Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wacana Pengusiran Manchester City Menguat, Klub Rival Mulai Manuver

2 min read
Wacana Pengusiran Manchester City Menguat, Klub Rival Mulai Manuver
ilustrasi tampilan dalam Etihad Stadium, kandang Manchester City (unsplash.com/Jonny Gios)
  • Manchester City menghadapi ancaman dikeluarkan dari Premier League setelah vonis bersalah atas 114 pelanggaran regulasi finansial.

  • Klub-klub rival mulai membahas Aturan 6B, tetapi kepentingan bisnis dan risiko gugatan hukum membuat rencana tersebut sulit.

  • Performa sempurna Manchester City tetap berjalan, meski kritik terhadap pencapaian klub terus menguat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Manchester City terus dihantui ancaman terusir dari Premier League, menyusul vonis bersalah atas 114 pelanggaran regulasi finansial. Situasi ini memicu keresahan besar di kalangan petinggi klub rival.

Para eksekutif klub-klub Premier League dikabarkan sudah mulai saling mengirim pesan untuk mendiskusikan langkah pengusiran tersebut. Lantas, bagaimana dinamika saat ini?

  1. 1. Rencana voting usir ManCity sebenarnya gak mudah

    AFP__20261011__D2WX663__v1__HighRes__FblEngPrLiverpoolManCity.jpg
    Suporter Manchester City membawa balon pisang sebagai simbol kedamaian sepak bola (AFP / Paul Ellis)

    Laporan dari The Independent, eksekutif dari beberapa klub top mulai menggalang kekuatan untuk memicu Aturan 6B. Regulasi tersebut memungkinkan sebuah klub ditendang keluar dari Premier League asalkan mendapat persetujuan voting dari 15 klub anggota lainnya.

    Namun, wacana ini diprediksi sulit terwujud, karena adanya benturan kepentingan bisnis di antara para pemilik klub. Beberapa klub diketahui masih memiliki hubungan atau kerja sama bisnis yang erat dengan grup Abu Dhabi selaku pemilik ManCity.

    Selain itu, ketakutan akan serangan balik berupa gugatan hukum ke Pengadilan Tinggi Inggris membuat banyak klub ciut nyali. Jika ManCity menang dalam gugatan tersebut, mereka tidak hanya akan kembali ke liga, tetapi juga bisa menuntut ganti rugi finansial.

  2. 2. Maresca jadikan sorotan sebagai motivasi tim

    AFP__20261011__D2X42MA__v1__HighRes__FblEngPrLiverpoolManCity.jpg
    Para pemain Manchester City merayakan gol ke gawang Liverpool (AFP / Paul Ellis)

    Manajer ManCity, Enzo Maresca, rupanya tak ambil pusing soal masalah yang menghantam manajemen klub. Erling Haaland dan kawan-kawan masih sempurna, dengan memenangkan enam laga awal.

    Liverpool menjadi korban teranyar The Citizens. ManCity sukses mempermalukan The Reds dengan skor 3-0 di Anfield Stadium, pada akhir pekan lalu.

    "Karena situasi ini, kebisingan (dari luar) akan selalu ada, jadi kita harus belajar bagaimana menghadapinya," kata Maresca dikutip dari Daily Mirror.

  3. 3. Legenda Inggris sentil ManCity

    AFP__20261011__D2WZ873__v1__HighRes__FblEngPrLiverpoolManCity.jpg
    Bek Liverpool, Virgil van Dijk, saat berduel dengan Erling Haaland di laga melawan Manchester City (AFP / Paul Ellis)

    Namun, kesempurnaan ManCity saat ini mendapat pandangan yang bertolak belakang dari legenda Manchester United, Gary Neville. Dia menilai kondisi ini memberikan stigma buruk terhadap pencapaian klub pemilik 10 gelar Premier League tersebut.

    Apalagi, publik sepak bola Inggris juga murka atas pelanggaran tersebut. Seperti suporter Liverpool yang terus meneriakkan kata curang dan mengibarkan spanduk bernada kecaman di stadion saat menjamu ManCity.

    "Ada spanduk yang menurut saya sangat menghancurkan; 'Satu generasi suporter telah dicurangi'. Suasana di seluruh negeri akan merasa bahwa selama 10-15 tahun mereka telah ditipu," kritik Neville.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More