Harga MacBook Neo Cuma Rp10 Jutaan, Apa Saja yang Disunat?

- Apple resmi merilis MacBook Neo dengan harga sekitar Rp10 jutaan, menawarkan desain aluminium premium khas Apple yang lebih terjangkau bagi pengguna baru ekosistem macOS.
- Harga murahnya dicapai lewat pemangkasan fitur penting seperti prosesor A18 Pro dari iPhone, RAM 8GB tanpa opsi upgrade, serta hilangnya Touch ID dan teknologi layar True Tone.
- Meski banyak kompromi pada performa, konektivitas, dan daya tahan baterai, MacBook Neo tetap menarik bagi pengguna yang mencari laptop ringan untuk kebutuhan harian dasar.
Apple baru saja merilis MacBook Neo yang sukses mencuri perhatian berkat harga terjangkaunya di kisaran 10 jutaan Rupiah. Dengan dana tersebut, kamu sudah bisa memiliki laptop berdesain aluminium premium khas Apple yang sangat menawan. Kehadirannya jelas menjadi angin segar bagi siapa pun yang ingin mencicipi ekosistem komputer ini dengan biaya lebih hemat.
Namun, di balik harga miring tersebut, ada beberapa kompromi spesifikasi yang wajib kamu perhatikan secara saksama. Apple terpaksa memangkas berbagai fitur penting agar perangkat ini bisa dijual jauh lebih murah dibandingkan lini laptop mereka yang lain. Mari kita bahas apa saja pengurangan fitur pada MacBook Neo sebelum kamu memutuskan untuk membelinya.
1. Prosesor beralih ke chip A18 Pro bawaan iPhone

Berbeda dengan jajaran laptop Apple modern lainnya, perangkat ini tidak menggunakan prosesor seri M. Mesin utamanya ditenagai oleh cip A18 Pro yang biasa dipakai pada ponsel cerdas mereka, lengkap dengan sedikit pengurangan inti grafis. Pengurangan ini tentunya memengaruhi penggunaan produktivitas kamu. Di mana MacBook Neo ini mungkin saja kurang powerful untuk kegiatan editing video yang berat.
2. Kapasitas memori dipatok mati pada angka 8GB

Apple mengunci kapasitas memori laptop ini secara permanen di angka 8GB. Kamu sama sekali tidak memiliki pilihan untuk melakukan peningkatan kapasitas memori saat membelinya, sehingga performanya lebih ditujukan untuk pekerjaan ringan. Jadi, jangan berharap lebih untuk kegiatan produktivitas yang lebih tinggi, ya!
3. Fitur Touch ID dihilangkan pada model dasar

Pemindai sidik jari andalan Apple kini bukan lagi perlengkapan standar bawaan pabrik. Jika kamu ingin masuk ke sistem operasi dengan praktis tanpa mengetik kata sandi, kamu harus merogoh kocek ekstra untuk menebus model di atasnya. Konsekuensinya adalah membayar harga yang lebih untuk satu fitur yang seharusnya jadi standar paling dasar itu.
4. Kualitas layar menurun tanpa teknologi True Tone

Tampilan visual layarnya mengalami penurunan spesifikasi dengan resolusi yang lebih kecil dan cakupan warna sebatas sRGB. Layar ini juga kehilangan teknologi True Tone, sehingga tidak bisa lagi menyesuaikan suhu warna dengan pencahayaan di sekitar kamu. Walau begitu, spesifikasi layarnya tetap bisa diandalkan dengan resolusi 2408 x 1506 piksel.
5. Keyboard tanpa lampu latar dan trackpad mekanis

Perangkat ini hadir tanpa lampu latar keyboard, yang pastinya akan menyulitkan kamu saat harus mengetik di ruangan gelap. Bagian papan sentuhnya juga kembali menggunakan sistem klik mekanis lawas dan meninggalkan teknologi sensor tekanan canggih. Jadi, perhatikan juga lokasi di mana kamu memakai perangkat ini. Pastikan ruangannya terang dan siapkan mouse untuk jaga-jaga saja.
6. Konektivitas dipangkas tanpa Thunderbolt dan MagSafe

Kamu hanya mendapatkan dua colokan USB biasa tanpa dukungan transfer data Thunderbolt berkecepatan tinggi. Hilangnya colokan daya magnetis MagSafe juga memaksa kamu untuk mengorbankan satu lubang USB ketika harus mengisi baterai laptop. Hal ini tentunya jadi kelemahan buat kamu yang suka transfer data, ya.
7. Kapasitas baterai lebih kecil dan pengisi daya lambat

Kapasitas daya baterai perangkat ini dibuat lebih kecil. Waktu penggunaan optimalnya pun ikut menurun. Kamu juga hanya diberikan kepala pengisi daya berkapasitas 20W di dalam kotak penjualan sehingga proses pengisian dayanya mungkin cenderung berjalan cukup lambat.
Memutuskan untuk meminang MacBook Neo di harga Rp10 jutaan mengharuskan kamu berkompromi dengan berbagai fitur yang disunat. Tapi, meski beberapa spesifikasinya dipangkas demi menekan biaya produksi, perangkat ini tetap menjadi alternatif memikat bagi pemula yang sekadar butuh laptop ringan untuk tugas harian. Kira-kira, apakah pengurangan deretan fitur premium tersebut sepadan dengan dana ekstra yang bisa kamu hemat?


















