Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Kemenangan Alter Ego Esports atas Tim Liquid PH
Potret Kemenangan Alter Ego Esports atas Tim Liquid PH (instagram.com/mpl.id.official)

Intinya sih...

  • Alter Ego menghentikan ambisi "Golden Road" Team Liquid PH

  • Pergeseran momentum menentukan alur pertandingan

  • Detail Draft Pick menjadi fondasi kemenangan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pertandingan Alter Ego Esports (AE) melawan Team Liquid PH (TLPH) pada babak Knockout Stage M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang menjadi salah satu laga paling menentukan bagi wakil Indonesia di panggung internasional. Digelar pada Sabtu, (24/1/2026) pukul 15.00 WIB dengan format Best of Five (Bo5), duel ini bukan hanya mempertaruhkan tiket menuju Lower Bracket Final, tetapi juga menyangkut harga diri Indonesia di tengah dominasi tim Filipina dalam beberapa musim terakhir. Atmosfer pertandingan terasa semakin intens karena publik berharap AE mampu menjaga peluang Indonesia tetap hidup setelah ONIC Esports lebih dulu tersingkir.

Sejak draft pertama, pertandingan berjalan dengan tensi tinggi, penuh kalkulasi strategi, serta adu adaptasi meta. Team Liquid PH sempat berada di atas angin ketika mampu mencuri keunggulan dan mencapai posisi match point, namun Alter Ego menunjukkan mentalitas dengan membalikkan keadaan secara dramatis. Keberhasilan Alter Ego hentikan langkah TLPH di M7 dengan skor akhir 3–2 bukan sekadar hasil angka, melainkan refleksi dari konsistensi eksekusi strategi, kecermatan membaca momentum permainan, serta keberanian mengambil risiko di moment krusial.

1. Alter Ego hentikan ambisi “Golden Road” Team Liquid PH

Alter Ego Hentikan Ambisi Golden Road Team Liquid PH (instagram.com/mpl.id.official)

Salah satu narasi besar yang menyertai laga ini adalah ambisi Team Liquid PH untuk mengejar apa yang disebut sebagai Golden Road, yaitu pencapaian sempurna menjuarai seluruh rangkaian turnamen utama dalam satu musim kompetitif. Dengan pengalaman roster yang matang dan jam terbang tinggi di level internasional, Liquid datang sebagai salah satu favorit juara yang diunggulkan mampu melaju mulus di jalur Knockout. Tekanan publik pun cukup besar karena mereka tampil cukup konsisten sejak fase grup hingga memasuki babak eliminasi.

Namun, Alter Ego justru tampil sebagai penghambat utama ambisi tersebut. Meski sempat tertinggal dan menghadapi tekanan psikologis ketika lawan mencapai match point, AE tetap menjaga disiplin permainan, memperketat kontrol objektif, serta memaksimalkan kesalahan kecil lawan dalam pengambilan keputusan. Kemenangan ini bukan hanya menghentikan langkah Liquid lebih cepat dari prediksi, tetapi juga mempertegas bahwa dominasi mereka di regional tidak selalu menjamin stabilitas performa di panggung dunia.

2. Pergeseran momentum yang menentukan alur pertandingan

Potret Pemain Alter Ego Saat Pertandingan Melawan Tim Liquid PH (instagram.com/mpl.id.official)

Pertandingan berjalan dengan penuh ketegangan sejak game pertama. Alter Ego mampu membuka match dengan tekanan rotasi cepat dan kontrol area yang efektif, memaksa Liquid kehilangan tempo permainan. Namun, respon cepat ditunjukkan oleh TLPH pada game kedua dan ketiga, di mana mereka berhasil memanfaatkan keunggulan lane pressure dan disiplin team fight untuk membalikkan keadaan sekaligus mendekati kemenangan seri.

Memasuki game keempat dan kelima, momentum kembali berubah drastis. Alter Ego menunjukkan kemampuan adaptasi yang matang dengan memperbaiki pengambilan keputusan saat kontestasi objektif, mengurangi risiko over-commit, serta memperbaiki komunikasi antar pemain. Pola ini menciptakan permainan yang lebih konsisten, sehingga AE mampu memaksakan laga menuju penentuan dan mengamankan kemenangan akhir secara meyakinkan.

3. Detail draft pick yang menjadi fondasi kemenangan

Potret Nino Explaner Alter Ego Esports (instagram.com/mpl.id.official)

Pada game kelima, Team Liquid PH menurunkan komposisi Yu Zhong, Leomord, Yve, Esmeralda, dan Khaleed, sebuah draft yang menekankan daya tahan tinggi, dominasi area, serta kemampuan memaksa pertarungan panjang melalui kontrol zone dan kekuatan frontliner. Yu Zhong dan Esmeralda menjadi pengacau formasi lawan dengan kemampuan regenerasi yang solid, sementara Leomord menghadirkan tekanan objektif dan potensi burst damage saat momentum team fight terbentuk. Di sisi lain, Yve berperan sebagai pusat kendali zone control dan Khaleed menjaga fleksibilitas rotasi agar Liquid tetap mampu mengamankan tempo permainan.

Sebagai respons, Alter Ego memilih Cici, Uranus, Zhuxin, Claude, dan Hilda, yang mengedepankan kecepatan rotasi, tekanan map agresif, serta fleksibilitas transisi dari fase awal menuju late game. Hilda dan Cici aktif membuka visi dan mengganggu pola farming lawan, Uranus menyerap tekanan sebagai garis depan, sementara Zhuxin menciptakan ruang aman bagi Claude untuk melakukan scaling sebagai sumber damage utama. Perbedaan konsep ini membuat Alter Ego lebih leluasa memecah ritme permainan Liquid, menjaga kontrol area penting, dan perlahan mengamankan momentum hingga menutup pertandingan dengan kemenangan.

4. Dampak psikologis bagi Alter Ego dan ekosistem esports Indonesia

Euforia Kemenangan bagi Esports Indonesia (instagram.com/mpl.id.official)

Keberhasilan Alter Ego hentikan langkah TLPH di M7 membawa dampak psikologis besar bagi mereka, terutama dalam menjaga kepercayaan diri menghadapi lawan berikutnya di Lower Bracket Final. Keberhasilan bangkit dari tekanan match point menunjukkan bahwa tim memiliki ketahanan mental yang semakin matang, sebuah faktor krusial dalam kompetisi berformat panjang dan padat. Selain itu, kemenangan ini memperkuat keyakinan internal tim bahwa adaptasi strategi dan disiplin eksekusi mampu mengimbangi kekuatan individu lawan.

Bagi ekosistem esports Indonesia, hasil ini juga menjadi suntikan moral yang signifikan. Di tengah dominasi historis tim Filipina dalam beberapa edisi M-Series, kemenangan AE memperlihatkan bahwa kesenjangan kompetitif dapat dipersempit melalui pengembangan strategi, kedalaman analisis meta, serta konsistensi latihan. Momentum ini berpotensi meningkatkan kepercayaan publik sekaligus menarik perhatian sponsor dan komunitas terhadap keberlanjutan prestasi tim nasional di level global.

Kemenangan Alter Ego melawan Team Liquid PH di M7 World Championship menjadi gambaran nyata betapa kompetitifnya lanskap Mobile Legends: Bang Bang internasional saat ini. Kombinasi strategi matang, detail draft pick yang sulit ditebak, serta ketahanan mental dalam menghadapi tekanan tinggi menjadi faktor utama yang menentukan hasil akhir pertandingan. Kemenangan dramatis ini tidak hanya memperpanjang napas Alter Ego di turnamen, tetapi juga memastikan mereka melaju ke babak Lower Bracket Final untuk menghadapi Selangor Red Giants (SRG) dalam perebutan tiket menuju grand final. Momentum positif ini diharapkan mampu menjaga konsistensi performa wakil Indonesia tersebut, sekaligus memperkuat optimisme publik bahwa peluang bersaing di panggung dunia masih terbuka lebar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team