Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Bedanya Laptop AI dan Laptop Konvensional? Ini Penjelasannya

ilustrasi laptop membuka fitur AI
ilustrasi laptop membuka fitur AI (unsplash.com/Swello)
Intinya sih...
  • Laptop AI adalah laptop yang dibekali neural processing unit (NPU) untuk memproses tugas kecerdasan buatan secara lokal di perangkat.
  • Laptop AI memiliki NPU, CPU, dan GPU, sementara laptop konvensional hanya mengandalkan CPU dan GPU untuk semua jenis beban kerja.
  • Laptop AI mampu menjalankan AI on device tanpa koneksi internet, lebih hemat daya, dan menawarkan pengalaman yang lebih responsif serta keamanan yang lebih modern.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Baru-baru ini, istilah laptop AI semakin sering muncul di etalase toko dan pemberitaan teknologi. Produsen besar seperti Intel, AMD, hingga Qualcomm, ramai-ramai memperkenalkan konsep AI PC sebagai standar baru komputasi modern. Namun, banyak pengguna masih bertanya-tanya, apa sebenarnya perbedaan laptop AI dan laptop konvensional?

Di awal 2026, pertanyaan ini menjadi semakin relevan. Pasalnya, kebutuhan kerja harian kini semakin terhubung dengan fitur berbasis kecerdasan buatan, mulai dari video call, editing konten, hingga multitasking produktivitas. Di sinilah laptop AI vs laptop konvensional mulai menunjukkan jurang perbedaan yang cukup signifikan. Supaya kamu lebih mudah memahaminya, pahami ulasan praktis yang layak kamu ketahui seputar perbandingan laptop AI dan laptop konvensional.

1. Pengertian singkat tentang laptop AI

ilustrasi laptop membuka fitur AI
ilustrasi laptop membuka fitur AI (unsplash.com/Emiliano Vittoriosi)

Sebelum masuk ke perbandingan, kamu perlu memahami apa itu laptop AI. Secara sederhana, laptop AI adalah laptop yang dibekali neural processing unit (NPU), sebuah komponen khusus yang dirancang untuk memproses tugas kecerdasan buatan secara lokal di perangkat. Berbeda dengan laptop konvensional yang hanya mengandalkan CPU dan GPU, laptop dengan NPU mampu menjalankan pemrosesan AI secara efisien tanpa selalu bergantung pada koneksi internet atau server cloud.

2. Perbedaan laptop AI dan laptop konvensional dari sisi hardware

ilustrasi laptop membuka fitur AI
ilustrasi laptop membuka fitur AI (unsplash.com/Deng Xiang)

Perbedaan paling mendasar antara laptop AI dan laptop konvensional terletak pada arsitektur hardware. Laptop AI memiliki tiga otak utama, yakni CPU, GPU, dan NPU. Sedangkan laptop konvensional hanya mengandalkan CPU dan GPU untuk semua jenis beban kerja.

Keberadaan NPU di sini bertujuan untuk menangani proses berbasis AI, seperti pengenalan wajah, transkripsi suara, pemrosesan gambar, hingga model bahasa AI. Contoh prosesor yang sudah memiliki NPU, antara lain Intel Core Ultra series, AMD Ryzen AI 300 series, dan Qualcomm Snapdragon X series. Setiap prosesor memiliki jumlah angka TOPS yang berbeda. Angka tersebut menunjukkan seberapa kuat laptop tersebut menjalankan tugas AI. Semakin tinggi angkanya, maka semakin cepat proses AI dapat dijalankan.

3. Pemrosesan AI, lokal vs cloud

ilustrasi laptop membuka fitur AI
ilustrasi laptop membuka fitur AI (unsplash.com/Aerps.com)

Pada laptop konvensional, fitur AI umumnya berjalan di cloud. Artinya, tiap perintah AI membutuhkan koneksi internet yang stabil. Jika jaringan lambat, pengalaman penggunaan otomatis ikut terganggu. Sebaliknya, laptop AI mampu menjalankan AI on device. Berbagai fitur bisa berjalan langsung di laptop, seperti transkripsi real time, penghapusan noise video call, hingga pengolahan gambar. Selain lebih cepat, pendekatan ini juga membuat privasi lebih terjaga karena data tidak perlu dikirim ke server eksternal.

4. Efisiensi daya dan daya tahan baterai

ilustrasi laptop membuka fitur AI
ilustrasi laptop membuka fitur AI (unsplash.com/Berke Citak)

Salah satu manfaat laptop AI yang paling terasa adalah efisiensi daya. Dilansir hp.com, laptop AI mampu memberikan masa pakai baterai 20–30 persen lebih lama saat menjalankan alur kerja berbasis AI dibanding laptop konvensional. Sebab, NPU bekerja jauh lebih hemat daya dibanding CPU atau GPU saat menangani tugas AI. Hasilnya, laptop AI tidak hanya lebih pintar, tetapi juga lebih tahan lama untuk penggunaan seharian, mulai dari kerja kantoran hingga mobilitas tinggi.

5. Keamanan dan privasi yang dianggap lebih modern

ilustrasi laptop
ilustrasi laptop (unsplash.com/Dell)

Dalam penggunaan produktivitas sehari-hari, laptop AI jelas menawarkan pengalaman yang terasa lebih responsif karena CPU dan GPU tidak terbebani tugas AI. Di samping itu, laptop AI juga unggul dari sisi keamanan. Berkat dukungan AI, sistem dapat menganalisis pola berbasis penggunaan supaya lebih personal, seperti yang ada pada fitur Windows Hello atau adaptive lock. Sementara itu, laptop konvensional masih mengandalkan metode keamanan konvensional yang bersifat reaktif, bukan prediktif seperti pada AI PC.

Pertanyaan terakhir yang paling sering muncul adalah soal upgrade laptop AI. Jika kebutuhan kamu masih sebatas browsing, mengetik, dan konsumsi media ringan, laptop konvensional sebenarnya masih cukup. Namun, jika kamu sering bekerja dengan aplikasi kreatif, aktif meeting online, membutuhkan efisiensi baterai tinggi, serta ingin perangkat yang siap menghadapi perkembangan software jangka panjang, laptop AI jelas menjadi pilihan lebih relevan. 

Singkatnya, perbedaan laptop AI dan laptop konvensional bukan sekadar istilah, melainkan perubahan cara kerja perangkat itu sendiri. Laptop AI menawarkan pengalaman yang lebih cerdas, efisien, dan aman. Sementara laptop konvensional tetap relevan untuk kebutuhan dasar. Jadi, tinggal kamu sesuaikan saja berdasarkan gaya kerja dan kebutuhan harian saat ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More

Cara Reset Pabrik HP Samsung dengan Tombol, Praktis!

09 Feb 2026, 10:57 WIBTech