Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Produk Apple Paling Inovatif yang Dirilis ketika Tim Cook jadi CEO

5 Produk Apple Paling Inovatif yang Dirilis ketika Tim Cook jadi CEO
ilustrasi Apple (Unsplash/Pao Pattarapol)
Intinya Sih
  • Tim Cook resmi mundur sebagai CEO Apple setelah memimpin sejak 2011 dan membawa perusahaan mencapai valuasi US$4 triliun dengan berbagai inovasi produk baru.
  • Selama masa kepemimpinannya, lahir produk ikonik seperti AirPods, Apple Watch, Mac dengan chip M1, AirTag, dan Apple Pencil yang memperkuat ekosistem Apple.
  • Inovasi di era Cook menegaskan kemampuan Apple mengubah tren pasar melalui desain elegan, efisiensi tinggi, serta integrasi teknologi yang memperluas pengalaman pengguna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tim Cook resmi mengundurkan diri sebagai CEO Apple, dan tongkat estafet kepemimpinan berikutnya akan dipegang oleh John Ternus. Cook telah memimpin Apple sejak 2011 yang mana itu merupakan tugas yang tidak ringan, mengingat ia harus meneruskan warisan Steve Jobs. Namun Cook terbukti mampu karena di bawah kendalinya, Apple tumbuh menjadi perusahaan senilai US$4 triliun dan melahirkan berbagai produk yang kini jadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem Apple.

Memang, inovasi-inovasi besar seperti Mac, iPod dan iPhone lahir di era Jobs, tapi Cook punya andil besar dalam menyempurnakan dan memperluas lini produk Apple hingga seperti yang dikenal sekarang. Berikut 5 produk Apple paling inovatif yang lahir ketika Tim Cook menjadi CEO.

1. AirPods

thai-nguyen-VhsYmb1Zt_M-unsplash.jpg
ilustrasi AirPods (Unsplash/Thai Nguyen)

Siapa sangka jika AirPods kini sudah berusia satu dekade. Ketika pertama kali dirilis pada 2016, TWS ini langsung menjadi bulan-bulanan karena bentuknya dianggap aneh, terlalu mahal, baterainya boros dan banyak yang takut akan mudah copot dan hilang entah ke mana. Situasi semakin panas karena perilisannya bersamaan dengan iPhone 7 yang menghilangkan headphone jack 3,5mm, sebuah keputusan yang banyak dinilai sebagai akal-akalan Apple agar pengguna beralih ke AirPods. Tapi lihat sekarang, AirPods Pro 3 justru menjadi salah satu TWS terbaik di pasaran, laris manis dan menyumbang miliaran dolar ke kantong Apple. Fitur noise cancellation dan transparency mode-nya juga benar-benar mengubah cara pengguna menikmati audio.

2. Apple Watch

Apple memang bukan pelopor smartwatch, tapi Apple selalu punya cara tersendiri untuk mengubah sesuatu yang sudah ada menjadi jauh lebih menarik. Ketika Apple Watch pertama kali diumumkan pada 2014 dan dirilis setahun kemudian, smartwatch ini langsung disambut antusiasme tinggi. Fitur-fiturnya mencakup hampir semua yang dibutuhkan dari sebuah smartwatch seperti pemantauan detak jantung, tidur, olahraga dan berbagai aktivitas harian. Yang membuatnya semakin menarik, Apple kerap menghadirkan fitur baru yang tetap bisa digunakan di Apple Watch model lama, salah satunya seperti notifikasi hipertensi. Kedepannya, ada rumor bahwa Apple Watch akan mampu mengukur kadar gula darah tanpa jarum suntik, yang tentunya akan jadi terobosan besar.

3. Mac yang ditenagai chip buatan sendiri

marcin-nowak-0l1QuxkBDUw-unsplash.jpg
ilustrasi MacBook (Unsplash/Marcin Nowak)

Selama bertahun-tahun, Mac dikenal sebagai PC yang indah secara desain, tapi tidak pernah benar-benar unggul dalam hal performa, apalagi di lini laptop seperti MacBook Air. Namun semuanya berubah di 2020 ketika Apple di bawah Tim Cook mulai menggunakan chip buatan sendiri bernama M1, yang mengandalkan arsitektur ARM sebagai pengganti x86. Hasilnya luar biasa, di mana baterai bisa bertahan seharian penuh, tidak butuh kipas pendingin, ukuran tetap ramping, tapi performanya sangat mumpuni. Kemampuan untuk bermain game pun ikut terangkat, meski memang belum bisa disetarakan dengan PC gaming pada umumnya. Revolusi ini begitu berdampak besar hingga bertahun-tahun setelahnya dan hingga kini, Windows masih berusaha mengejar efisiensi daya dan performa yang sudah lebih dulu dicapai Apple.

4. AirTag

Sebelum AirTag hadir, perangkat pelacak yang ada di pasaran memiliki keterbatasan cukup besar di mana sebagian besar hanya berfungsi dalam jarak tertentu saja. Apple mengubah segalanya ketika meluncurkan AirTag pada 2021. Alih-alih bergantung pada GPS atau sinyal Bluetooth semata, AirTag memanfaatkan jaringan crowdsourcing yang artinya, setiap perangkat Apple yang terhubung ke internet di sekitarnya bisa membantu mendeteksi lokasi AirTag secara anonim. Tapi tenang, datanya dienkripsi secara end-to-end sehingga privasi pengguna tetap terjaga. Dengan harga yang relatif masuk akal, daya tahan baterai hingga satu tahun dan kemudahan dalam hal penggunaan, AirTag langsung meledak di pasaran dan meraup pendapatan miliaran dolar hanya dalam setahun pertama.

5. Apple Pencil

luiz-felipe-JU5c0Hvu-wA-unsplash.jpg
ilustrasi Apple Pencil (Unsplash/Luiz Felipe)

Apple memiliki kebiasaan masuk ke pasar yang sudah ramai, lalu mengubah segalanya dan Apple Pencil menjadi contoh sempurna dari strategi itu. Sejak pertama kali dirilis pada 2015, stylus ini bukan sekadar alat gambar digital biasa karena Apple merancangnya dengan sensitivitas tinggi termasuk deteksi kemiringan dan latensi rendah yang mereplika kenyamanan menulis di kertas sungguhan. Dari generasi ke generasi, Apple terus menyempurnakannya, mulai dari mengimplementasikan pengisian daya magnetis tanpa kabel hingga gesture squeeze dan roll di versi Pro. Harganya memang tidak murah, tapi bagi yang sudah menggunakannya, sulit untuk beralih ke stylus lain. Yang menarik, Apple Pencil terwujud di era Tim Cook, karena Steve Jobs sendiri pernah dengan tegas menolak ide perangkat yang bergantung pada stylus.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa produk Apple paling inovatif yang lahir ketika Tim Cook menjadi CEO. Dari 5 produk di atas, mana yang menurutmu paling memberi pengaruh besar terhadap Apple dan industri teknologi secara keseluruhan?

Share Article
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More