Harga smartphone pada 2026 menghadapi tekanan dari kenaikan biaya komponen, terutama memori DRAM dan NAND. Counterpoint Research mencatat, harga ritel smartphone secara global naik rata-rata 15 persen sepanjang 2026 dengan lebih dari 40 persen model sudah mengalami kenaikan harga. Ini karena melonjaknya permintaan komponen memori secara global yang disebabkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Kondisi pasar seperti ini lantas membuat pembeli perlu lebih teliti sebelum mengganti HP. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar uang yang dikeluarkan tetap sebanding dengan spesifikasi dan masa pakai perangkat.
5 Tips Membeli HP di Tengah Kenaikan Harga yang Makin Tinggi

Take a Deeper Read
1. Tentukan kebutuhan sebelum memilih spesifikasi
Sebaiknya, hindari langsung mengejar RAM, penyimpanan, atau chipset dengan kapasitas paling tinggi. Spesifikasi yang berlebihan bisa membuat harga HP naik tanpa memberikan manfaat yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Tentukan dulu apakah HP akan dipakai untuk komunikasi, media sosial, fotografi, game, pekerjaan, atau kebutuhan lain. Prioritas kebutuhan dapat mempersempit pilihan dari berbagai kelas harga. Bagi kamu yang hanya memakai aplikasi komunikasi dan media sosial mungkin tidak membutuhkan HP dengan RAM 16GB atau penyimpanan 1TB. Selisih dana bisa dialihkan untuk membeli perangkat dengan kualitas layar, kamera, baterai, atau dukungan software yang lebih sesuai.
2. Jangan terpaku kepada HP keluaran terbaru
Model baru tidak selalu menjadi pilihan paling ekonomis ketika harga komponen sedang naik. Beberapa produsen justru menaikkan harga perangkat baru atau mengubah konfigurasi spesifikasi untuk mengimbangi biaya produksi. HP generasi sebelumnya yang masih mendapat pembaruan software bisa menjadi alternatif jika selisih performanya tidak terlalu jauh. Meski begitu, beberapa model lama stoknya saat ini terus berkurang, sehingga calon pembeli harus adu cepat untuk mendapatkannya.
3. Bandingkan harga berdasarkan spesifikasi yang dipakai
Membandingkan HP sebaiknya tidak berhenti pada kapasitas RAM dan penyimpanan. Periksa juga chipset, kualitas layar, kamera, kapasitas baterai, kecepatan pengisian daya, konektivitas, dan durasi dukungan software. Harga yang sedikit lebih mahal bisa masuk akal jika perangkat menawarkan masa penggunaan lebih panjang atau fitur yang memang dibutuhkan.
Perhatikan pula kapasitas penyimpanan sebelum membeli. Kenaikan harga memori mendorong beberapa produsen mulai menyesuaikan kapasitas storage pada sejumlah perangkat untuk menekan biaya. Pilih kapasitas yang cukup untuk pola penggunaan sendiri daripada membayar lebih untuk ruang yang kemungkinan tidak terpakai.
4. Manfaatkan promo dan program tukar tambah
Waktu pembelian bisa memengaruhi harga akhir HP yang dibayar. Saat ini, terdapat program trade-in, potongan harga, cicilan, dan promo yang disediakan beberapa toko yang bisa mengurangi beban ketika harga perangkat mengalami kenaikan. Counterpoint mencatat, konsumen di sejumlah pasar merespons kenaikan harga melalui penundaan upgrade, pembelian saat periode promo, dan pembelian perangkat dalam kondisi bekas.
5. Pertimbangkan HP bekas berkualitas
HP bekas bisa menjadi pilihan ketika perangkat baru di kelas harga yang sama mengalami kenaikan harga. Pilih model yang masih memperoleh pembaruan keamanan, memiliki kondisi baterai yang layak, dan tidak mengalami kerusakan pada layar atau komponen penting. Jangan lupa periksa nomor IMEI, akun, dan riwayat perangkat sebelum melakukan transaksi. Membeli HP bekas tetap membutuhkan perhitungan harga yang cermat. Bandingkan harga unit bekas dengan harga HP baru setelah promo agar selisihnya terlihat. Jika perbedaannya kecil, perangkat baru bisa memberikan keuntungan dari sisi garansi dan kondisi komponen yang lebih terjamin.
Kenaikan harga smartphone diprediksi akan terus berlangsung selama produsen belum bisa mengatasi krisis memori. Menariknya, spesifikasi dan harga yang saat ini ada mirip dengan kondisi pandemik COVID-19. Saat ini, smartphone dengan harga sekitar Rp1,9 jutaan hanya memiliki RAM 4/64 atau 4/128GB, tidak jauh berbeda dengan kondisi pada 2021.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- 5 Fakta Google yang Jarang Diketahui di Usia 28 Tahun11 Oct 2026, 08:52 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- Kenapa Informasi yang Dihapus Belum Tentu Hilang dari Internet?11 Oct 2026, 07:52 WIB
- 5 Diskon Game Fighting di PS Store Player's Choice 202611 Oct 2026, 06:52 WIB