5 Merek Laptop yang Tidak Dijual di Indonesia, Ada Samsung

- Beberapa merek laptop seperti Microsoft Surface, Samsung Galaxy Book, VAIO, Alienware, dan Framework tidak dijual resmi di Indonesia karena alasan pasar dan strategi perusahaan.
- Microsoft Surface dan Samsung Galaxy Book dinilai kurang cocok dengan daya beli masyarakat Indonesia meski menawarkan spesifikasi tinggi serta fitur premium.
- Alienware sempat hadir lalu hengkang, sementara VAIO dan Framework belum pernah masuk pasar Indonesia; meski begitu, pasar laptop lokal tetap ramai bersaing.
Pasar laptop di Indonesia terbilang cukup ganas. Berbagai produsen internasional seperti ASUS, Acer, Dell, hingga HP terus bersaing demi memperebutkan keuntungan tertinggi. Tak hanya produsen internasional, pasar laptop lokal juga turut diramaikan oleh merek lokal seperti Advan dan Axioo.
Meski terlihat ramai, ada beberapa merek laptop yang tidak dijual di Indonesia, seperti Samsung, Alienware, hingga Microsoft Surface. Ada yang pernah masuk pasar Indonesia kemudian keluar. Ada juga yang dari awal tidak pernah masuk ke Indonesia. Mengapa hal tersebut terjadi?
1. Microsoft Surface tak cocok dengan pasar Indonesia

Sejak model pertamanya dirils pada 2017, laptop Microsoft Surface tak pernah masuk secara resmi ke Indonesia. Padahal, Microsoft Surface merupakan merek laptop yang secara langsung dibuat oleh Microsoft itu sendiri. Hingga kini juga tak ada alasan pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi. Namun, kemungkinan Microsoft tidak menganggap Indonesia sebagai pasar yang potensial.
Dilansir Daily Bussiness, laptop Microsoft Surface merupakan perangkat dengan tiga keunggulan utama, yaitu performa, desain hibrida, dan fungsionalitas yang unik. Harganya juga cukup tinggi, bahkan mencapai 1600 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp28 jutaan. Jika dibandingkan dengan laptop lain di Indonesia yang harganya mulai Rp4 juta--5 jutaan, kemungkinan unit Microsoft Surface akan sulit bersaing.
2. Samsung punya banyak jenis laptop

Meski rajin merilis smartphone dan berbagai produk teknologi di Tanah Air, ternyata Samsung tak pernah merilis laptopnya secara resmi di Indonesia, lho! Laptop buatan Samsung sendiri diberi nama Samsung Galaxy Book. Modelnya ada banyak, seperti Samsung Galaxy Book Go yang dibanderol 300 dolar Amerika Serikat (Rp5 jutaan), Samsung Galaxy Book 6 Pro yang merupakan 2 in 1 laptop, hingga Samsung Galaxy Book 6 Ultra.
Spesifikasi Samsung Galaxy Book juga tak main-main. Dilansir laman resmi Samsung, laptop besutan mereka menggunakan prosesor Intel Core Ultra, layar AMOLED, yang mendukung S-Pen, mampu terkoneksi dengan mudah ke smartphone, bahkan daya tahan baterainya mencapai 25 jam. Karena punya spesifikasi yang tinggi, laptop Samsung bisa cocok untuk berbagai tipe pengguna.
3. VAIO awalnya merupakan laptop produksi SONY

Selain terkenal karena menjual kamera, smartphone, dan TV, ternyata SONY pernah memproduksi laptop dengan merek VAIO. Laptop tersebut sempat terkenal pada masanya karena punya desain khas, performa tinggi, dan membawa nama besar SONY yang sudah tersohor. Sayangnya, pada 2014 SONY menjual merek VAIO ke perusahaan Japan Industrial Partenrs (JIP).
Langkah tersebut terpaksa dilakukan SONY karena penjualan laptop VAIO yang kian menurun. Meski dijual bukan berarti laptop VAIO hilang dari perederan. Hingga kini laptop VAIO masih dijual. Ada beberapa model laptop yang beredar di pasaran, seperti VAIO FE, S, dan E series. Namun, entah saat masih milik SONY atau ketika sudah berpindah tangan VAIO tetap tak hadir secara resmi di Indonesia.
4. Alienware sempat dijual di Indonesia

Alienware memiliki sejarah unik di pasar Indonesia. Awalnya, laptop yang berada di bawah naungan Dell tersebut pernah dijual resmi di Indonesia. Namun, pada 2016 Alienware hengkang dari pasar Tanah Air. Pada 2021, tiba-tiba Alienware kembali ke Indonesia dengan merilis Alienware M15 R6. Setelah perilisan model tersebut Alienware tak pernah terdengar lagi hingga kini.
Hengkangnya Alienware dari pasar Indonesia merupakan kabar yang cukup mengejutkan. Jika masih bertahan di Indonesia Alienware bisa menjadi pesaing kuat bagi ASUS ROG, Lenovo Legion, atau Acer Nitro. Sebab, laman resmi Alienware menerangkan bahwa laptop mereka punya berbagai teknologi canggih seperti Cyro-Chamber, Cyro-Tech, panel OLED 165Hz, dan layar luas hingga 18 inci.
5. Framework merupakan laptop modular

Laptop modular seperti Framework merupakan inovasi yang sangat cerdas karena kamu bisa membuka, membongkar, dan mengganti semua komponen secara mandiri dengan mudah. Kamu bisa mengganti keyboard, membongkar GPU, hingga memperbaiki layar secara mendiri tanpa perlu solder atau pengeleman. Konsep tersebut bikin laptop Framework makin tahan lama dan bisa dikustomisasi.
Sayangnya, laptop dengan konsep yang sangat menarik tersebut tidak dijual di Indonesia. Padahal, konsepnya sangat cocok dengan karakter masyarakat Indonesia yang sering menggunakan laptop dalam waktu lama dan sangat suka dengan kemudahan. Selain konsep modularnya, laptop Framework juga punya performa tinggi dan tetap bisa memberikan desain elegan.
Meski ada banyak merek laptop yang tidak dijual di Indonesia, pasar laptop Indonesia tetap ramai. Hal tersebut membuat pasar laptop lokal tak kalah dari pasar internasional. Jika ingin memiliki laptop unik yang tak ada Indonesia kamu juga tetap bisa membelinya. Caranya dengan membeli barang bekas, menggunakan jastip, atau membelinya di luar negeri secara langsung.


















