Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Chipset 12 nm di HP Masih Relevan buat 2026? Cek Faktanya
ilustrasi chipset HP 12nm (mi.co.id)
  • Chipset 12 nm dinilai sudah tidak relevan untuk tahun 2026 karena teknologi kuno, performa rendah, mudah panas, dan kurang efisien dalam menjalankan aplikasi modern.
  • Hasil pengujian menunjukkan chipset 12 nm seperti Helio G96 tertinggal jauh dari chipset 4–6 nm seperti Snapdragon 685 dan Snapdragon 6 Gen 1 dalam hal kecepatan dan skor benchmark.
  • Risiko utama penggunaan chipset 12 nm adalah overheat saat gaming, efisiensi daya buruk, serta kemampuan grafis lemah yang membuat pengalaman pengguna kurang nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap tahun perkembangan teknologi HP terus mengalami peningkatan. Salah satu yang mendapat peningkatan paling signifikan adalah chipset atau prosesor. Awalnya, chipset HP mudah panas karena menggunakan proses fabrikasi kuno. Namun, sekarang sudah ada proses fabrikasi yang canggih seperti 6 nm, 5 nm, 4 nm, hingga 2 nm.

Menariknya, chipset dengan proses fabrikasi 12 nm yang terhitung kuno masih berkeliaran, lho! Biasanya, chipset 12 nm bisa kamu temukan di HP murah yang harganya sekitar Rp1 juta--2 jutaan. Meski kerap ditemukan, apakah chipset 12 nm di HP masih relevan buat 2026? Yuk, kupas lewat ulasan berikut!

1. Apakah chipset 12 nm di HP masih relevan buat 2026?

ilustrasi chipset HP 12nm (mi.co.id)

Dilansir berbagai sumber, chipset dengan fabrikasi 12 nm sudah tidak relevan di 2026 karena beberapa hal seperti teknologinya yang kuno, punya performa rendah, rawan overheat, dan kurang efisien. Semua hal tersebut bisa bikin penggunaan kurang nyaman, entah itu ketika bermain game, multitasking, rendering, atau sekadar scrolling media sosial. Biasanya, chipset dengan fabrikasi 12 nm juga tidak memberikan fitur baru sehingga tak mampu menjalankan aplikasi modern dengan lancar.

2. Performa chipset 12 nm di HP buat 2026

ilustrasi chipset HP 12nm (mi.co.id)

Performa chipset 12 nm di 2026 sudah kalah jauh dari chipset lain yang menggunakan fabrikasi 4 nm atau 6 nm. Sebagai contoh, pengetesan di laman NanoReview menjelaskan bahwa Snapdragon 685 (6 nm) punya clock speed lebih tinggi dari MediaTek Helio G88 (12 nm). Clock speed tinggi membuat aplikasi dan perintah bisa berjalan dengan lebih cepat. Pengetesan benchmark juga menunjukkan bahwa chipset 12 nm seperti MediaTek Helio G96 tertinggal jauh di bawah Snapdragon 6 Gen 1 (4 nm). Skor benchmark tinggi bisa menjadi patokan terkait performa dan kemampuan chipset secara keseluruhan.

3. Risiko menggunakan chipset 12 nm di HP

ilustrasi chipset HP 12nm (mi.co.id)

Risiko terbesar menggunakan chipset 12 nm pada 2026 adalah performanya yang lemot dan manajemen suhunya yang tidak optimal. Di berbagai forum seperti JustAnswer dan Quora banyak pengguna yang menyampaikan bahwa chipset 12 nm kerap mengalami overheat ketika digunakan bermain game. Overheat menyebabkan game lag, FPS drop, suhu naik drastis, akhirnya game tak nyaman dimainkan. Chipset 12 nm juga tak memiliki optimalisasi grafis dan efisiensi daya yang buruk sehingga membuat baterai cepat habis serta tak mampu mengolah visual dengan baik.

4. Contoh chipset yang menggunakan fabrikasi 12 nm

ilustrasi chipset HP 12nm (mi.co.id)

Peredaran chipset 12 nm mulai berkurang pada 2026 karena kemunculan chipset lain dengan proses fabrikasi yang lebih modern. Namun, beberapa produsen masih menjual dan memproduksi chipset 12 nm, lho! Dilansir CPU Monkeys, beberapa chipset 12 nm dari MediaTek adalah MediaTek Helio G20, Helio G30, Helio G70, Helio G80, Helio G90, dan Helio P95. Model yang lebih baru seperti Helio G88, Helio G91 Ultra, dan Helio G81 Ultra juga pakai fabrikasi 12 nm. Qualcomm juga punya beberapa chipset 12 nm seperti Snapdragon 429 dan Snapdragon 439 yang sudah tidak diproduksi.

Apakah chipset 12 nm di HP masih relevan buat 2026? Tentunya tidak karena teknologinya kuno, performanya rendah, dan tak mampu menjalankan aplikasi modern dengan baik. Sekarang sudah banyak chipset dengan proses fabrikasi yang lebih modern. Tak perlu merogoh kocek hingga belasan juta, kamu sudah bisa mendapat chipset 6 nm, 5 nm, atau 4 nm hanya dengan membayar Rp2 juta--4 jutaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team