Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Gandeng Tencent untuk Kembangkan Game Lokal dan IP

8 min read
Indonesia Gandeng Tencent untuk Kembangkan Game Lokal dan IP
Skin Huang Zhong Mask Spirits bisa didapatkan gratis di Honor of Kings. (Dok. GGWP)
  • Kemenekraf dan Tencent menandatangani MoU untuk memperkuat industri kreatif Indonesia melalui pengembangan IP, game, teknologi digital, dan esports.

  • Studio dan kreator lokal berpeluang memperoleh akses teknologi, pelatihan, pendampingan, jaringan global, serta kesempatan penerbitan karya.

  • Kerja sama berlaku tiga tahun, sementara rincian program konkret, jadwal pelatihan, dan mekanisme pelaksanaan masih disiapkan kedua pihak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) resmi menjalin kerja sama dengan Tencent untuk memperkuat pengembangan industri kreatif Indonesia, khususnya di sektor game, kekayaan intelektual atau intellectual property (IP), dan teknologi digital. Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Kolaborasi ini diarahkan untuk membantu karya dan talenta kreatif Indonesia menjangkau pasar internasional.

Kemitraan tersebut menjadi langkah penting karena Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan konten kreatif, tetapi masih membutuhkan dukungan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari karya yang dihasilkan. Melalui kerja sama dengan Tencent, pemerintah ingin membuka peluang bagi kreator dan studio lokal untuk mendapatkan akses teknologi, pengembangan keterampilan, hingga jaringan industri global. Fokusnya tidak hanya pada pengembangan game, tetapi juga bagaimana cerita dan budaya Indonesia dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai komersial.

Ada tiga bidang utama yang menjadi perhatian dalam kerja sama ini, yakni pengembangan konten dan IP lokal, penguatan ekosistem digital melalui teknologi cloud dan kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan industri game dan esports. Tencent juga membuka peluang pendampingan bagi studio Indonesia, termasuk akses ke jaringan internasional dan kesempatan penerbitan karya. Kerja sama yang berlaku selama tiga tahun tersebut diharapkan dapat membantu pelaku kreatif Indonesia mengembangkan produk yang lebih kompetitif di pasar global.

  1. 1. Tencent akan bantu pengembangan IP lokal Indonesia

    Impresi Pertama Honor of Kings: World, Seindah Ini Dunia Primaera!
    Sumber: Honor of Kings World

    Salah satu fokus utama kerja sama antara Kemenekraf dan Tencent adalah pengembangan kekayaan intelektual lokal agar memiliki nilai ekonomi lebih besar. Pemerintah ingin mendorong kreator Indonesia untuk tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga mampu mengembangkan dan mengomersialisasikannya melalui berbagai bentuk produk kreatif. Pendekatan tersebut dinilai penting agar karya lokal memiliki peluang menjangkau audiens yang lebih luas.

    Melalui ekosistem digital Tencent, cerita dan budaya Indonesia berpotensi diadaptasi menjadi berbagai format hiburan, mulai dari game, animasi, serial, hingga produk kreatif lainnya. Peluang ini juga dapat melibatkan penulis dan penerbit lokal dalam proses pengembangan maupun adaptasi karya. Dengan demikian, sebuah IP tidak hanya berhenti pada satu bentuk konten, tetapi berpeluang dikembangkan menjadi produk yang menjangkau segmen pasar berbeda.

    Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai bahwa kreativitas Indonesia perlu didukung kemampuan komersialisasi agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

    "Para kreator Indonesia memiliki kreativitas dan inovasi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana memastikan kreativitas tersebut menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi dan praktik terbaik dari mitra industri global untuk memperkuat kapasitas pelaku kreatif, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah," ujar Teuku Riefky.

    Pemerintah mencatat sekitar 27,4 juta orang bekerja di sektor ekonomi kreatif Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya keterlibatan masyarakat dalam industri kreatif, sekaligus menjadi alasan pentingnya pengembangan keterampilan dan akses pasar. Melalui kerja sama ini, Kemenekraf berharap peluang pengembangan IP tidak hanya dinikmati pelaku industri di kota besar, tetapi juga kreator dari berbagai daerah.

  2. 2. Studio game Indonesia berpeluang mendapat akses jaringan global Tencent

    Industri game menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam kemitraan Indonesia dan Tencent. Kerja sama tersebut membuka peluang bagi studio game lokal untuk memperoleh pendampingan dalam mengembangkan produk dan memperluas jangkauan bisnisnya. Dukungan yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan proses pembuatan game, tetapi juga mencakup strategi monetisasi dan akses ke jaringan industri internasional.

    Salah satu peluang yang ditawarkan adalah kesempatan bagi studio Indonesia untuk terhubung dengan jaringan global Tencent, termasuk kemungkinan penerbitan karya. Akses tersebut dapat menjadi bagian penting dalam proses membawa game lokal ke pasar internasional, terutama bagi pengembang yang ingin memperluas distribusi produknya. Namun, bentuk pendampingan maupun mekanisme penerbitan masih akan dibahas lebih lanjut oleh kedua pihak.

    Selain akses pasar, Kemenekraf dan Tencent juga membahas penguatan ekosistem digital untuk industri media dan game. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan konten lokal beserta dampak ekonomi dan budayanya, serta pemanfaatan game untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan pendekatan ini, pengembangan game tidak hanya dilihat sebagai aktivitas produksi hiburan, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan karya Indonesia kepada audiens internasional.

    Keterlibatan Tencent menjadi relevan karena perusahaan tersebut memiliki ekosistem bisnis yang mencakup game, hiburan digital, penerbitan, cloud, dan AI. Melalui jaringan tersebut, kreator dan studio lokal berpotensi memperoleh pengalaman serta koneksi industri yang lebih luas. Meski demikian, peluang tersebut masih bergantung pada program konkret yang nantinya disepakati dan dijalankan oleh kedua pihak.

  3. 3. Pelatihan AI dan cloud menjadi bagian dari kerja sama

    Selain pengembangan IP dan game, Kemenekraf dan Tencent turut membahas peningkatan keterampilan talenta kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital. Program yang direncanakan mencakup pelatihan, lokakarya, dan pendampingan di berbagai bidang yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif. Beberapa di antaranya adalah desain game, monetisasi, kecerdasan buatan, komputasi awan, serta keamanan siber.

    Penguasaan teknologi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem kreatif yang semakin terhubung dengan layanan digital. Kreator dan pengembang game tidak hanya membutuhkan kemampuan menghasilkan karya, tetapi juga keterampilan untuk mengelola proses produksi dan mengembangkan bisnisnya. Melalui program peningkatan kapasitas, kedua pihak ingin memperkuat kemampuan pelaku kreatif dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pekerjaan mereka.

    Tencent menyatakan kesiapannya untuk membahas program yang sejalan dengan prioritas pemerintah Indonesia. Fokus tersebut mencakup pengembangan konten lokal, peningkatan keterampilan talenta, serta konektivitas dengan industri internasional. Kerja sama ini juga membuka peluang pemanfaatan ekosistem cloud dan AI Tencent untuk mendukung kebutuhan industri kreatif Indonesia.

    Meski sudah menjadi bagian dari ruang lingkup kemitraan, rincian mengenai bentuk pelatihan, jumlah peserta, maupun jadwal pelaksanaannya belum diumumkan. Kemenekraf dan Tencent masih akan menentukan prioritas program serta mekanisme implementasi yang sesuai dengan kebutuhan pelaku kreatif. Karena itu, dampak langsung kerja sama terhadap pengembang lokal baru dapat dinilai setelah program-program tersebut mulai dijalankan.

  4. 4. Pengembangan esports juga masuk dalam agenda kolaborasi

    ilustrasi esports di Asian Games 2026
    ilustrasi esports di Asian Games 2026 (aichi-nagoya2026.org)

    Sektor esports turut menjadi salah satu fokus kerja sama antara Kemenekraf dan Tencent. Kedua pihak membahas pengembangan talenta melalui jalur pembinaan dan kegiatan kompetitif yang dapat mendukung pertumbuhan ekosistem game. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi talenta Indonesia untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas keterlibatan mereka dalam industri.

    Pengembangan esports dalam kerja sama ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat industri game secara keseluruhan. Pemerintah dan Tencent juga membahas bagaimana game dapat dimanfaatkan untuk mendukung ekonomi kreatif serta masyarakat digital. Dengan demikian, game diposisikan sebagai produk hiburan sekaligus bagian dari ekosistem kreatif yang memiliki potensi ekonomi dan budaya.

    Selain pembinaan talenta, game juga dinilai memiliki peluang untuk memperkenalkan budaya lokal kepada audiens yang lebih luas. Kreator dan komunitas Indonesia dapat terlibat dalam pengembangan konten yang mengangkat cerita maupun unsur budaya dari berbagai daerah. Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara agar pengembangan industri game dapat berjalan beriringan dengan penguatan identitas kreatif Indonesia.

    Namun, kerja sama ini belum merinci bentuk kompetisi, program pembinaan, atau kegiatan esports yang akan dilaksanakan. Kedua pihak masih berada pada tahap penyusunan mekanisme pelaksanaan dan penentuan prioritas program. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan yang akan melibatkan komunitas maupun talenta esports Indonesia masih menunggu tindak lanjut kemitraan.

  5. 5. Kerja sama berlaku tiga tahun, program konkret masih disiapkan

    Penandatanganan MoU antara Kemenekraf dan Tencent berlangsung dalam rangkaian WCCE 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyaksikan langsung penandatanganan yang dilakukan oleh Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemenekraf, Dessy Ruhati, dan Director of Public Affairs, Asia Pacific Tencent, Monrawee Ampolpittayanant. Kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi kedua pihak untuk mengembangkan program kolaborasi di sektor ekonomi kreatif.

    Dalam pertemuan bilateral, Kemenekraf dan Tencent membahas tiga bidang kolaborasi utama. Pembahasan mencakup pengembangan konten lokal beserta dampak ekonomi dan budayanya, penguatan ekosistem digital untuk industri media dan game, serta pemanfaatan game dalam pengembangan ekonomi kreatif dan masyarakat digital. Ketiga bidang tersebut menjadi kerangka awal untuk menentukan program yang akan dijalankan selama masa kerja sama.

    Monrawee Ampolpittayanant menyampaikan komitmen Tencent untuk mendukung pengembangan IP dan talenta kreatif Indonesia melalui ekosistem bisnis perusahaan. Tencent juga menyatakan kesiapan untuk membahas program yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah, khususnya dalam pengembangan konten lokal, peningkatan keterampilan, serta perluasan hubungan dengan industri global. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang bagi kreator Indonesia untuk mengakses pengetahuan dan jaringan internasional.

    MoU tersebut memiliki masa berlaku selama tiga tahun dan akan ditindaklanjuti melalui pembahasan mekanisme pelaksanaan. Kemenekraf dan Tencent akan mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dijalankan secara bertahap berdasarkan kebutuhan pelaku kreatif. Artinya, kesepakatan ini masih menjadi tahap awal sebelum berbagai program pengembangan IP, pelatihan teknologi, maupun pendampingan studio dapat direalisasikan.

    Bagi industri kreatif Indonesia, kerja sama dengan Tencent membuka peluang untuk memperkuat hubungan antara pengembangan karya lokal dan akses pasar internasional. Fokus pada IP, teknologi AI, cloud, game, dan esports menunjukkan bahwa pemerintah ingin mendorong industri kreatif tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga kemampuan komersialisasi. Keberhasilan kemitraan ini nantinya akan bergantung pada seberapa jauh program yang dijalankan mampu memberikan manfaat bagi kreator, studio game, dan talenta lokal Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More