pH tanah merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kesuburan tanah. Bagi petani, mengetahui pH tanah sangat krusial karena dapat menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian yang optimal. Pada hakikatnya, tanah pertanian memiliki kadar pH yang berbeda-beda. Melansir Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian, umumnya kadar pH tanah berada di kisaran 0–14. Apabila tanah memiliki pH di bawah 7 maka termasuk dalam kategori asam. Sedangkan, jika tanah memiliki pH di atas 7 maka tanah berada di kategori basa. Untuk mendapatkan tanah yang subur, kondisi tanah setidaknya berada di angka 6,5–7,5. Berbekal pH tanah yang tepat tentunya dapat mendukung pertumbuhan tanaman, memaksimalkan penyerapan nutrisi, dan mengurangi risiko kerusakan tanaman.
Oleh karena itu, memiliki alat pengukur pH tanah atau pH meter sangat dibutuhkan oleh petani dalam mengelola usaha tani mereka. Saat ini, mencari pH meter bukanlah hal yang sulit. Cukup siapkan modal di bawah Rp200 ribu saja, petani sudah bisa mendapatkan alat pengukur pH tanah yang terjangkau dan bisa langsung diaplikasikan dalam memantau kualitas tanah di lahan pertanian mereka. Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah lima rekomendasi pH meter tanah di bawah Rp200 ribu untuk petani. Cek satu per satu dan pilih yang sesuai kebutuhanmu.