ASUS ProArt P14 dan P16 Resmi Rilis di RI, Harga Mulai Rp80 Jutaan

ASUS meluncurkan ProArt P14 dan P16 di Indonesia dengan superchip NVIDIA RTX Spark serta kemampuan komputasi AI hingga 1 petaflop.
Kedua laptop dapat menjalankan model AI generatif secara lokal tanpa koneksi internet, dengan Unified Memory 64GB atau 128GB.
Harga resminya mulai Rp80.999.000 untuk ProArt P14 dan Rp113.999.000 untuk ProArt P16.
ASUS resmi meluncurkan dua laptop premium untuk kreator profesional di Indonesia, yakni ASUS ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA), pada Selasa (20/10/2026). Kedua laptop ini menjadi perangkat kreator pertama di Indonesia yang menggunakan superchip NVIDIA RTX Spark, dengan kemampuan komputasi AI hingga 1 petaflop. ASUS membanderol ProArt P14 dengan harga Rp80.999.000, sementara ProArt P16 dipasarkan seharga Rp113.999.000.
Kehadiran kedua laptop tersebut menandai langkah ASUS dalam menghadirkan perangkat kreator yang tidak hanya mengandalkan performa untuk penyuntingan video dan rendering, tetapi juga pemrosesan AI secara lokal. ProArt P14 dibekali Unified Memory sebesar 64GB, sedangkan ProArt P16 menawarkan kapasitas dua kali lebih besar, yakni 128GB. Konfigurasi tersebut memungkinkan kreator menjalankan model AI generatif langsung dari laptop, termasuk ketika tidak terhubung ke internet.
ASUS memosisikan ProArt P14 dan P16 sebagai perangkat kerja untuk kreator profesional, agensi kreatif, rumah produksi, hingga seniman 3D yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi. Selain mengandalkan NVIDIA RTX Spark, kedua laptop ini membawa layar ASUS Lumina Pro OLED dengan akurasi warna tinggi, desain portabel, serta dukungan ekosistem aplikasi kreatif. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mendukung proses produksi konten yang semakin kompleks, terutama ketika AI mulai menjadi bagian dari alur kerja kreatif.
1. NVIDIA RTX Spark jadi andalan untuk performa AI

NVDIA RTX Spark (IDN Times/Fatkhur Rozi) Salah satu pembeda utama ASUS ProArt P14 dan P16 terletak pada penggunaan prosesor NVIDIA RTX Spark N1X. Superchip ini menggabungkan CPU NVIDIA Grace dengan 20 core dan GPU NVIDIA Blackwell RTX yang memiliki 6.144 CUDA core. ASUS mengklaim kombinasi tersebut mampu menghasilkan performa komputasi AI hingga 1 petaflop melalui pemrosesan FP4, sehingga dapat menangani model AI generatif yang membutuhkan sumber daya besar.
Berbeda dari konfigurasi laptop yang menggunakan memori sistem dan memori grafis secara terpisah, kedua perangkat ini mengandalkan arsitektur Unified Memory LPDDR5X. ProArt P14 memiliki kapasitas 64GB, sementara ProArt P16 menawarkan 128GB dengan kecepatan memori 9.400 MT/s. CPU dan GPU dapat mengakses kumpulan memori yang sama, sehingga model AI berukuran besar dapat dijalankan bersamaan dengan berkas foto atau video beresolusi tinggi yang sedang dikerjakan.
Dukungan CUDA juga menjadi bagian penting dari kemampuan komputasi kedua laptop tersebut. Selain menjalankan model AI generatif, teknologi ini dapat membantu mempercepat proses penyuntingan dan rendering melalui aplikasi kreatif yang mendukung akselerasi GPU. ASUS turut menyoroti penggunaan DaVinci Resolve Studio untuk pekerjaan video beresolusi 8K, terutama pada ProArt P16 yang menawarkan kapasitas Unified Memory lebih besar.
Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, menjelaskan bahwa kedua laptop tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan kreator profesional yang semakin bergantung pada komputasi AI.
"ASUS ProArt P14 dan P16 bukan sekadar laptop kreator biasanya, melainkan pusat komputasi AI lokal yang membebaskan para kreator dari batasan konektivitas dan kekhawatiran privasi. Kami menghadirkan tenaga pemrosesan kelas workstation untuk para kreator profesional dalam format teringan, layar ASUS Lumina Pro OLED paling akurat di kelasnya, dan ekosistem yang dirancang murni untuk The Real Pro," ujar Lenny.
2. Bisa menjalankan model AI generatif tanpa koneksi internet

ASUS ProArt P14 (IDN Times/Fatkhur Rozi) Kemampuan menjalankan AI secara lokal menjadi salah satu fitur yang mendapat perhatian khusus dalam peluncuran ASUS ProArt P14 dan P16. Melalui pendekatan ini, kreator dapat memproses materi menggunakan model AI langsung di perangkat tanpa harus mengunggah berkas ke layanan cloud. Kemampuan tersebut relevan bagi agensi maupun rumah produksi yang menangani materi klien dan membutuhkan kontrol lebih besar terhadap data proyek.
ASUS Indonesia telah melakukan pengujian internal menggunakan ProArt P14 dengan Unified Memory 64GB melalui aplikasi ComfyUI Desktop versi ARM64. Pengujian pertama menggunakan model Qwen Image 2.1 dengan kuantisasi INT8 untuk mengubah foto produk menjadi adegan sinematik pada resolusi 1024 dan 40 langkah pemrosesan. Dalam pengujian tersebut, penggunaan memori GPU mencapai 19,8GB dengan utilisasi GPU 100 persen dan suhu GPU berada di angka 68 derajat Celsius.
Pengujian berikutnya dilakukan menggunakan model MiniMax H3 dengan kuantisasi INT8 untuk mengubah satu foto menjadi video berdurasi lima detik lengkap dengan audio. Pada resolusi 0,7 megapiksel dan pengaturan turbo mode, proses tersebut diselesaikan dalam waktu 5 menit 54 detik dengan penggunaan memori GPU tertinggi mencapai 28,1GB. ASUS menegaskan bahwa hasil pengujian dapat berbeda tergantung versi aplikasi, driver, serta konfigurasi yang digunakan.
Selain ComfyUI Desktop, ASUS juga menjalankan Hermes Agent dengan model bahasa lokal untuk memperlihatkan kemampuan Agentic AI. Dalam skenario tersebut, AI dapat membaca isi folder proyek, merangkum brief klien, kemudian menghasilkan draf naskah atau caption ke dalam berkas baru tanpa memindahkan dokumen keluar dari laptop. Meski demikian, ComfyUI Desktop, Hermes Agent, dan model AI yang digunakan dalam pengujian tidak tersedia sebagai aplikasi bawaan, sehingga pengguna perlu mengunduh serta mengaturnya secara mandiri.
3. Layar ASUS Lumina Pro OLED untuk kebutuhan kreator profesional

ASUS ProArt P16 (IDN Times/Fatkhur Rozi) Selain performa, kualitas layar menjadi perhatian utama pada ASUS ProArt P14 dan P16. Kedua laptop menggunakan panel sentuh ASUS Lumina Pro OLED dengan refresh rate 120Hz dan waktu respons 0,2 milidetik. Layarnya juga telah mendapatkan validasi PANTONE, mendukung cakupan warna 100 persen DCI-P3, serta mampu menampilkan hingga 1,07 miliar warna untuk mendukung pekerjaan visual yang membutuhkan akurasi tinggi.
ASUS ProArt P14 hadir dengan layar OLED berukuran 14 inci yang menawarkan resolusi 2.8K atau 2.880 x 1.800 piksel dengan rasio 16:10. Panel tersebut memiliki tingkat kecerahan 500 nits dan dapat mencapai 1.100 nits untuk konten HDR, serta mengantongi sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1000. Konfigurasi ini ditujukan untuk kreator yang membutuhkan layar berkualitas tinggi dalam perangkat dengan dimensi lebih ringkas.
Sementara itu, ASUS ProArt P16 menawarkan layar OLED 16 inci dengan resolusi UHD+ atau 3.840 x 2.400 piksel. Tingkat kecerahannya mencapai 700 nits dengan puncak kecerahan HDR hingga 1.600 nits, serta didukung sertifikasi VESA DisplayHDR True Black 1400. Ukuran dan resolusi layar yang lebih besar memberikan ruang kerja lebih luas ketika kreator melakukan penyuntingan video, mengolah gambar, atau meninjau hasil pemrosesan AI.
Kedua layar juga mendukung Dolby Vision, teknologi anti-refleksi, serta penggunaan stylus MPP 2.6. ASUS turut menyertakan sertifikasi TÜV Low Blue Light dan TÜV Flicker-free untuk mendukung kenyamanan penggunaan. Kombinasi tersebut membuat layar tidak hanya menjadi sarana menampilkan konten, tetapi juga bagian penting dari proses kreatif yang membutuhkan ketelitian warna dan detail visual.
4. Desain portabel dengan baterai hingga 99,9Wh

ASUS ProArt P14 (IDN Times/Fatkhur Rozi) Meski membawa kemampuan komputasi tinggi, ASUS tetap mempertahankan desain yang relatif ringkas pada kedua laptop terbarunya. ProArt P14 memiliki ketebalan 1,39 cm dengan bobot sekitar 1,48 kg berdasarkan tabel spesifikasi resmi. Laptop ini juga dibekali baterai berkapasitas 90Wh untuk mendukung mobilitas kreator yang sering bekerja di luar studio.
ASUS ProArt P16 hadir dengan dimensi lebih besar untuk mengakomodasi layar 16 inci, tetapi memiliki bodi lebih tipis dengan ketebalan 1,29 cm. Bobotnya tercatat sekitar 1,77 kg, sementara kapasitas baterainya mencapai 99,9Wh. Kedua perangkat menggunakan adaptor pengisian daya USB Type-C 140W yang sudah disertakan dalam paket penjualan.
Dari sisi material, ASUS menggunakan aluminium untuk konstruksi kedua laptop tersebut. ProArt P14 tersedia dalam pilihan warna Nano Black dan Neo White, sedangkan ProArt P16 hadir dalam warna Nano Black. ASUS juga menyebut kedua perangkat telah melalui pengujian ketahanan berdasarkan standar militer Amerika Serikat MIL-STD 810H.
Kelengkapan konektivitasnya turut dirancang untuk mendukung pekerjaan kreatif. Kedua laptop dibekali tiga port USB4 Type-C dengan kecepatan hingga 40Gbps, satu USB 3.2 Gen 2 Type-A, HDMI 2.1 FRL, serta jack audio 3,5 mm. ProArt P14 menggunakan pembaca kartu SD 4.0, sementara ProArt P16 membawa SD Express 7.0, dengan dukungan WiFi 7 dan Bluetooth 5.4 pada kedua perangkat.
5. Dilengkapi aplikasi kreatif dan perlindungan tiga tahun
ASUS ProArt P14 dan P16 menjalankan Windows 11 Home serta dilengkapi sejumlah aplikasi pendukung produktivitas. Beberapa aplikasi bawaan yang tersedia meliputi MuseTree, StoryCube, MyASUS, ProArt Creator Hub, ScreenXpert, dan GlideX. ASUS juga menyertakan Microsoft Office Home 2024 serta Microsoft 365 Basic dengan penyimpanan cloud sebesar 100GB.
Untuk mendukung kebutuhan produksi konten, pembeli juga mendapatkan keanggotaan Adobe Creative Cloud All Apps selama tiga bulan. Penawaran tersebut dapat diklaim hingga 31 Agustus 2028 sesuai ketentuan yang berlaku. Kehadiran aplikasi tersebut melengkapi kemampuan perangkat keras yang dirancang untuk menangani berbagai kebutuhan kreatif, mulai dari pengolahan gambar hingga produksi video.
ASUS turut memberikan perlindungan purnajual berupa garansi internasional selama tiga tahun dan ASUS VIP Perfect Warranty dengan periode yang sama. Program VIP Perfect Warranty mencakup kerusakan akibat kecelakaan penggunaan berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku. Layanan tersebut didukung oleh jaringan 141 ASUS Service Center yang tersebar di Indonesia.
Selain garansi, pembeli mendapatkan akses ASUS Premium Services yang mencakup layanan penjemputan dan pengantaran unit servis tanpa biaya tambahan. Tersedia pula FastLane untuk prioritas antrean perbaikan serta Laptop Spa yang menyediakan layanan pembersihan profesional. Fasilitas ini menjadi bagian dari dukungan ASUS bagi pengguna profesional yang mengandalkan laptop sebagai perangkat kerja utama.
6. Harga ASUS ProArt P14 dan P16 di Indonesia

ASUS ProArt P14 dan P16 (IDN Times/Fatkhur Rozi) ASUS ProArt P14 dan P16 resmi tersedia untuk pasar Indonesia mulai 20 Oktober 2026, setelah lebih dahulu diperkenalkan di pasar global pada 17 Oktober. Untuk ProArt P14 dengan nomor model H7407BA, ASUS menetapkan harga resmi Rp80.999.000. Sementara itu, ProArt P16 dengan nomor model H7607BA dipasarkan dengan harga Rp113.999.000.
Selama periode pre-order yang berlangsung hingga 23 Oktober 2026, ASUS memberikan harga khusus untuk kedua perangkat tersebut. ProArt P14 ditawarkan seharga Rp79.999.000 melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, serta ASUS Store terpilih. Adapun ProArt P16 mendapatkan harga pre-order Rp112.999.000 dan hanya tersedia secara eksklusif melalui ASUS Online Store.
Pembelian melalui ASUS Online Store selama periode pre-order juga mendapatkan hadiah ASUS ProArt Mouse MD301 yang memiliki nilai Rp1.699.000. Konsumen dapat mengakses informasi pemesanan melalui situs resmi ASUS atau mendatangi jaringan toko yang berpartisipasi dalam program tersebut. Penawaran ini berlaku selama periode pemesanan awal yang telah ditentukan.
ASUS juga menyediakan kesempatan bagi pengunjung untuk mencoba langsung ProArt P14 dan P16 di Atrium Mall Pondok Indah 2, Jakarta, pada 20 hingga 25 Oktober 2026. Selain kedua laptop tersebut, ASUS turut memamerkan ekosistem perangkat ProArt, termasuk PC dengan motherboard ProArt Z890 Creator WiFi, kartu grafis ProArt RTX 5080, monitor ProArt Display 4K QD-OLED, serta router ProArt PRT-BE5000 dengan konektivitas WiFi 7.
Kehadiran ProArt P14 dan P16 memperlihatkan fokus ASUS pada segmen kreator profesional yang membutuhkan kemampuan komputasi AI tanpa selalu bergantung pada layanan cloud. Melalui superchip NVIDIA RTX Spark, Unified Memory berkapasitas besar, serta layar OLED berakurasi tinggi, kedua laptop tersebut menawarkan pendekatan yang berbeda untuk pekerjaan kreatif modern. Namun, dengan harga mulai Rp80 jutaan, perangkat ini jelas ditujukan untuk pengguna profesional yang membutuhkan kemampuan komputasi khusus dalam aktivitas produksi mereka.






















