Mbappe Mati Kutu saat Prancis Kalah dari Spanyol di Piala Dunia 2026

- Spanyol sukses menahan trio penyerang Prancis, termasuk Mbappe, yang kesulitan bergerak dan jarang menyentuh bola sepanjang laga di Dallas Stadium.
- Prancis tampil tumpul tanpa satu pun tembakan ke gawang di babak pertama dan akhirnya kalah 0-2 dari Spanyol dalam laga Piala Dunia 2026.
- Pau Cubarsi menegaskan kemenangan ini membungkam kritik terhadap lini belakang Spanyol yang kini hanya kebobolan sekali dan memastikan tiket ke final.
Jakarta, IDN Times - "Targetnya adalah membuat pemain depan mereka tak bisa berlari, bergerak dalam ruang kosong, mendapatkan umpan, sepanjang pertandingan," kata pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, sebelum partai melawan Prancis di Dallas Stadium, Rabu dini hari WIB (15/7/2026).
Janji tersebut ditepati oleh De la Fuente. Spanyol berhasil membuat para pemain depan Prancis mati kutu. Trio Les Bleus yang biasanya menakutkan, mendadak terisolasi.
Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele, tak bisa bergerak bebas. Mereka susah berkreasi di lini depan dan selalu keteteran saat berhadapan dengan para pemain belakang, bahkan dengan gelandang Spanyol sepanjang pertandingan.
1. Mbappe keteteran lawan bek Spanyol

Squawka melansir, Mbappe begitu susah bergerak sepanjang laga. Sebab, dia cuma mampu menyentuh bola tujuh kali, dengan hanya melepaskan tiga tembakan.
Tak cuma itu, Mbappe juga cuma berhasil melewati lawan sekali. Sisanya, bomber Real Madrid itu selalu berhasil dihentikan oleh Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Pedro Porro, bahkan Rodri.
2. Bahkan Prancis gak bisa lepaskan tembakan di babak pertama
Statistik Prancis juga buruk sepanjang babak pertama. Mereka tak bisa melepaskan tembakan ke gawang Spanyol selama 45 menit pertama.
Tapi, ini bukan yang pertama kalinya buat Prancis di Piala Dunia 2026. Mereka sudah sempat mengalami kebuntuan itu ketika menghadapi Senegal dan Paraguay. Namun, Prancis dibuat kaget oleh Spanyol karena untuk pertama kalinya tertinggal di Piala Dunia 2026 dan gak bisa keluar dari tekanan hingga kalah dengan skor 0-2.
3. Spanyol bungkam kritik

Bek Spanyol, Pau Cubarsi, menyatakan fakta itu telah membungkam kritik dari banyak pihak. Apalagi, selama ini Spanyol hanya kebobolan sekali dan menjadi bukti sah atas pertahanan yang kuat.
"Banyak kritik soal pertahanan dan kiper yang tak main bagus. Tapi, kami telah membungkamnya. Kami cuma kebobolan sekali dan lolos ke final," ujar Cubarsi, dilansir Marca.












