5 Hal Unik tentang Chipset Exynos, Performa Bukan Kelebihannya!

- Chipset Exynos pertama kali hadir tahun 2011 lewat Exynos 4210 Dual di Galaxy S2, menjadi langkah awal Samsung dalam mengembangkan prosesor buatan sendiri.
- Performa Exynos masih tertinggal dari Snapdragon dan MediaTek berdasarkan hasil benchmark Geekbench serta AnTuTu, meski terus mengalami peningkatan tiap generasi.
- Exynos 2600 menjadi chipset pertama dengan fabrikasi 2nm dan memakai GPU berbasis AMD RDNA, menandai kolaborasi berkelanjutan Samsung dengan AMD untuk meningkatkan performa grafis.
Di tengah gempuran Snapdragon dan MediaTek terdapat satu chipset smartphone yang diam-diam masih bertahan, yaitu Exynos. Chipset tersebut merupakan chipset buatan Samsung yang umumnya dipasang di smartphone Samsung Galaxy. Tak hanya itu, ada berbagai hal unik tentang chipset Exynos yang membedakannya dengan pesaingnya.
Beberapa di antaranya terkait arsitektur, performa, dan fabrikasinya. Selain itu, asal-usul chipset Exynos juga sangat menarik untuk diulik.
1. Pertama dirilis pada 2011

Dilansir Android Authorithy, sepak terjang chipset Exynos pertama dimulai pada 2011 saat Samsung merilis model pertamanya, yaitu Exynos 4210 Dual yang dipasang di Samsung Galaxy S2. Menariknya, pada 2010 Samsung sudah merilis chipset lain bernama Hummingbird yang kemudian namanya diganti menjadi Exynos 3 Single.
Exynos 4210 Dual adalah chipset dengan clock speed 1.2GHz dan CPU Cortex-A9. Ia ditenagai GPU Mali-400MP4, dibuat menggunakan proses fabrikasi 45 nm, pakai RAM LPDDR2, dan bisa merekam video di resolusi 1080p 30 FPS. Chipset Hummingbird sendiri punya spesifikasi yang lebih rendah, yaitu punya fabrikasi 45 nm, clock speed 1GHz, pakai CPU Cortex-A8, dan ditenagai GPU PowerVR SGX540.
2. Performanya masih kalah dengan chipset lain

Salah satu hal yang menjadi kekurangan dari Exynos adalah performanya yang masih di bawah chipset lain. Hal tersebut terbukti dari perolehan skor di berbagai aplikasi benchmark. Dilansir XDA Developer, HP flagship Samsung yang menggunakan chipset Snapdragon memiliki skor Geekbench lebih tinggi dari model yang pakai Exynos, entah itu di Multi Core atau Single Core.
Contohnya, Galaxy S22 yang pakai Snapdragon 888 punya skor Multi Core 3111 dan Single Core 1027. Varian Galaxy S22 dengan Exynos 2100 punya skor Single Core 941 dan Multi Core 2925. Rangking di NanoReview juga menempatkan chipset Exynos di bawah chipset lain berdasarkan skor AnTuTu v11 karena skornya hanya 2-3,1 jutaan. Chipset lain seperti Snapdragon dan MediaTek bisa menorehkan skor hingga 3,9 jutaan.
3. Exynos jadi chipset smartphone pertama yang pakai fabrikasi 2nm

Walau kalah soal performa, tapi Exynos berhasil memecahkan rekor sebagai chipset smartphone pertama yang menggunakan proses fabrikasi 2 nm, yaitu di Exynos 2600. Dilansir Samsung Semiconductor, Exynos 2600 menggunakan proses fabrikasi 2 nm GAA yang mampu meningkatkan performa dan efisiensi. Exynos 2600 juga pakai sistem pendingin Heat Path Block (HPB), pertama di industri smartphone.
Exynos 2600 dirilis pada 19 Desember 2025 dan merupakan chipset filagship. Ia menggunakan GPU Xclipse 960, punya clock speed 3,8GHz, dan skor AnTuTu v11nya di 3,1 jutaan. Konfigurasi core Exynos 2600 adalah satu core C1-Ultra (3.8GHz), tiga core C1-Pro (3.2GHz), dan enam core C1-Pro (2.7GHz). Exynos 2600 juga dibuat dengan arsitektur ARM v9.3.
4. Exynos dibuat dengan kerja sama bersama AMD

Pada 2022 Samsung menjalin kerja sama dengan AMD dalam pembuatan chipset Exynos terbaru, yaitu Exynos 2200. Dilansir Samsung Newsroom Indonesia, kala itu Samsung menggunakan arsitektur AMD RDNA 2 dalam membangun Exynos 2200, tepatnya dalam pengembangan GPU Xclipse. Kerja sama tersebut diklaim mampu meningkatkan performa gaming dan menambahkan fitur seperti ray tracing. Sejak saat itu kerja sama Samsung dengan AMD terus berlanjut, bahkan Exynos 2600 yang merupakan chipset terbaru menggunakan arsitektur AMD RDNA 4.
5. Exynos tak hanya dipakai di HP Samsung

Secara luas Exynos memang hanya dipakai di HP Samsung. Namun, di masa lalu chipset tersebut juga dipakai oleh produsen lain, yaitu vivo. Dilansir GSMArena, pada 2020 ada vivo Y17s dan vivo S6 5G yang pakai Exynos 880 serta Exynos 980 secara berurutan. Di tahun sebelumnya vivo X30 series yang merupakan seri flagship juga pakai Exynos 980. Kemudian, Exynos 1080 dipakai di vivo X60 Pro (versi China) dan vivo X70 Pro pada 2021. Namun, sekarang vivo sudah berhenti menggunakan Exynos dan beralih ke Snapdragon atau MediaTek.
Berbagai hal unik tentang chipset Exynos menjadi bukti bahwa Samsung adalah perusahaan teknologi raksasa yang bisa membuat berbagai produk. Kehadiran chipset Exynos juga bikin Samsung tidak bergantung terlalu besar pada perusahaan lain. Hal tersebut berbeda dari produsen HP lain yang masih terikat dengan Qualcomm atau MediaTek dalam urusan chipset.


















