Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alter Ego Lolos Grand Final M7 Usai Singkirkan SRG

Euforia Alter Ego Esports saat melaju ke Grand Final
Euforia Alter Ego Esports saat melaju ke Grand Final (instagram.com/mpl.id.official)
Intinya sih...
  • Dominasi agresif AE di dua game awal menentukan ritme pertandingan
  • Kebangkitan sementara SRG di game ketiga menunjukkan potensi mereka untuk bersaing
  • AE kunci pertandingan di game penentuan lewat lord evolved, mengakhiri perjalanan SRG di M7 World Championship
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tennis Indor Senayan jadi venue M7 World Championship Mobile Legends: Bang Bang, menjadi saksi Alter Ego (AE) berhasil membuka jalan mereka ke partai puncak setelah menundukkan rival berat asal Malaysia, Selangor Red Giants (SRG), dengan skor dramatis 3-1 dalam Final Lower Bracket yang berlangsung pada Sabtu, (24/1/2026). Laga ini menjadi salah satu pertandingan paling krusial di fase gugur karena menentukan satu tiket terakhir menuju Grand Final, sekaligus mempertemukan dua tim dengan gaya bermain agresif dan disiplin tinggi. Pertandingan yang menggunakan format Best of Five (Bo5) tersebut memperlihatkan betapa pentingnya keseimbangan antara macro play dan team fight, di mana kesalahan kecil dapat langsung berujung pada kerugian besar.

Momen Alter Ego lolos Grand Final M7 bukan hanya pertanda selangkah menuju partai puncak, melainkan juga menjadi simbol kebangkitan skena esports Indonesia di panggung internasional. Alter Ego harus melewati jalur yang lebih berat setelah terlempar ke lower bracket akibat kekalahan di fase sebelumnya, sehingga setiap pertandingan menjadi laga hidup dan mati. Perjalanan tersebut menunjukkan kedewasaan AE dalam membaca situasi pertandingan, memanfaatkan kesalahan lawan, serta menjaga tekanan sejak early game hingga momen penentuan.

1. Dominasi agresif AE di dua game awal menentukan ritme

Potret Alter Ego Esports saat melawan Selangor Red Giant (SRG)
Potret Alter Ego Esports saat melawan Selangor Red Giant (SRG) (instagram.com/mpl.id.official)

Pertandingan langsung dibuka dengan permainan agresif dari Alter Ego sejak game pertama, di mana mereka memberikan tekanan di seluruh lane dan memaksa SRG bermain defensif sejak menit awal. Rotasi cepat yang dilakukan AE membuat SRG kesulitan mengamankan objektif awal, termasuk Turtle dan turret luar, yang berujung pada keunggulan ekonomi signifikan. AE bahkan mampu menutup game pertama dengan selisih lebih dari 5.000 gold hanya dalam waktu sekitar 12 menit, sebuah gameplay solid antara roamer, jungler, dan gold laner.

Keunggulan tersebut berlanjut pada game kedua, ketika SRG mencoba melakukan penyesuaian strategi dengan memilih komposisi hero yang lebih mengandalkan daya tahan atau sustain. Sayangnya, pendekatan ini belum cukup efektif untuk menahan tekanan agresif AE yang konsisten memanfaatkan celah di area objektif. Kesalahan kecil SRG saat perebutan Turtle dan kontrol langsung dimanfaatkan AE untuk menciptakan efek snowball, yang akhirnya mengamankan kemenangan kedua dan membuat AE unggul 2-0 di seri ini.

2. Kebangkitan sementara SRG di game ketiga

Potret Nino setelah kemenangan atas SRG
Potret Nino setelah kemenangan atas SRG (instagram.com/mpl.id.official)

Meski tertinggal dua game, Selangor Red Giants tidak menyerah begitu saja dan mulai menunjukkan respons yang lebih terorganisir di game ketiga. Mereka tampil lebih disiplin dalam rotasi dan mampu memanfaatkan beberapa kesalahan positioning dari pemain Alter Ego, terutama di fase mid game. Pendekatan permainan yang lebih sabar membuat SRG mampu mengamankan sejumlah objektif penting dan memperlambat tempo permainan AE.

Keunggulan tersebut akhirnya berbuah satu poin penting bagi SRG, sekaligus memperkecil kedudukan menjadi 2-1 dan menjaga asa mereka tetap hidup di seri ini. Kemenangan ini juga menunjukkan bahwa SRG masih memiliki kapasitas besar untuk bersaing ketika permainan berjalan lebih seimbang. Namun, momentum kebangkitan tersebut tidak berlangsung lama karena Alter Ego segera melakukan evaluasi cepat dan kembali mengambil alih kendali di game berikutnya.

3. AE kunci pertandingan di game penentuan lewat lord evolved

Euforia kemenangan Alter Ego Esports atas Selangor Red Giant (SRG)
Euforia kemenangan Alter Ego Esports atas Selangor Red Giant (SRG) (instagram.com/mpl.id.official)

Memasuki game keempat, Alter Ego tampil jauh lebih disiplin dalam pengelolaan wave minion serta kontrol peta secara keseluruhan. Keunggulan vision dan rotasi membuat AE unggul dalam perebutan objektif krusial, termasuk keberhasilan mengamankan Lord Evolved pada sekitar menit ke-18 pertandingan. Momen ini menjadi titik balik karena tekanan lane yang dihasilkan membuat SRG harus bermain bertahan tanpa ruang untuk melakukan serangan balik.

Dengan pengaturan posisi yang rapi dan komunikasi yang efektif, AE mampu mengeksekusi team fight penentuan secara bersih. SRG kesulitan menahan serangan beruntun dari berbagai lane hingga akhirnya pertahanan terakhir mereka runtuh. Kemenangan di game keempat ini memastikan skor akhir 3-1 sekaligus mengakhiri perjalanan SRG di M7 World Championship.

4. Yazukee dinobatkan sebagai Star of the Day, bukti dampak besar sang rookie

Yazukee Dinobatkan sebagai Star of the Day
Yazukee Dinobatkan sebagai Star of the Day (instagram.com/mpl.id.official)

Performa impresif Yazukee sepanjang fase Knockout Stage M7 World Championship akhirnya mendapat pengakuan resmi dari akun MLBB Esports, yang menobatkannya sebagai Star of the Day terakhir di turnamen tersebut. Dalam visual resmi yang dirilis, Yazukee mencatat total 48 kills, average damage per minute (DPM) sebesar 3.399, serta kill participation (KP) mencapai 75 persen, sebuah statistik yang mencerminkan kontribusinya yang sangat dominan dalam setiap team fight. Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir di setiap momen krusial, Yazukee selalu terlibat langsung dalam proses eliminasi lawan dan pengambilan momentum permainan.

Tidak hanya unggul secara statistik, Yazukee juga tampil fleksibel dengan memainkan enam hero berbeda, mulai dari Fanny, Leomord, Joy, Guinevere, Yi-Sun Shin, hingga Uranus, yang memperlihatkan kedalaman hero pool serta kemampuan adaptasinya terhadap kebutuhan strategi tim. Fakta bahwa ia mampu tampil konsisten dalam delapan pertandingan berat melawan juara dari dua region besar semakin mempertegas kualitasnya sebagai pemain world class, meskipun statusnya masih terbilang rookie. Pengakuan ini sekaligus memperkuat narasi bahwa keberhasilan Alter Ego menuju Grand Final bukan hanya hasil kerja sama tim, tetapi juga ditopang oleh performa individu yang mampu memberi dampak nyata di setiap kemenangan mereka

5. Perjalanan AE jadi harapan Indonesia di M7 World Championship

Euforia Kemenangan  Alter Ego Esports atas Selangor Red Giant (SRG)
Euforia Kemenangan Alter Ego Esports atas Selangor Red Giant (SRG) (instagram.com/mpl.id.official)

Perjalanan Alter Ego lolos Grand Final M7 World Championship terbilang tidak mudah dan penuh tekanan. Terutama setelah mereka harus melanjutkan kompetisi melalui jalur Lower Bracket setelah kalah atas Aurora Gaming PH. AE dituntut tampil konsisten karena satu kekalahan saja berarti tersingkir dari turnamen. Salah satu kemenangan penting mereka raih saat menghadapi Team Liquid PH, tim asal Filipina yang dikenal memiliki gaya bermain agresif dan disiplin tinggi.

Kemenangan atas Team Liquid PH menjadi modal mental yang sangat penting sebelum menghadapi SRG di laga penentuan menuju Grand Final. Konsistensi performa dan strategi yang ditunjukkan AE membuat harapan publik Indonesia kembali menguat untuk melihat wakil tanah air bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Laga Grand Final melawan Aurora Gaming PH di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pun diprediksi menjadi duel panas yang paling dinantikan oleh penggemar MLBB dari berbagai negara.

Kemenangan 3-1 Alter Ego atas Selangor Red Giants bukan sekadar angka di papan skor, melainkan representasi dari kerja keras, konsistensi strategi, dan ketangguhan mental dalam menghadapi tekanan turnamen besar. Perjalanan panjang dari lower bracket hingga Grand Final menunjukkan bahwa AE mampu belajar dari kesalahan dan berkembang di momen-momen krusial. Dengan dukungan penuh dari Alter Champs dan performa yang semakin meningkat, Alter Ego kini hanya berjarak satu langkah dari pencapaian sejarah baru bagi Mobile Legends: Bang Bang Indonesia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Tech

See More

Fitur Unggulan ChatGPT Go, Opsi Langganan Paling Ramah Kantong

25 Jan 2026, 15:02 WIBTech