HP Satukan HyperX dan OMEN, Rilis HyperX OMEN 15 di Indonesia

- HP menyatukan HyperX dan OMEN ke dalam satu ekosistem gaming terpadu di bawah brand HyperX
- Penyatuan ini mencerminkan perubahan cara produsen memandang kebutuhan gamer, dengan fokus pada integrasi dan personalisasi
- HP memperkenalkan laptop gaming HyperX OMEN 15 sebagai perangkat inti dalam ekosistem, dilengkapi dengan beragam periferal HyperX
Industri gaming kini bergerak melampaui sekadar perangkat keras tunggal. Pengalaman bermain semakin ditentukan oleh bagaimana laptop, monitor, dan periferal bekerja sebagai satu kesatuan. Dalam konteks perubahan tersebut, HP mengumumkan penyatuan HyperX dan OMEN ke dalam satu ekosistem gaming terpadu di bawah brand HyperX, seperti diperkenalkan pada ajang CES 2026.
Langkah ini menandai pendekatan baru HP dalam melihat gaming sebagai pengalaman end-to-end. Bukan hanya soal performa laptop atau kualitas mouse dan headset secara terpisah, tetapi bagaimana seluruh elemen tersebut terintegrasi dan bisa menyesuaikan dengan gaya bermain gamer yang semakin beragam.
Bersamaan dengan itu HP mengumumkan kehadiran laptop terbarunya pada Selasa (10/2/2026). Sebagai langkah awal, HP membawa HyperX OMEN 15 untuk diperkenalkan di pasar Indonesia.
Ekosistem Gaming sebagai Fondasi Pengalaman Bermain

Penyatuan HyperX dan OMEN mencerminkan perubahan cara produsen memandang kebutuhan gamer. Jika sebelumnya periferal dan perangkat utama sering dikembangkan secara terpisah, kini HP mencoba menyatukannya dalam satu ekosistem yang saling terhubung, mulai dari laptop, monitor, hingga aksesori.
Pendekatan ini memungkinkan transisi yang lebih mulus antar perangkat. Gamer dapat berpindah dari laptop ke monitor eksternal, atau mengganti periferal, tanpa harus mengorbankan konsistensi pengalaman bermain. Di sisi lain, ekosistem semacam ini juga memberi ruang personalisasi yang lebih luas, menyesuaikan preferensi dan kebiasaan masing-masing pengguna.
Dalam lanskap gaming yang semakin kompetitif dan sosial, integrasi menjadi nilai penting-bukan sekadar spesifikasi tertinggi di atas kertas.
HyperX OMEN 15 sebagai Pusat Ekosistem

Di tengah ekosistem tersebut, HP memperkenalkan HyperX OMEN 15 sebagai perangkat inti. Laptop gaming ini ditenagai hingga prosesor Intel Core Ultra 9 dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop, dengan total platform power hingga 170W melalui OMEN Unleashed Mode. Konfigurasi ini diarahkan untuk menangani game AAA modern, esports, hingga kebutuhan kreasi konten.
Dari sisi visual, layar 15,3 inci dengan opsi panel OLED 2.8K, refresh rate 120Hz, dan cakupan warna luas menunjukkan fokus pada kualitas tampilan, bukan hanya kecepatan. Sistem pendingin OMEN Tempest Cooling dengan desain hyperbaric dan fitur Reverse Fan Cleaner juga menyoroti perhatian pada stabilitas performa jangka panjang.
Alih-alih tampil sebagai laptop "paling ekstrem", HyperX OMEN 15 diposisikan sebagai perangkat yang seimbang-cukup bertenaga untuk kompetisi, namun tetap relevan untuk penggunaan harian.
Periferal HyperX sebagai Pendukung Gaya Bermain Beragam

Selain laptop, HP juga menampilkan rangkaian periferal HyperX yang melengkapi ekosistem ini. Mulai dari mikrofon HyperX Solocast 2 untuk kebutuhan streaming, mouse Pulsefire Fuse Wireless, headset Cloud Jet Wireless, hingga keyboard mekanikal HyperX Origins 2 1800.
Kehadiran periferal yang beragam ini memperlihatkan bahwa ekosistem gaming tidak lagi berfokus pada satu tipe gamer saja. Ada ruang untuk gamer kasual, kreator konten, hingga pemain kompetitif, masing-masing dengan kebutuhan kontrol, audio, dan komunikasi yang berbeda.
Dalam kerangka ekosistem, periferal ini bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari pengalaman bermain yang dirancang agar saling mendukung.
Membaca Arah Strategi HP di Pasar Gaming

Penyatuan HyperX dan OMEN dapat dibaca sebagai strategi jangka panjang HP dalam menghadapi pasar gaming yang semakin matang. Dengan jumlah gamer di Indonesia yang terus bertambah dan ekosistem kreator yang kian aktif, pendekatan berbasis ekosistem memberi HP posisi yang lebih fleksibel dibanding hanya mengandalkan satu kategori produk.
Namun, pendekatan ini juga membawa tantangan tersendiri. Ekosistem yang terintegrasi harus benar-benar memberikan nilai tambah nyata bagi pengguna, bukan sekadar branding. Konsistensi dukungan software, pembaruan fitur, dan kompatibilitas lintas generasi akan menjadi faktor penentu keberhasilannya.


















