Perbandingan antara varian chipset dalam satu seri flagship selalu menarik perhatian, terutama ketika menyangkut efisiensi daya. Samsung sendiri membawa perubahan besar lewat chipset Exynos 2600 yang sudah menggunakan fabrikasi 2nm, sementara chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih mengandalkan proses 3nm dari TSMC. Menariknya, varian Snapdragon hanya tersedia di AS dan Cina, sementara pasar global menggunakan Exynos.
Perbedaan ini seharusnya tidak terlalu kentara karena keduanya dirancang untuk performa kelas atas. Namun, kenyataan di lapangan justru menunjukkan cerita yang berbeda. Banyak pengguna awalnya berharap bahwa tahun ini akan menjadi titik balik bagi Exynos. Apalagi, ekspektasi terhadap efisiensi daya meningkat drastis dibanding generasi sebelumnya karena peralihan ke teknologi fabrikasi 2nm.
Berbagai bocoran sempat menunjukkan peningkatan yang menjanjikan. Sayangnya, hasil pengujian terbaru justru memperlihatkan bahwa gap daya tahan baterai antara kedua varian ini masih sangat signifikan. Penasaran sama hasilnya? Berikut pengujiannya!
