Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ultras Lyon Kutuk Aksi Penjarahan dan Perusakan di Prancis
ilustrasi Olympique Lyon (commons.wikimedia.org/Zakarie Faibis)
  • Suporter Olympique Lyon menyuarakan kecaman terhadap penjarahan dan perusakan di sejumlah kota Prancis, termasuk Lyon.

  • Bad Gones dan Lyon 1950 membentangkan spanduk anti-perusuh sebagai bentuk empati kepada pedagang lokal.

  • Kerusuhan merusak fasilitas publik, paviliun pariwisata, serta patung Paul Bocuse dan mendapat kecaman dari Wali Kota Lyon.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu siang waktu setempat

Paviliun kantor pariwisata Lyon menjadi sasaran vandalisme hingga dibakar massa. Patung Paul Bocuse yang berada di dalam bangunan tersebut ikut dirobohkan.

Setelah insiden pembakaran tersebut

Pusat kota lumpuh total selama berjam-jam tanpa pengamanan memadai. Oknum memanfaatkan situasi untuk menjarah toko dan merusak fasilitas publik.

Sehari sebelumnya

Jalanan Kota Lyon mencekam akibat aksi vandalisme dan penjarahan yang dilakukan oleh oknum demonstrasi.

Senin (19/10/2026) dini hari WIB

Suporter Olympique Lyon menunjukkan solidaritas saat timnya menjamu OGC Nice pada lanjutan Ligue 1.

Sebelum kick-off

Bad Gones membentangkan spanduk raksasa di tribune utara stadion. Lyon 1950 melakukan aksi serupa di tribune selatan Groupama Stadium.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Suporter Olympique Lyon mengutuk penjarahan dan perusakan yang melanda sejumlah kota Prancis, termasuk Lyon.
  • Who?
    Kelompok suporter Bad Gones dan Lyon 1950, serta Wali Kota Lyon Gregory Doucet, mengecam kerusuhan tersebut.
  • Where?
    Aksi suporter berlangsung di Groupama Stadium, sedangkan kerusakan terjadi di pusat Kota Lyon dan sejumlah kota Prancis.
  • When?
    Aksi solidaritas berlangsung Senin (19/10/2026) dini hari WIB saat Olympique Lyon menjamu OGC Nice.
  • Why?
    Suporter mengecam penjarahan, vandalisme, perusakan fasilitas publik, serta robohnya patung Paul Bocuse.
  • How?
    Bad Gones dan Lyon 1950 membentangkan spanduk kecaman dan menyampaikan dukungan kepada para pedagang lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Suporter Lyon membentangkan spanduk saat timnya bermain melawan Nice. Mereka tidak suka toko dijarah dan kota dirusak. Bad Gones dan Lyon 1950 juga mendukung para pedagang. Patung Paul Bocuse ikut roboh. Wali Kota Lyon Gregory Doucet ikut mengecam kerusakan itu. Sekarang, warga Lyon marah karena kotanya rusak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aksi Bad Gones dan Lyon 1950 memperlihatkan kepedulian suporter terhadap kondisi kota dan para pedagang lokal. Pesan melalui spanduk juga menjadi bentuk solidaritas di tengah kerusakan yang menimpa fasilitas publik serta simbol kebanggaan Lyon. Sikap Wali Kota Gregory Doucet yang ikut mengecam kerusakan memperkuat perhatian terhadap kepemilikan bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aksi solidaritas dipertontonkan suporter Olympique Lyon saat menjamu OGC Nice pada lanjutan Ligue 1, Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Mereka mengutuk aksi penjarahan dan perusakan di sejumlah kota Prancis, termasuk Lyon.

Aksi itu ditunjukkan kelompok Bad Gones dan Lyon 1950, dengan membentangkan spanduk bernada kecaman keras terhadap kerusuhan yang melanda kota mereka. Sehari sebelumnya, jalanan Kota Lyon memang mencekam akibat aksi vandalisme dan penjarahan brutal yang dilakukan oleh oknum demonstrasi.

1. Bentangkan spanduk pesan menohok

Sebelum kick-off, kelompok Bad Gones melakukan aksi koreografi singkat. Mereka membentangkan spanduk raksasa yang terbagi menjadi tiga bagian di area tribune utara stadion.

Aksi serupa juga disuarakan oleh kelompok Lyon 1950 yang menempati tribune selatan Groupama Stadium. Mereka ikut membentangkan spanduk anti-perusuh sebagai bentuk empati dan dukungan penuh kepada para pedagang lokal.

"Toko-toko dijarah, kota dirusak, institusi Bocuse dinodai, dukungan untuk mereka yang menghidupkan Lyon," bunyi tulisan di spanduk tersebut.

2. Patung ikonik Paul Bocuse jadi korban

Kemarahan mereka jelas beralasan, mengingat kerusakan parah yang ditimbulkan oleh para perusuh di pusat kota. Pada Sabtu siang (17/10/2026) waktu setempat, paviliun kantor pariwisata Lyon tak luput dari sasaran vandalisme hingga akhirnya dibakar massa.

Lebih mirisnya lagi, patung ikonik koki legendaris Paul Bocuse yang berada di dalam bangunan tersebut ikut dirobohkan. Hal ini memicu kemarahan warga karena sosok Paul Bocuse merupakan simbol kebanggaan dan institusi kuliner terhormat bagi Kota Lyon.

Setelah insiden pembakaran tersebut, pusat kota lumpuh total selama berjam-jam tanpa pengamanan memadai. Momen kekosongan itu langsung dimanfaatkan oleh para oknum untuk menjarah toko-toko sekaligus merusak fasilitas publik.

3. Kutukan keras dari Wali Kota Lyon

Wali Kota Lyon, Gregory Doucet, juga mengutuk tindakan brutal yang menghancurkan wajah kotanya. Dia menegaskan fasilitas publik yang dirusak adalah milik bersama dan dibangun menggunakan uang rakyat.

"Bangunan umum kita adalah barang milik bersama, merusaknya berarti menyerang seluruh warga Lyon," kecam Doucet dikutip dari Le Progres.

Curated For You

Editorial Team

Related Article