TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Tips Memilih Power Supply untuk PC, Perhatikan Sertifikasinya!

Salah pilih bisa fatal akibatnya

Power supply menjadi gerbang dalam memasukkan arus listrik ke semua komponen pada PC. (unsplash.com/Andrey Matveev)

Power supply (PSU) atau catu daya mungkin menjadi komponen yang dinomorduakan setelah VGA atau prosesor. Faktanya, catu daya justru menjadi perangkat yang memiliki tugas paling berat di antara semua komponen PC. Tugasnya adalah memasukkan dan mendistribusikan arus listrik untuk disalurkan ke komponen PC lainnya.

Tak jarang akibat menyepelekan fungsi power supply, pengguna PC malah mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Kerusakan PC bisa terjadi akibat kita salah dalam memilih catu daya. Bahkan, power supply bermasalah bisa menjadi penyebab kebakaran akibat hubungan arus pendek.

Nah, kali ini ada beberapa tips memilih power supply untuk PC. Biasanya, produk yang mahal memang bisa dikatakan bagus. Akan tetapi, produk yang bagus ternyata gak harus mahal, kok. Yuk, disimak!

1. Pilih yang sudah bersertifikasi 80 Plus

Sertifikasi 80 Plus menjadi salah satu patokan penting di sebuah produk catu daya. (clearesult.com)

Laman resmi CLEAResult menjelaskan bahwa 80 Plus merujuk pada efisiensi teknis yang ada pada sebuah power supply. Dalam arti lain, 80 Plus menjadi patokan standar minimal bagi catu daya dalam menerima, mengolah, dan menyuplai arus listrik sebanyak 80 persen dari keseluruhan daya yang bisa diterima.

Ambil contoh, sebuah PSU berkapasitas 500 W 80 Plus Gold. Artinya produk ini mampu menerima dan menyuplai daya bersih sebanyak 87—90 persen dari total daya yang tertulis, yakni 435—450 W. Dengan kata lain, PSU atau power supply tersebut membuang panas (arus listrik yang berubah menjadi kalor) sebanyak 10—13 persen saja.

Makin tinggi kelas 80 Plus-nya, makin tinggi pula efisiensi yang didapatkan di sebuah PSU. Lalu, bagaimana jika PSU belum berteknologi 80 Plus? Well, itu artinya, daya yang diambil dan didistribusikan oleh catu daya hanya di bawah 80 persen. Bahkan, lebih parahnya ia bisa berada di angka 50 persen saja. PSU 500 W tanpa 80 Plus biasanya hanya menerima dan menyuplai arus listrik sebesar 250 W alias separuhnya.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Mengoptimalkan Proses Unduh di Komputer, Gak Buang Waktu

2. Sesuaikan dengan kapasitas daya total di PC milikmu

Komponen di dalam PC tentu sangat berpengaruh pada keputusan kita dalam membeli PSU. (unsplash.com/Onur Binay)

Jangan memilih PSU berkapasitas rendah ketika PC akan digunakan untuk gaming. Pada umumnya, PC gaming dilengkapi dengan prosesor dan VGA (kartu grafik) kelas atas yang bakal mengisap daya listrik cukup besar. Ketika kamu memilih VGA sekelas NVIDIA RTX 3060 Ti, misalnya, menggunakan power supply 450—500 W adalah sebuah kesalahan.

Pasalnya, VGA kelas RTX tersebut akan memakan daya TDP 200 W. Jika digabungkan dengan komponen PC lainnya, kamu membutuhkan PSU 700 W 80 Plus untuk menjalankannya dengan sempurna. Hal ini tentu akan berbeda ketika kamu merakit PC gaming dengan VGA kelas menengah, seperti GTX 750 Ti, GTX 1650, RX 6400, atau RX 6500 yang masih hemat daya.

3. Pilih produk yang sudah terkenal kualitasnya

ilustrasi memasang komponen catu daya di PC (techcult.com)

Brand atau merek cukup mewakili dari produk yang mereka ciptakan. Tentunya, sebagai calon pembeli, kita bakal dihadapkan pada segudang pilihan dari berbagai merek. Nah, untuk memudahkanmu dalam memilih power supply, coba kerucutkan pilihan hanya kepada merek-merek yang sudah berpengalaman dalam bidang pembuatan PSU.

Menurut laman Tech Cult, merek terkenal memang biasanya memiliki produk PSU yang bagus. Beberapa merek resmi yang merilis produk PSU bagus di pasaran adalah Corsair, Seasonic, EVGA, Antec, ASUS, be quiet!, Cooler Master, MSI, FSP, Aerocool, dan Super Flower. Uniknya, kadang merek bagus dijual dengan harga yang cukup terjangkau sehingga gak bakal membuat kantong jebol.

4. Pilih yang menyertakan garansi resmi

ilustrasi merakit komponen PC beserta PSU-nya (devicetests.com)

Merek atau brand yang terkenal tentu akan memberikan garansi resmi untuk PSU yang mereka rilis ke pasaran. Bahkan, biasanya bukan hanya 1 tahun saja, melainkan garansi bisa di atas 2 tahun tergantung kelas dan spesifikasinya. Garansi resmi sangat dibutuhkan oleh pembeli sebagai perlindungan bagi konsumen kalau-kalau suatu saat terjadi kerusakan pada produk yang dibeli.

Sebaliknya, PSU atau power supply abal-abal biasanya tidak menyertakan garansi resmi di dalam paket penjualan. Harganya tentu jauh lebih murah ketimbang PSU bermerek. Andai menyertakan garansi, itu bukanlah garansi resmi dari produsen, melainkan hanya dari pihak toko atau personal. So, teliti lagi sebelum membeli, ya.

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini jika Kamu Menggunakan Komputer 24 Jam Penuh

Verified Writer

Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya