- vivo Y21d (4/128 GB): dari Rp2,1 juta menjadi Rp2.599.000
- vivo Y21d (6/128 GB): dari Rp2,4 juta menjadi Rp2.999.000
- vivo Y21d (6/256 GB): dari Rp2,6 juta menjadi Rp3.399.000
- vivo Y21d (8/128 GB): dari Rp2,6 juta menjadi Rp3.399.000
Harga vivo Seri Y Naik, Berapa Selisihnya?

- Harga vivo seri Y mengalami kenaikan di Indonesia
- Kenaikan harga terjadi pada model vivo Y21d dan vivo Y04
- Belum ada penjelasan resmi dari vivo terkait alasan kenaikan harga
Memasuki dua pekan di Januari 2026, harga sejumlah model HP vivo di pasar Indonesia terpantau mengalami penyesuaian. Berdasarkan pantauan melalui situs resmi vivo Indonesia per 14 Januari 2026, beberapa model dari vivo seri Y tercatat mengalami kenaikan harga di kisaran Rp150 ribu hingga Rp800 ribu. Kenaikan ini terlihat merata di beberapa varian, meskipun besarnya tidak sama pada setiap model.
Salah satu model yang mencatat kenaikan paling signifikan adalah vivo Y21d, yang merupakan perangkat terbaru dan resmi meluncur pada November 2025. Saat ini, vivo Y21d dibanderol seharga Rp2,1 juta untuk varian 4/128 GB dan Rp2,6 juta untuk varian 6/256 GB. Selain itu, penyesuaian harga juga terjadi pada vivo Y04, yang juga masih berada dalam seri Y.
Sebagai informasi, vivo Y04 saat pertama kali dirilis pada Juli 2025 dijual seharga Rp1,4 juta untuk varian 4/64 GB. Seiring berjalannya waktu dan memasuki awal 2026, harga model ini turut mengalami perubahan. Lantas, berapa harga terbarunya saat ini dan seberapa besar selisih kenaikannya dibandingkan harga saat dirilis? Simak penjelasan lengkapnya berikut!
1. vivo Y21d (kenaikan berkisar Rp500 ribu-Rp800 ribu)

vivo Y21d rilis pada November 2025. Smartphone ini hadir dalam empat pilihan konfigurasi RAM dan penyimpanan, yakni 4/128 GB, 6/128 GB, 6/256 GB, serta 8/128 GB. Saat pertama kali dirilis, varian dasar vivo Y21d (4/128 GB) dibanderol seharga Rp2,1 juta.
Memasuki Januari 2026, harga vivo Y21d mengalami kenaikan cukup signifikan di seluruh varian. Varian 4/128 GB kini dijual di kisaran Rp2,6 juta atau naik sekitar Rp500 ribu dibandingkan harga saat peluncuran. Kenaikan harga yang lebih besar terjadi pada varian dengan kapasitas RAM lebih tinggi, yang kini menyentuh angka di atas Rp3 juta.
Varian tertinggi vivo Y21d yakni 8/128 GB juga mengalami lonjakan harga yang cukup tajam. Jika sebelumnya dibanderol sekitar Rp2,6 juta, kini harga HP vivo varian tersebut meningkat menjadi sekitar Rp3,4 juta, atau naik sekitar Rp800 ribu dari harga rilis awal. Kenaikan ini menempatkan vivo Y21d di level harga yang lebih tinggi dibandingkan saat pertama kali hadir di pasar. Berdasarkan data yang dihimpun dari situs resmi vivo Indonesia dan KompasTekno, berikut perbandingan harga vivo Y21d saat rilis dan per Januari 2026:
2. vivo Y04 (naik Rp150 ribu untuk varian 4/64 GB)

Kenaikan harga juga dirasakan oleh vivo Y04. Smartphone yang debut pada Juli 2025 awalnya hanya dirilis pada satu opsi RAM yaitu 4/64 GB saja. Harga jual saat rilis sebesar Rp1,4 juta. Namun, kini harganya sudah mencapai Rp1.549.000 atau sekitar Rp150 ribu.
Berdasarkan pantauan melalui situs resmi vivo Indonesia, vivo Y04 juga menyediakan opsi RAM yang lebih besar yaitu 4/128 GB. Harganya mencapai hampir Rp1,8 juta. Selain kedua HP tersebut, model lain terpantau tidak mengalami kenaikan harga.
3. Belum diketahui apa alasan vivo menaikkan harga model HP seri Y tersebut di Indonesia

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari vivo terkait alasan kenaikan harga pada sejumlah model HP seri Y di Indonesia. Namun, kenaikan tersebut diduga berkaitan dengan potensi kelangkaan komponen memori yang semakin banyak dialokasikan untuk kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mengutip laporan Beebom Gadgets, perangkat yang baru diluncurkan mengalami lonjakan harga signifikan, sementara smartphone model lama pun ikut terdampak penyesuaian harga. Dalam struktur biaya produksi, memori kini menjadi salah satu komponen termahal setelah prosesor dan layar, bahkan berpotensi melampaui biaya layar dalam waktu dekat.
Kenaikan harga RAM dan keterbatasan pasokan ini merupakan konsekuensi dari ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan. Faktor utama yang mendorong kondisi ini adalah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence. Perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, dan Meta berlomba mengembangkan AI generatif yang secara langsung meningkatkan kebutuhan akan daya komputasi tinggi. Tidak hanya prosesor cepat, sistem AI juga membutuhkan memori berkecepatan tinggi, sehingga memicu lonjakan permintaan terhadap HBM (High Bandwidth Memory) dan berdampak pada harga memori secara global.
Meski demikian, kenaikan harga tidak selalu berarti kerugian bagi konsumen. Dalam beberapa kasus, harga yang sedikit lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan kualitas layanan, jaminan garansi resmi, maupun dukungan purna jual yang lebih baik. Setiap seri HP memiliki spesifikasi dan struktur biaya yang berbeda sehingga segmentasi pasar pun ikut bervariasi.
Oleh karena itu, konsumen disarankan untuk membandingkan harga di berbagai kanal penjualan, baik online maupun offline, dan memanfaatkan promo yang tersedia. Memilih model dengan kapasitas RAM dan penyimpanan yang sesuai kebutuhan juga dapat menghindari pengeluaran berlebih untuk fitur yang sebenarnya tidak diperlukan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu yang sedang mempertimbangkan membeli smartphone dalam waktu dekat. Selamat memilih!


















