Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan untuk Lebih Memilih Mac mini Dibanding MacBook

4 min read
5 Alasan untuk Lebih Memilih Mac mini Dibanding MacBook
ilustrasi Mac mini (Unsplash/Amanz)
  • Mac mini M6 mulai US$899 dengan RAM 16GB dan penyimpanan 256GB, lebih ekonomis dibanding MacBook Air atau Pro bagi pengguna yang sudah memiliki monitor, keyboard, dan mouse.

  • Sebagai satu-satunya Mac dengan chip M6, Mac mini menawarkan CPU 12-core, peningkatan komputasi AI, GPU lebih cepat, ray tracing hardware, serta pendinginan aktif untuk performa berat lebih stabil.

  • Tanpa baterai, Mac mini menghindari penurunan kapasitas pengisian dan cocok dipakai jangka panjang, termasuk untuk AI lokal, media server, atau NAS berkat Ethernet, banyak port, dan daya 24 jam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika ingin membeli perangkat Mac baru, kebanyakan orang langsung melirik MacBook. Padahal ada pilihan lain dari Apple yang sering terlewat karena ukurannya yang mungil yaitu Mac mini. Sejak didesain ulang bersama chip M4, perangkat ini jadi lebih tipis dan jauh lebih mumpuni secara performa. Kini Mac mini juga menjadi yang pertama merasakan chip generasi terbaru dari Apple yaitu M6 dan M5 Pro. Harganya sendiri memang naik akibat kelangkaan komponen memori, namun masih ada banyak alasan untuk lebih memilihnya dibanding MacBook. Apa saja itu? Berikut ulasan lebih lengkapnya.

  1. 1. Harga lebih bersahabat

    daniel-romero-M8fW1dNFEj8-unsplash.jpg
    ilustrasi Mac mini (Unsplash/Daniel Romero)

    Mac mini M6 dibanderol di harga mulai dari US$899 (Rp16,2 juta) dengan RAM 16GB dan penyimpanan 256GB. Memang, ada MacBook Neo yang dijual di harga US$699 (Rp12,5 juta), namun selisih US$200 (Rp3,7 juta) itu sepadan karena pengguna mendapat RAM dan penyimpanan dua kali lipat serta chip kelas atas, sementara Neo masih menggunakan chip kelas iPhone. Sementara itu, MacBook lain seperti MacBook Air dan MacBook Pro masing-masing dijual mulai dari US$1.299 (Rp23,4 juta) dan US$$1.999 (Rp36 juta). Untuk pengguna yang sudah memiliki keyboard, mouse dan monitor di rumah atau kantor, membeli Mac mini jadi keputusan yang jauh lebi masuk akal daripada meminang MacBook.

  2. 2. Ditenagai chip terbaru

    Saat ini Mac mini menjadi satu-satunya perangkat Mac yang ditenagai oleh chip M6. Chip paling gesit dari Apple sejauh ini memang masih dipegang M5 Ultra di Mac Studio, namun M6 menawarkan lompatan performa yang signifikan dibandingkan chip di iMac, MacBook Air dan MacBook Pro. Chip M6 sendiri dibuat dengan proses fabrikasi 2nm sehingga lebih padat transistor. CPU-nya memiliki 12 core, dua lebih banyak dari M5 dengan performa multithread sekitar 1,2 kali lebih cepat. Selain itu, Neural Engine dengan 16 core-nya juga menawarkan komputasi AI hingga dua kali lipat, sedangkan GPU 12 core menawarkan kenaikan performa sekitar 30% untuk kebutuhan AI. Lalu ada pula dukungan ray-tracing berbasis hardware yang membuat kegiatan bermain game dan modeling 3D menjadi lebih lancar.

  3. 3. Bebas masalah baterai

    samuel-angor-wOMyMzNpIZU-unsplash.jpg
    ilustrasi Mac mini (Unsplash/Samuel Angor)

    MacBook yang ditenagai chip buatan Apple dirancang untuk tahan di sekitar 1.000 siklus pengisian dan baterainya tidak semudah itu diganti seperti pada iPhone. Padahal berdasarkan riset di 2024, sebagian besar pengguna menggunakan PC atau laptopnya minimal tiga tahun, dan banyak yang bahkan bertahan lebih dari tujuh tahun. Nah, jika pengguna MacBook menggunakan satu siklus pengisian daya setiap hari kerja, artinya baterai perlu diganti setelah lebih dari empat tahun. Sebelum itu pun tanda-tandanya biasanya sudah muncul seperti harus sering-sering diisi daya dan MacBook jadi mudah panas. Di sisi lain, Mac mini tidak memiliki baterai, sehingga terbebas dari masalah semacam itu. Dengan RAM dan penyimpanan yang cukup, Mac mini bisa terus melayani pengguna hingga sekitar satu dekade.

  4. 4. Sistem pendingin lebih unggul

    Sejumlah MacBook seperti MacBook Neo dan MacBook Air mengandalkan bodi aluminium dan chip hemat daya tanpa kipas. Itu sudah cukup untuk pemakaian ringan, namun untuk pemakaian berat, keduanya mau tidak mau harus menurunkan performa (throttling). Sementara itu, MacBook Pro mengatasinya lewat layout komponen internal yang mampu mengalirkan udara dengan lebih baik. Mac mini menawarkan keunggulan yang serupa di mana Apple menyebut adanya desain termal yang dioptimalkan, dan karena desain tidak banyak berubah dari generasi sebelumnya, kipasnya pun jadi bisa dipertahankan. Hasilnya, ketika bermain game atau mengedit video 4K, performa yang dihasilkan Mac mini tetap stabil lebih lama tanpa tercederai oleh masalah panas.

  5. 5. Cocok untuk AI lokal dan server

    joey-banks-LMpaFri1PXk-unsplash.jpg
    ilustrasi Mac mini (Unsplash/Joey Banks)

    Selain untuk kebutuhan umum, Mac mini juga sangat cocok dijadikan mesin untuk menjalankan model AI lokal, media server atau NAS rumahan. MacBook memang bisa dijadikan mesin yang sama, namun harganya lebih mahal dan komponen seperti layar, trackpad dan baterai berakhir tidak terpakai. Selain itu, beban kerja server dan AI lokal juga membebani CPU terus-menerus, sehingga MacBook akan mudah panas dan performanya melambat. Mac mini di sisi lain, memiliki sirkulasi udara dan sistem pendingin aktif yang lebih baik. Dari sisi konektivitas, tersedia pula Ethernet dan banyak port berkecepatan tinggi, tanpa harus bergantung pada dongle atau hub seperti ketika menggunakan MacBook. Terakhir, karena langsung terhubung ke stop kontak, Mac mini juga ideal untuk menyala 24 jam tanpa khawatir masalah baterai.

    Demikian tadi ulasan mengenai beberapa alasan untuk lebih memilih Mac mini dibanding MacBook. Setuju dengan ulasan di atas? Atau kamu punya pendapat lain?

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More