjuarai UEFA Cup. Sempat kalah 0-1 pada leg pertama (7/3/1996), PSG bangkit dengan menang 3-1 pada leg kedua (21/3/1996). Pada semifinal, mereka kemudian mengalahkan Deportivo La Coruna dengan agregat 2-0 (1-0, 1-0).
3. PSG mengalahkan Rapid Vienna 1-0 pada final Winners Cup 1995/1996
Rapid Vienna menjadi lawan Paris Saint-Germain pada final Winners Cup 1995/1996. Mereka bertarung di Koning Boudewijnstadion, Belgia, pada 8 Mei 1996. Rapid sendiri mencapai partai puncak dengan menaklukkan Petrolul, Sporting CP, Dinamo Moscow, dan Feyenoord. Meski begitu, PSG tetap diandalkan sebagai juara karena kualitas tim yang memang lebih mumpuni. Sayangnya, PSG mendapat petaka ketika laga baru berjalan 12 menit. Salah satu bintang utama mereka, Rai, mengalami cedera. Luis Fernandez lantas menggantikannya dengan Julio Dely Valdes. Momen tersebut nyatanya tidak terlalu berpengaruh kepada dominasi PSG. Mereka berhasil mencetak gol tunggal yang menghasilkan trofi pada menit 28.
Semua berawal dari pergerakan Youri Djorkaeff yang membuat PSG mendapat tendangan bebas. Meski jaraknya mencapai 35 meter, secara mengejutkan Bruno N'Gotty langsung melepaskan tembakan setelah menerima sodoran bola dari Djorkaeff. Si kulit bundar kemudian melaju deras mendatar menembus gawang yang dijaga Michael Konsel. Kemenangan ini membuat PSG berhak bermain di UEFA Super Cup awal musim berikutnya. Sayangnya, mereka dipermalukan Juventus dengan agregat 2-9. Pada 1996/1997, PSG hampir saja mempertahankan gelar juara. Mereka gagal melakukannya usai kalah dari Barcelona pada final akibat gol tunggal yang dicetak Ronaldo lewat tendangan penalti.
Keberhasilan PSG menjuarai Winners Cup 1995/1996 bukanlah sebuah prestasi yang terjadi secara tiba-tiba. Sebab, mereka sudah lebih dulu beberapa kali melaju jauh di kompetisi Eropa. PSG lolos ke semifinal UEFA Cup 1992/1993, Winners Cup 1993/1994, dan Liga Champions 1994/1995. PSG bahkan kembali mencapai final Winners Cup pada 1995/1996, tapi kalah dari Barcelona.
Sayangnya, klub kemudian mengalami masalah finansial pada era 2000—an sebelum akhirnya diakuisisi Qatar Sports Investments pada 2011. Momen tersebut mengubah PSG menjadi tim kaya raya. Puncaknya, mereka mengangkat trof Liga Champions untuk pertama kalinya pada 2024/2025. Sebagai catatan, PSG lebih dulu mencapai final pada 2019/2020, tapi kalah 0-1 dari Bayern Muenchen.