Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Mobile Legends: Bang Bang
ilustrasi Mobile Legends: Bang Bang (dok. Moonton/Mobile Legends: Bang Bang)

Intinya sih...

  • AE menjadi tim pertama yang lolos ke Knockout Stage M7 setelah meraih kemenangan beruntun di Swiss Stage.

  • Pulangkan TLPH dan SRG dalam semalam, AE berhasil mengalahkan dua tim raksasa yang pernah juara dunia secara beruntun.

  • AE berhasil membalas semua tim yang mengalahkan ONIC di M7, termasuk clean sweep ONIC dengan skor 2-0.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Alter Ego (AE) merupakan salah satu tim perwakilan Indonesia yang bikin kejutan di M7 World Championship 2025. Pasalnya, tim yang dianggap kuda hitam ini berhasil lolos ke grand final melawan Aurora PH pada Minggu (25/1/2026) kemarin. Meski gagal menjadi juara, mereka berhasil mencuri perhatian dengan berbagai prestasinya.

Awalnya diremehkan, AE menjadi tim yang sangat kuat di M7. Sebagai bukti, mereka telah mencetak berbagai prestasi yang pastinya bakal diingat dalam sejarah esports Indonesia. Penasaran dengan kehabatan AE di M7? Simak daftarnya di bawah ini!

1. Menjadi yang pertama lolos ke Knockout Stage

Dianggap underdog, AE membuktikan bahwa mereka gak bisa diremehkan. Bahkan, performa AE di M7 World Championship bisa disebut yang paling mulus di antara tim lainnya. Sebab, AE berhasil menjadi tim pertama yang lolos ke babak Knockout Stage. Itu artinya, tim kuda hitam ini berhasil meraih jalan pintas yang gagal diraih banyak tim.

Tentunya pencapaian ini didapatkan berkat kemenangan beruntun di Swiss Stage. Pada hari pertama, mereka berhasil menaklukkan Aurora Turkiye (AUR), lalu mereka melibas Black Sentence Esports (BSE), dan yang terakhir, menang melawan Yangon Galacticos (YG) yang akhirnya mengatarkan AE ke Knockout Stage. Ia kemudian disusul Selangor Red Giants (SRG) yang berhasil mengalahkan Team Liquid PH (TLPH).

2. Pulangkan dua tim raksasa yang pernah juara dunia dalam semalam

Kalau bicara prestasi, tentunya yang paling berkesan adalah pertandingan Sabtu (24/1/2026) kemarin. Pasalnya, dalam semalam AE berhasil memulangkan dua tim raksasa yang digadang bakal menjadi finalis di M7. Tim yang dimaksud adalah SRG dan TLPH yang sudah dikenal sebagai tim dengan segudang prestasi.

Tim kuda hitam yang berhasil mengalahkan dua finalis MSC secara beruntun tentunya bakal menjadi sejarah yang tidak bisa dilupakan skena esports Indonesia, bahkan dunia. AE berhasil mengalahkan TLPH dalam semifinal Lower Bracket dengan skor tipis 2-3. Belum sempat istirahat lama, AE harus bertanding kembali melawan SRG di final Lower Bracket di pertandingan kedua. Bukannya lelah, AE malah lebih berapi-api. Mereka berhasil menang telak dengan skor 3-1.

3. Membalas semua tim yang mengalahkan ONIC di M7

Hal yang membuat AE sangat disukai adalah sikap humble mereka. AE tidak pernah taunting sepanjang M7. Bahkan, penggawa AE selalu membela tim satu perjuangan mereka, ONIC Esports (ONIC). Dalam salah satu sesi wawancara, Nino mengeklaim kalau mereka panas 'abang-abangan' mereka dikalahkan. Oleh sebab itu, AE bermain totalitas saat melawan tim yang pernah mengalahkan ONIC.

Pada M7 ini, AE tercatat berhasil membalas semua tim yang mengalahkan ONIC. Mulai dari YG, Team Spirit (TS), hingga TLPH yang berhasil memulangkan ONIC pada Knockout Stage. Aksi AE ini dianggap sebuah bentuk solidaritas untuk sesama perwakilan tim Indonesia. AE membuktikan kalau dua tim bisa maju serentak tanpa adanya rivalitas panas.

4. Membalas kekalahan di MPL ID dengan clean sweep ONIC

Pada akhirnya, kompetisi tetaplah kompetisi. AE juga akhirnya dipertemukan dengan ONIC. Adapun, laga AE vs ONIC menjadi pembuka untuk Knockout Stage. Sebelumnya, AE dikalahkan ONIC pada grand final MPL Indonesia Season 16 (MPL ID S16). Namun, keadaan berbalik di M7. Gak hanya berhasil membalas kekalahan di MPL ID S16, AE juga menang clean sweep 2-0 di M7.

ONIC memang sempat mendominasi pada awal pertandingan. Namun, AE selalu bisa membalikkan keadaan. Performa AE memang meningkat secara signifikan. Sementara, ONIC sedang underperform. Hal tersebut dipengaruhi META baru yang menguntungkan AE, serta draft AE yang inovatif dari Coach Xepher.

Sungguh prestasi yang membanggakan, khususnya untuk Alterchamps dan segenap penonton setia esports MLBB di Indonesia. Apakah AE bakal kembali lebih kuat di M8 World Championship 2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team