Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[WANSUS] Ketika Legenda Turun Gunung Asuh Semen Padang Lagi
Legenda Semen Padang, Suhatman Imam, turun gunung. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Legenda Semen Padang Suhatman Imam kembali membantu tim setelah diminta Presiden klub Andre dan terdorong sebagai putra Minang untuk mengangkat prestasi klub.

  • Suhatman menilai persiapan Semen Padang menghadapi Championship 2026/27 sangat serius, dengan komposisi pemain bintang yang membuatnya optimistis tim mampu bersaing.

  • Ia akan mengikuti tim sepanjang musim dari Jakarta dengan target membawa Semen Padang promosi ke Super League, sembari menegaskan seleksi pemain kini berbasis profesionalisme.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Semen Padang pernah memiliki seorang legenda yang ciamik. Namanya adalah Suhatman Imam. Dia merupakan nama yang sempat membawa tanah Minang harum di kancah sepak bola nasional.

Semasa jadi pemain, Suhatman rutin membela Timnas Indonesia di beberapa ajang internasional. Ketika menjadi pelatih, dia menelurkan nama-nama ciamik yang juga menjadi pelatih top macam Nil Maizar, Jafri Sastra, dan kini Hengky Ardiles.

Sekarang, ketika Semen Padang kembali meretas jalan di Championship 2026/27, dia turun gunung untuk membantu tim. IDN Times berkesempatan mewawancarai sosok legendaris tersebut beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancaranya.

Pak Haji, melihat Semen Padang musim ini, bagaimana menurut Pak Haji?

Tahun ini persiapan Semen Padang, menurut pandangan dan penilaian saya, sangat total. Persiapannya sangat serius dan penuh konsentrasi untuk menghadapi kompetisi ini.

Saya optimistis, mereka bisa bicara banyak musim ini, karena secara komposisi tim mereka juga berisikan banyak pemain bintang.

Pak Haji, sebenarnya apa yang membuat Pak Haji kembali ke Semen Padang?

Pertama, Presiden Semen Padang, Bapak Andre, datang ke rumah dan meminta bantuan. Saya sebagai putra Minang merasa terpanggil untuk membantu sesuai dengan kemampuan saya.

Lagi pula, saya juga memang ingin membantu tim untuk kembali berprestasi. Apalagi, Semen Padang memang salah satu wakil Minang di Indonesia.

Pak Haji sempat bekerja sama dengan Coach Nil. Coach Nil dulu pernah menjadi asuhan Pak Haji. Bagaimana menurut Pak Haji?

Nil pernah menjadi teman saya dan juga pernah bekerja sama dengan saya ketika Semen Padang juara di kompetisi Liga Indonesia. Waktu itu kami menjadi juara nasional.

Saat itu saya juga bekerja sama dengan Nil Maizar. Jadi, bekerja sama dengan dia, baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih, sudah sering saya lakukan.

Apakah Nil Maizar juga menjadi salah satu alasan Pak Haji kembali ke Semen Padang?

Iya, juga. Karena Nil Maizar (sebelum dipecat) datang ke rumah sebelum Andre datang ke rumah. Jadi, saya dengan senang hati membantu karena saya putra Minang, besar di Minang, dan orang Minang.

Saya sangat senang hati membantu Semen Padang supaya bisa keluar dari Liga 2 (Championship) dan kembali ke Liga 1 (Super League).

Pak Haji melihat di Semen Padang sekarang pemain asal Minang tidak terlalu banyak. Kalau dari kacamata Pak Haji, mengapa bisa seperti itu?

Sebetulnya, sekarang dunia sepak bola sudah berubah menjadi sepak bola profesional. Jadi, siapa yang terbaik dan siapa yang disukai tim, selama ada komunikasi dan ada perjanjian yang saling menguntungkan antara pemain dan klub, tidak ada masalah.

Mau putra daerah, putra daerah lain, pemain asing, atau pemain asing dari negara lain, sekarang tidak ada masalah lagi.

Sekarang dunia sudah profesional. Pemain terbaik akan dipilih. Anak-anak Minang juga banyak yang bermain di luar daerah karena alasan profesional.

Jadi, bukan menjadi sebuah acuan bahwa anak Minang harus bermain di Minang. Itu bukan lagi menjadi acuan.

Pak Haji, selama satu musim ini bakal tetap tinggal di Jakarta?

Insya Allah, saya tetap tinggal di Jakarta. Iya, saya ingin mengikuti tim terus untuk musim ini. Tentunya dengan sebuah tugas yang besar.

Seperti yang saya sebutkan, saya ingin membawa Semen Padang lolos ke Super League musim depan. Semoga itu bisa terjadi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article