Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Membeli MacBook Bekas
ilustrasi MacBook (unsplash.com/Howard Bouchevereau)
  • Artikel menyoroti risiko membeli MacBook bekas tanpa pemeriksaan menyeluruh, seperti kerusakan fisik tersembunyi, baterai aus, hingga port dan perangkat input yang tidak berfungsi optimal.
  • Ditekankan pentingnya memastikan MacBook bebas dari akun iCloud lama serta membeli hanya dari penjual terpercaya untuk menghindari barang curian atau perangkat terkunci.
  • Pembeli disarankan memeriksa spesifikasi sesuai kebutuhan dan menjalankan Apple Diagnostics agar terhindar dari masalah hardware tersembunyi sebelum memutuskan pembelian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Membeli MacBook bekas sering kali jadi pilihan menarik, terutama kalau ingin mendapatkan laptop premium dengan harga lebih terjangkau. Dengan selisih harga yang cukup besar dibandingkan unit baru, banyak orang merasa ini jadi solusi untuk berhemat.

Namun, di balik harga yang lebih murah, ada juga sejumlah risiko yang sering tidak disadari. Tanpa pemeriksaan yang teliti, MacBook bekas yang terlihat mulus bisa saja menyimpan masalah serius, mulai dari kerusakan hardware hingga terkunci akun pemilik lama. Supaya tidak menyesal setelah membeli, ada beberapa kesalahan umum yang sebaiknya dihindari saat berburu MacBook bekas. Berikut penjelasannya.

1. Tidak memeriksa kondisi fisik secara menyeluruh

Banyak orang hanya melihat layar sekilas lalu langsung merasa yakin dengan kondisi MacBook yang akan dibeli. Padahal, pemeriksaan visual seharusnya dilakukan dengan lebih teliti. Perhatikan bagian bodi laptop dengan seksama. Penyok dalam, retakan, atau bagian rangka yang sedikit melengkung bisa menjadi tanda bahwa laptop pernah jatuh atau mengalami benturan keras. Kondisi seperti ini berpotensi merusak komponen internal meskipun dari luar terlihat masih berfungsi.

Selain itu, cek juga kondisi layar. Pastikan tidak ada dead pixel, noda aneh, layar berkedip, atau pencahayaan yang tidak merata. Jangan lupa periksa bagian engsel layar. Jika terasa terlalu longgar, layar bisa mudah turun atau bahkan rusak dalam jangka panjang.

2. Mengabaikan kesehatan baterai

Baterai adalah salah satu komponen yang paling sering mengalami penurunan kualitas pada laptop bekas. Jika kondisi baterai sudah terlalu aus, pengguna mungkin harus menggantinya dalam waktu dekat, dan biaya penggantian baterai MacBook tidaklah murah.

Karena itu, penting untuk mengecek Cycle Count dan kondisi baterai melalui menu System Information > Power. Cycle Count menunjukkan berapa kali baterai telah melalui proses pengisian daya penuh.

Sebagian besar MacBook modern dirancang untuk bertahan sekitar 1.000 siklus pengisian. Jika status baterai sudah menunjukkan “Service Recommended” atau “Replace Now”, kemungkinan besar baterai sudah mendekati akhir masa pakainya.

3. Tidak mengetes port dan perangkat input

ilustrasi macbook (pexels.com/Pixabay)

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah langsung membeli laptop tanpa mencoba semua fitur dasarnya. Padahal, kerusakan kecil seperti port yang tidak berfungsi bisa sangat mengganggu saat digunakan sehari-hari.

Sebelum membeli, cobalah colokkan kabel USB, dongle, atau headphone untuk memastikan semua port bekerja dengan baik. Periksa juga keyboard dan trackpad, karena tombol yang macet atau tidak responsif bisa menjadi tanda adanya kerusakan internal atau bahkan bekas terkena cairan.

Selain itu, tes juga webcam, speaker, dan mikrofon. Cara sederhananya adalah melakukan panggilan video singkat. Jangan lupa memastikan port pengisian daya juga berfungsi dengan stabil.

4. Tidak memastikan MacBook bebas dari akun iCloud

Ini adalah salah satu kesalahan paling fatal saat membeli MacBook bekas. Jika pemilik sebelumnya belum keluar dari akun Apple ID mereka, laptop tersebut bisa terkunci melalui fitur Find My Mac.

Ketika Activation Lock aktif, perangkat akan meminta login Apple ID lama setiap kali di-reset. Jika pembeli tidak memiliki akses ke akun tersebut, artinya MacBook tidak bisa digunakan.

Karena itu, mintalah penjual untuk keluar dari iCloud, App Store, dan layanan Apple lainnya. Idealnya, laptop juga sudah di-reset hingga kembali ke layar pengaturan awal sebelum kamu membelinya.

5. Membeli dari penjual yang tidak jelas

Harga yang terlalu murah memang sering menggoda, tetapi juga bisa menjadi tanda bahaya. Membeli MacBook di marketplace dari penjual tanpa reputasi jelas meningkatkan risiko mendapatkan barang curian, rusak, atau tidak sesuai deskripsi.

Sebisa mungkin, belilah dari penjual yang memiliki ulasan baik atau toko yang memang menjual perangkat refurbished. Penjual yang terpercaya biasanya juga menyediakan garansi atau kebijakan pengembalian barang jika ada masalah setelah pembelian. Dengan begitu, risiko penipuan atau kerusakan tersembunyi bisa jauh lebih kecil.

6. Tidak memeriksa spesifikasi sesuai kebutuhan

ilustrasi macbook (pexels.com/Life Of Pix)

MacBook lama dengan harga murah memang terlihat menarik. Namun, jika spesifikasinya terlalu jadul, laptop tersebut mungkin tidak mampu menjalankan sistem operasi terbaru atau aplikasi modern yang kamu butuhkan.

Karena itu, pastikan kamu memeriksa jenis prosesor, kapasitas RAM, serta penyimpanan yang tersedia. Perhatikan juga apakah perangkat masih kompatibel dengan versi macOS terbaru.

Jika kamu berencana menggunakan laptop untuk pekerjaan berat, seperti editing foto, coding, atau desain grafis, spesifikasi yang terlalu rendah bisa membuat kinerja terasa lambat dan cepat terasa usang.

7. Tidak menjalankan Apple Diagnostics

Banyak masalah hardware tidak terlihat dari luar. Laptop bisa saja terlihat normal, tetapi sebenarnya memiliki kerusakan pada komponen penting, seperti motherboard, storage, atau baterai.

Untuk memeriksanya, kamu bisa menjalankan Apple Diagnostics dengan menahan tombol D saat MacBook dinyalakan. Fitur ini akan memindai berbagai komponen hardware dan menampilkan laporan jika ada masalah.

Jika memungkinkan, mintalah penjual menunjukkan riwayat crash atau kernel panic pada sistem. Laptop yang sering mengalami crash biasanya memiliki masalah stabilitas yang bisa memperpendek usia perangkat.

Membeli MacBook bekas memang bisa menjadi cara cerdas untuk mendapatkan laptop premium dengan harga lebih hemat. Namun, tanpa pemeriksaan yang teliti, MacBook murah justru bisa berubah menjadi sumber masalah baru. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, peluang kamu mendapatkan MacBook bekas yang masih sehat dan layak pakai akan jauh lebih besar. Hasilnya, kamu bisa menikmati performa laptop Apple tanpa harus membayar harga setinggi unit baru.

Editorial Team