Bepergian ke luar negeri memang seru dan menyenangkan, tapi sebelum berangkat, penting untuk memahami hukum di negara tujuan. Meski turis kadang diberi toleransi, ketidaktahuan tetap bukan alasan yang bisa membebaskan dari masalah hukum. Tanpa disadari, gadget yang bagi sebagian besar orang biasa saja ternyata bisa jadi ilegal di beberapa negara dan berisiko disita atau bahkan menimbulkan konsekuensi lebih serius. Maka dari itu, ada baiknya untuk mengecek dulu barang bawaan agar tidak menghadapi masalah yang sebenarnya bisa dihindari. Berikut beberapa gadget umum yang ternyata ilegal di beberapa negara.
6 Gadget Umum yang Ternyata Ilegal di Beberapa Negara

1. Telepon satelit
Telepon satelit sebenarnya masuk akal untuk dibawa ketika traveling karena tetap bisa digunakan tanpa bergantung pada jaringan lokal. Bahkan dalam kondisi darurat seperti tersesat di tempat terpencil, kamu masih bisa mengirim sinyal SOS lewat satelit. Masalahnya, sejumlah negara justru melarang atau membatasi keras penggunaan perangkat ini. Ada yang benar-benar ilegal tanpa pengecualian seperti di salah satu negara di benua Afrika bernama Chad, atau dilarang diimpor seperti di Kuba. Nah, regulasi ini menjadi semakin rumit karena sekarang fitur komunikasi satelit mulai masuk ke HP biasa, seperti iPhone dan Google Pixel, dan bahkan berpotensi berkembang ke layanan 5G satelit dan koneksi langsung ala Starlink.
2. VPN (di perangkat apapun)
VPN (Virtual Private Network) bekerja dengan cara membuat jalur koneksi terenkripsi antara perangkatmu dan server lain, sehingga aktivitas internetmu tidak bisa dilihat oleh ISP atau pemerintah. Selain untuk menjaga privasi, VPN juga sering digunakan untuk “mengubah” lokasi digital agar terlihat seolah-olah kamu mengakses internet dari negara lain. Namun, teknologi ini dianggap bermasalah di beberapa negara dengan pengawasan ketat. Ada yang melarang sepenuhnya, ada juga yang membatasi penggunaannya hanya pada layanan resmi yang diawasi pemerintah. Karena itu, penting untuk memahami aturan di negara tujuan sebelum menggunakan VPN.
3. Drone
Teknologi drone sudah berkembang jauh dari era awal seperti Parrot AR, hingga sekarang drone kecil yang bisa dilipat pun mampu merekam video 4K dan memiliki fitur autopilot yang canggih. Karena kemampuannya semakin tinggi, penggunaan drone juga semakin diatur di berbagai negara. Mesir misalnya, melarang wisatawan membawa drone sama sekali, sementara di Maroko kamu harus mengurus izin resmi dulu atau berisiko kena denda dan penyitaan. Selain itu, ada juga pengecualian untuk drone ringan di bawah 250 gram seperti di Kanada yang menganggapnya sebagai micro drone sehingga tidak perlu registrasi. Intinya, traveling semabri membawa drone bisa cukup berisiko jika tidak riset dulu.
4. Dashcam
Dashcam kini semakin populer sebagai alat untuk merekam kejadian ketika berkendara, baik untuk bukti kecelakaan maupun mencegah pencurian ketika kendaraan sedang diparkir. Meski dianggap meningkatkan keamanan, tidak semua negara menyambut perangkat ini dengan baik. Di Uni Eropa, aturan privasi seperti GDPR (General Data Protection Regulation) ditafsirkan berbeda-beda. Ada negara seperti Portugal, Luksemburg dan Austria yang bahkan bisa memberi denda karena dianggap melanggar privasi, sementara negara lain seperti Spanyol dan Belanda memiliki aturan yang lebih longgar. Masalahnya, karena antarnegara Uni Eropa bebas dilalui, pengguna bisa saja tanpa sadar membawa dashcam dari negara yang memperbolehkan ke negara yang melarangnya.
5. Walkie-talkie
Meskipun sekarang hampir semua orang memiliki yang namanya HP, walkie-talkie tetap dibutuhkan terutama ketika berada di area tanpa sinyal atau ketika melakukan aktivitas yang lebih praktis jika menggunakan alat komunikasi dua arah secara langsung. Namun, membawa walkie-talkie ke luar negeri tidak selalu aman karena banyak negara memiliki aturan ketat terkait penggunaan frekuensi radio. Di beberapa negara seperti Uni Emirat Arab dan Thailand, penggunaan walkie-talkie tanpa izin resmi bisa berujung penyitaan atau masalah hukum. Solusi terbaik adalah membeli walkie-talkie di negara tujuan melalui penjual resmi agar sesuai aturan yang berlaku dan terhindar dari risiko hukum.
6. Perangkat GPS
Perangkat GPS mungkin terdengar seperti perangkat yang aman, tapi di beberapa negara justru bisa bermasalah secara hukum. Misalnya, pada 2025, Kedutaan Besar Amerika Serikat di India sempat memperingatkan warganya karena ada kasus penangkapan terkait kepemilikan perangkat GPS khusus, meski HP yang juga memiliki fitur GPS tetap diperbolehkan. Alasannya tidak terlalu jelas, namun aturan ini berjalan bersamaan dengan larangan telepon satelit. Sementara itu di Cina, memiliki perangkat GPS tidak dilarang, tapi penggunaan datanya diawasi ketat, terutama jika menyangkut pengiriman atau distribusi data peta ke luar negeri tanpa izin pemerintah.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa gadget umum yang ternyata ilegal di beberapa negara. Semoga ulasan di atas bisa membantumu lebih berhati-hati ketika ingin membawa gadget tertentu ke negara tujuanmu.