Melihat pola kerja dan belajar di awal 2026, perubahannya cukup terasa signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kecerdasan buatan kini tidak lagi hadir sebagai fitur tambahan, melainkan sudah menjadi bagian inti dari sistem komputasi modern. Inilah alasan dasar mengapa membeli laptop AI semakin relevan untuk dipertimbangkan sejak sekarang.
Sayangnya, banyak pengguna masih menganggap laptop AI sekadar tren pemasaran. Padahal, di balik istilah tersebut terdapat perubahan arsitektur hardware yang nyata, terutama dengan kehadiran NPU (neural processing unit). Perbedaan ini jelas membuat laptop AI untuk kerja atau kuliah menawarkan manfaat lebih dibanding laptop konvensional. Lantas, apakah aktivitasmu saat ini sudah waktunya mempertimbangkan laptop AI? Mari temukan jawabannya pada artikel berikut!
