Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Chipset XRING O3 Siap Rilis, GPU Lebih Buas dan Gaming makin Puas!

Chipset XRING O3 Siap Rilis, GPU Lebih Buas dan Gaming makin Puas!
XRING O3 (x.com/@TECHINFOSOCIALS)
Intinya Sih
  • Xiaomi tengah memfinalisasi chipset XRING O3 dengan peningkatan performa signifikan, termasuk clock speed hingga 4,05 GHz dan efisiensi daya berkat fabrikasi 3nm dari TSMC.
  • Struktur prosesor XRING O3 kini lebih ringkas dengan tiga klaster utama, menghadirkan efisiensi energi dan stabilitas sistem yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
  • XRING O3 akan debut di Xiaomi Mix Fold 5 pada Juli 2026, menandai langkah strategis Xiaomi menuju kemandirian chipset sambil tetap bersaing di segmen flagship premium.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Xiaomi tampaknya tidak ingin terus bergantung pada chipset buatan vendor lain. Setelah memperkenalkan XRING O1, perusahaan asal China tersebut kini dikabarkan tengah memfinalisasi penerusnya, yakni XRING O3. Chipset mobile racikan sendiri ini disebut membawa sejumlah peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Kehadiran XRING O3 semakin menarik karena diperkirakan akan debut bersama perangkat foldable terbaru Xiaomi, yaitu Mix Fold 5. Smartphone ini digadang-gadang menjadi penerus Mix Fold 4 yang meluncur pada 2024. Sebelumnya, Xiaomi sempat diperkirakan akan merilis Mix Fold 5 pada 2025. Namun, berdasarkan bocoran dari Mi Code, perangkat yang memiliki nama internal Q18 diyakini kuat sebagai generasi terbaru lini foldable tersebut. Lalu, apa saja keunggulan chipset ini? Berikut ulasannya.

1. Performa clock speed XRING O3 tembus 4 GHz

Chipset XRING O1 dengan desain futuristik berwarna hitam dan biru menampilkan pola titik-titik bercahaya di bagian bawah.
chipset XRING O1 (mi.com)

Salah satu daya tarik utama XRING O3 terletak pada peningkatan clock speed yang cukup besar. Core utama atau Prime Core pada chipset ini dikabarkan mampu mencapai kecepatan hingga 4,05 GHz, lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya yang berada di angka 3,89 GHz. Kenaikan ini menunjukkan potensi pemrosesan yang lebih cepat dan responsif. Dampaknya akan terasa saat menjalankan aplikasi berat, multitasking, maupun bermain gim.

Selain itu, penggunaan fabrikasi 3nm dari TSMC diyakini turut meningkatkan efisiensi daya secara signifikan. Melalui proses manufaktur yang lebih kecil, chipset dapat bekerja optimal tanpa menghasilkan panas berlebih. Kombinasi performa tinggi dan konsumsi daya yang lebih hemat ini menjadi nilai tambah penting. Artinya, XRING O3 bukan hanya bertenaga, tetapi juga lebih efisien dalam mengelola energi.

2. Struktur inti prosesor XRING O3 lebih ringkas dibandingkan XRING O1

Logo chipset Xiaomi XRING 01 dengan latar belakang gelap dan efek cahaya biru di sisi kanan gambar.
Xiaomi 15s Pro menjadi HP pertama yang dibekali chipset terbaru buatan Xiaomi, XRING 01 (m.weibo.cn/Lei Jun)

Perubahan besar juga terlihat pada struktur inti prosesor XRING O3 yang kini dibuat lebih sederhana. Jika XRING O1 sebelumnya mengusung empat klaster, Xiaomi memangkasnya menjadi tiga klaster saja. Susunannya terdiri dari Prime Core, Titanium Core, dan Little Core, tanpa kehadiran Big Core. Langkah ini terbilang berani karena berbeda dari pendekatan umum chipset flagship lain di pasaran.

Meski lebih ringkas, penyederhanaan tersebut justru membuka peluang efisiensi yang lebih baik. Distribusi beban kerja dapat diatur lebih optimal sehingga sistem mampu bekerja stabil tanpa bergantung pada banyak klaster. Selain itu, pendekatan ini juga berpotensi menekan konsumsi daya sekaligus mengurangi panas berlebih.

3. Kecepatan GPU meningkat dari 1,2 GHz menjadi 1,5 GHz

ilustrasi gamer
ilustrasi gamer (mi.co.id)

Tak hanya sektor CPU, kemampuan grafis XRING O3 juga disebut mengalami peningkatan signifikan. Kecepatan GPU naik dari 1,2 GHz pada generasi sebelumnya menjadi hampir 1,5 GHz. Kenaikan ini diperkirakan memberi dampak besar pada performa visual, terutama untuk kebutuhan gaming dan rendering grafis. Pengguna berpotensi merasakan frame rate yang lebih stabil dan tampilan yang lebih mulus.

Bagi para gamer, peningkatan tersebut tentu menjadi kabar baik. Game bergrafis tinggi dapat berjalan lebih lancar tanpa gangguan lag. Di sisi lain, kemampuan rendering yang lebih kuat juga bermanfaat untuk aktivitas seperti editing video maupun desain grafis. Alhasil, XRING O3 sanggup menangani kebutuhan performa tinggi.

4. Pengembangan XRING O3 merupakan bagian dari finalisasi chipset buatan Xiaomi sendiri

Chipset XRING O1 dengan tulisan ultra performance dan desain futuristik berwarna biru gelap yang menonjol di latar belakang.
Xiaomi Pad 7 Ultra menjadi perangkat pertama yang mengusung chipset XRING O1 (mi.com)

Pengembangan XRING O3 menjadi bagian dari strategi jangka panjang Xiaomi untuk lebih mandiri di sektor chipset. Sebelumnya, XRING O1 telah digunakan pada perangkat seperti Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra. Melalui rancangan chipset sendiri, Xiaomi dapat mengendalikan lebih banyak aspek, mulai dari performa hingga optimasi sistem. Langkah ini juga membuka peluang integrasi yang lebih erat dengan HyperOS.

Meski demikian, Xiaomi tampaknya belum sepenuhnya meninggalkan vendor eksternal. Beberapa perangkat, seperti Xiaomi Flip 3, masih diperkirakan memakai chipset Snapdragon. Strategi ini menunjukkan fleksibilitas Xiaomi dalam menyesuaikan kebutuhan pasar. Melalui pendekatan hybrid tersebut, perusahaan dapat menjaga keseimbangan antara inovasi dan stabilitas produk.

5. Debut di Xiaomi Mix Fold 5

Xiaomi MIX Fold 4
Xiaomi MIX Fold 4 (mi.com)

Mengutip Gadgets360, XRING O3 dikabarkan akan menjadi otak utama Xiaomi Mix Fold 5 yang dijadwalkan meluncur pada Juli 2026. Bocoran terbaru menyebutkan perangkat tersebut sudah mulai terdeteksi dalam basis data Mi Code. Laporan dari Ximitime mengungkap smartphone ini membawa nomor model 2608BPX34C dengan label internal Q18. Berdasarkan pola penamaan Xiaomi, seri “18” umumnya digunakan untuk lini smartphone lipat, sehingga Q18 diyakini sebagai generasi terbaru Mix Fold. Perangkat ini juga disebut berpotensi hadir dengan nama alternatif Xiaomi 17 Fold.

Menariknya, Xiaomi sebelumnya sempat menyiapkan penerus Xiaomi Mix Fold 4 untuk rilis lebih cepat. Namun, prototipe berkode nama “nirvana” dengan model O18 dilaporkan dibatalkan. Kini, versi final disebut hadir dengan pengembangan yang lebih matang dan dibekali chipset XRING O3. Chip ini menjadi penerus XRING O1 yang sebelumnya digunakan pada Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra. Lewat penggunaan chipset buatan sendiri, Xiaomi berupaya mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal, meski perangkat lain seperti Xiaomi Flip 3 diperkirakan masih memakai Snapdragon.

Dari sisi pasar, Xiaomi Mix Fold 5 akan berhadapan langsung dengan rival foldable premium seperti OPPO Find N5 dan Samsung Galaxy Z Fold 7. Dibanderol harga 1.399 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp24,2 jutaan, perangkat ini diposisikan di segmen flagship premium. Kehadiran XRING O3 pun berpotensi menjadi pembeda utama dibanding para pesaingnya.

XRING O3 bukan sekadar peningkatan spesifikasi, tetapi juga langkah strategis Xiaomi dalam membangun ekosistem teknologi yang lebih mandiri. Jika mampu menghadirkan performa tinggi sekaligus efisiensi daya yang optimal, chipset ini berpeluang mengubah peta persaingan smartphone flagship. Karena itu, kehadirannya layak untuk dinantikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More