Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PaperMatte Display Huawei Dibuat lewat Proses 27 Lapisan Kaca
PaperMatte Display Huawei (IDN Times/Fatkhur Rozi)
  • PaperMatte Display menggunakan konstruksi kaca 27 lapisan, bukan sekadar film anti-glare pada panel konvensional.

  • Huawei memadukan photolithography, nanoscale anti-glare etching, dan optimasi algoritma untuk menjaga kejernihan layar.

  • Teknologi ini dirancang untuk mendukung pengalaman menulis dengan stylus, membaca, serta penggunaan di luar ruangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023

Huawei pertama kali membawa PaperMatte Display ke tablet. Teknologi tersebut kemudian terus dikembangkan dengan proses dan teknik tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Huawei mengembangkan PaperMatte Display, teknologi layar dengan kaca 27 lapisan, karakter anti-glare, dan permukaan yang terasa menyerupai kertas.
  • Who?
    Huawei mengembangkan dan menggunakan PaperMatte Display pada lini tabletnya.
  • Where?
    PaperMatte Display digunakan pada lini tablet Huawei; lokasi proses manufakturnya per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Teknologi ini pertama kali dibawa Huawei ke tablet pada 2023 dan terus dikembangkan setelahnya.
  • Why?
    Huawei mengembangkannya untuk mengurangi pantulan, mempertahankan kejernihan, serta menghadirkan pengalaman menulis dengan stylus yang menyerupai kertas.
  • How?
    Huawei menggunakan kaca 27 lapisan, nanoscale anti-glare etching, semiconductor photolithography, dan optimasi algoritma layar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Huawei membuat layar tablet bernama PaperMatte Display dengan 27 lapisan kaca. Layar ini dibuat supaya tidak banyak memantulkan cahaya dan terasa seperti kertas saat dipakai menulis dengan stylus. Huawei juga memakai teknologi khusus agar gambar lebih jelas. Layar ini bisa dipakai untuk membaca dan menulis dengan lebih nyaman.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pendekatan PaperMatte Display menunjukkan upaya Huawei mengembangkan teknologi layar secara menyeluruh, bukan hanya menambahkan lapisan pelindung. Perpaduan kaca 27 lapisan, teknik etching, photolithography, dan optimasi sistem diarahkan untuk menyeimbangkan kejernihan, pengurangan pantulan, serta kenyamanan menulis dan membaca pada tablet.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Huawei terus mengembangkan PaperMatte Display sebagai salah satu teknologi layar yang digunakan pada lini tabletnya. Alih-alih mengandalkan layar biasa yang kemudian dilapisi film anti-glare, perusahaan mengembangkan permukaan layar melalui proses manufaktur yang lebih kompleks untuk mengurangi pantulan sekaligus mempertahankan kejernihan tampilan.

Salah satu bagian menarik dari proses tersebut berada pada konstruksi kacanya. Huawei mengatakan PaperMatte Display dibuat melalui proses manufaktur kaca sebanyak 27 lapisan untuk menghasilkan karakter permukaan yang terasa menyerupai kertas ketika disentuh maupun digunakan untuk menulis menggunakan stylus.

Teknologinya juga terus dikembangkan sejak pertama kali dibawa Huawei ke tablet pada 2023. Generasi berikutnya memanfaatkan nanoscale anti-glare etching hingga teknologi semiconductor photolithography untuk meningkatkan keseragaman permukaan dan kejernihan layar, sekaligus mempertahankan karakter anti-glare yang menjadi fokus PaperMatte Display.

1. Huawei memilih tidak menggunakan film anti-glare biasa

HUAWEI MatePad Air (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Ada cara yang lebih sederhana untuk membuat layar memiliki karakter anti-glare, yakni menggunakan panel konvensional kemudian menambahkan lapisan pelindung di atasnya. Huawei mengatakan pendekatan semacam itu memang lebih mudah, tetapi perusahaan memilih tidak menggunakannya untuk mengembangkan PaperMatte Display.

Menurut Huawei, penggunaan film pelindung dapat mengurangi kejernihan layar dan menimbulkan efek sparkle pada tampilan. Kualitas film yang tersedia juga dapat berbeda-beda, sementara perusahaan menilai pendekatan tersebut tidak memberikan standar pengalaman yang sama untuk setiap pengguna.

Huawei akhirnya memilih mengembangkan permukaan layarnya secara langsung melalui proses manufaktur yang lebih kompleks. PaperMatte Display menggunakan proses kaca 27 lapisan untuk menghasilkan sensasi sentuhan menyerupai kertas sekaligus menawarkan karakter anti-glare dan anti-reflection yang menjadi bagian utama dari teknologi tersebut.

2. Teknologi photolithography ikut digunakan

HUAWEI MatePad Air (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Pengembangan PaperMatte Display tidak berhenti pada konstruksi kaca berlapis. Huawei mengatakan telah membawa teknologi semiconductor photolithography ke pengembangan layar tersebut dan memadukannya dengan teknik nanoscale anti-glare etching.

Teknik tersebut digunakan untuk membuat permukaan kaca menjadi lebih seragam sehingga kejernihan tampilan dapat ditingkatkan. Huawei mengklaim kejernihan PaperMatte Display meningkat 20 persen dibandingkan generasi sebelumnya yang belum menggunakan teknologi anti-glare nano etching, sementara efek sparkle juga dapat dikurangi.

Huawei turut mengoptimalkan algoritma layar pada tingkat sistem untuk mempertajam tampilan. Kombinasi tersebut membuat pengembangan PaperMatte Display tidak hanya berpusat pada lapisan terluar layar, tetapi mencakup proses manufaktur kaca, teknologi etching, hingga optimasi software untuk menghasilkan karakter tampilan yang diinginkan.

3. Dibuat agar tetap nyaman untuk menulis dan membaca

PaperMatte Display Huawei (IDN Times/Fatkhur Rozi)

Karakter PaperMatte Display juga dikembangkan untuk skenario penggunaan tablet menggunakan stylus. Huawei mengatakan permukaannya dirancang agar memberikan sensasi menulis yang lebih natural seperti menggunakan pena di atas kertas, sekaligus mempertahankan kejernihan ketika tablet digunakan dalam kondisi pencahayaan luar ruangan yang kompleks.

Aspek kenyamanan mata ikut menjadi bagian dari pengembangannya. Huawei memadukan PaperMatte Display dengan mode e-book serta perlindungan mata pada tingkat sistem untuk mengurangi emisi cahaya, sementara perangkat yang menggunakan teknologi layar tersebut disebut telah memperoleh sertifikasi SGS dan TÜV Rheinland terkait pengalaman bebas pantulan dan perlindungan mata.

Pendekatan tersebut memperlihatkan alasan Huawei memilih proses yang lebih kompleks dibandingkan sekadar menempelkan film anti-glare pada panel konvensional. PaperMatte Display dikembangkan sebagai bagian dari layar itu sendiri, mulai dari struktur kaca 27 lapisan, nanoscale etching, teknologi photolithography, hingga optimasi algoritma, dengan tujuan menyeimbangkan karakter anti-glare, kejernihan layar, dan pengalaman menulis menggunakan stylus.

Curated For You

Editorial Team

Related Article