Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Membungkam Banyak Keraguan

- Spanyol melaju ke final Piala Dunia 2026 usai menundukkan Prancis 2-0 di Dallas Stadium, berkat taktik isolasi De la Fuente yang sukses meredam serangan cepat lawan.
- Pau Cubarsi menegaskan pertahanan Spanyol yang hanya kebobolan sekali membungkam kritik, sementara kontribusi pemain cadangan seperti Mikel Merino memperkuat performa tim secara keseluruhan.
- Cubarsi mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai karena Spanyol masih harus menghadapi final di New York melawan pemenang antara Inggris atau Argentina.
Jakarta, IDN Times - Spanyol berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis dalam duel di Dallas Stadium, Rabu dini hari WIB (15/7/2026), dua gol tanpa balas. Keberhasilan Spanyol ke final begitu sempurna, karena mampu membungkam Prancis yang dipenuhi banyak bintang.
La Furia Roja memang begitu sempurna. Mereka mampu menerapkan taktik isolasi ala De la Fuente demi meredam kecepatan dan agresivitas para penyerang ganas Prancis seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise.
Ketiganya sama sekali tak berkutik. Bahkan, mereka benar-benar susah berkembang, karena lini pertahanan Spanyol yang solid.
1. Bungkam keraguan

Bek Spanyol, Pau Cubarsi, menyatakan fakta itu telah membungkam kritik dari banyak pihak. Apalagi, selama ini Spanyol hanya kebobolan sekali dan menjadi bukti sah atas pertahanan yang kuat.
"Banyak kritik soal pertahanan dan kiper yang tak main bagus. Tapi, kami telah membungkamnya. Kami cuma kebobolan sekali dan lolos ke final," ujar Cubarsi, dilansir Marca.
2. Semua elemen tim saling dukung
Menurut bek Barcelona itu, keberhasilan Spanyol bukan hanya disebabkan oleh kuatnya lini pertahanan. Efektivitas lini depan, gelandang, hingga pemain cadangan mendukung Spanyol untuk bermain dengan sempurna sepanjang turnamen.
Dalam beberapa momen, pemain cadangan Spanyol memang punya peran besar. Terutama, Mikel Merino yang selalu menjadi supersub dan mencetak sejumlah gol krusial.
"Semua melakukan pekerjaan bagus, dan ini merupakan kinerja luar biasa tim. Mereka yang main sebagai starter, dari bangku cadangan, atau tak berlaga, karena pada dasarnya saling mendukung dengan level yang dimiliki. Alhasil, semua menjadi versi terbaik yang ada di skuad," kata Cubarsi.
3. Tugas Spanyol belum selesai
Cubarsi menyatakan tugas Spanyol belum selesai. Kemenangan atas Prancis tak perlu dirayakan secara berlebihan karena masih ada final yang menanti dan lawan Spanyol belum diketahui, apakah Inggris atau Argentina.
"Saya cukup kalem, tapi senang. Siang ini, dengan keluarga dan tim, kami berselebrasi, merayakannya lewat cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sekarang, hari yang spesial, kami ke New York. Mimpi masih hidup dan terus menanti apa yang terjadi," ujar Cubarsi.

















