7 Game Open-World Pertama yang Dibuat, Ada Zelda

- Adventure di Atari 2600 memberi kebebasan eksplorasi dan easter egg pada tahun 1980.
- Ultima I: The First Age of Darkness membawa pemain menjelajahi dunia luas tanpa arahan pada awal tahun 1980-an.
- The Legend of Zelda mengubah paradigma game dengan kebebasan eksplorasi dan nuansa misteri yang hidup.
Game open-world kini ada di mana-mana, padahal dulunya hanya ada sedikit game yang berani keluar dari pendekatan linear dengan menawarkan kebebasan, eksplorasi dan pilihan bagi pemain. Meski ada beberapa yang terasa kaku dan terbatas, tidak sedikit yang justru visioner dan jauh mendahului zamannya. Tiap game juga memiliki sejumlah perbedaan di sisi tema, gaya visual atau konsep cerita, namun semua sama-sama menjadi pondasi lahirnya genre open-world seperti yang dikenal sekarang, terlepas dari fakta bahwa dulu dunia terbuka yang ditawarkan masih sangat sederhana. Berikut 7 game open-world pertama yang dibuat.
1. Adventure
Adventure di Atari 2600 mungkin terlihat sangat sederhana jika melihat standar game saat ini, tapi pada masanya, game ini sangat inovatif. Digarap oleh Warren Robinett, game ini memberi pemain kebebasan dengan menjelajahi dunia tanpa jalur yang pasti. Game open-world ini bahkan menjadi salah satu game pertama yang membawa easter egg. Terlepas dari visualnya yang kotak-kotak, Adventure memberikan pemain sesuatu yang langka untuk game rilisan tahun 1980 yaitu kebebasan. Pada game ini, pemain diberi pilihan untuk mundur, mencoba strategi berbeda dan menikmati segalanya sesuai keinginan mereka.
2. Ultima I: The First Age of Darkness
Seri game Ultima karya Richard Garriott sangat berpengaruh dalam perkembangan game RPG, dimulai dari Ultima I: The First Age of Darkness untuk Apple II. Game ini yang menghadirkan dunia luas yang disajikan dalam perspektif top-down, lengkap dengan dungeon, kota hingga kesempatan untuk pergi ke luar angkasa. Dengan sistem gerakan antar area berbasis tile, pemain diberi kebebasan menjelajahi map tanpa arahan, yang mana itu merupakan sebuah hal langka di awal tahun 1980-an. Ultima I membuat dunia di dalam game terasa luas sekaligus menantang untuk dijelajahi.
3. The Legend of Zelda
The Legend of Zelda garapan Nintendo benar-benar mengubah segalanya. Tidak seperti game lain yang penuh instruksi, Zelda justru melempar pemain ke dunia yang luas tanpa banyak petunjuk. Kebebasan untuk menjelajah, tersesat atau bahkan gagal menjadi bagian dari keseruan, sementara nuansa misteri dan keterbukaan game ini terasa lebih hidup dibanding game NES lainnya. The Legend of Zelda merupakan titik awal ketika eksplorasi menjadi daya tarik utama di dalam game, sebuah warisan yang masih terasa di banyak game open-world modern hingga saat ini.
4. Elite
Sebelum No Man’s Sky atau Starfield, sudah ada Elite, game simulasi luar angkasa yang dirilis di BBC Micro. Game ini menyajikan galaksi yang luas untuk dijelajahi dan dijadikan tempat bertempur. Tanpa level, cutscene atau tujuan yang jelas, Elite memberi pemain kebebasan penuh. Menggunakan teknik procedural generation untuk menciptakan ribuan sistem bintang (sesuatu yang sangat revolusioner pada masanya), Elite memang tidak selalu ramah bagi pemain pemula, tapi bagi pemain yang mau bersabar, game ini menawarkan pengalaman bermain yang luar biasa.
5. Wasteland
Tidak banyak yang tahu jika Wasteland menjadi salah satu game yang menginspirasi Fallout. Game RPG pasca-apokaliptik ini menyuguhkan dunia gurun yang luas, lengkap dengan misi bercabang dan pilihan moral. Pemain bisa menyelesaikan misi dengan berbagai cara dan keputusan yang diambil akan memiliki dampak jangka panjang. Meski hanya berbasis teks dan tile, Wasteland menawarkan detail yang mengejutkan yang membuat setiap pilihan terasa penting. Game ini membuktikan bahwa game open-world bisa menghadirkan cerita kompleks yang dipengaruhi pemain jauh sebelum itu menjadi se-mainstream sekarang.
6. Hydlide
Sekilas, Hydlide terlihat seperti game aksi RPG sederhana dengan perspektif top-down yang dirilis untuk MSX dan NES. Namun pada tahun 1984, memberikan pemain dunia luas yang bisa dijelajahi secara real time seperti yang dilakukan game ini adalah sesuatu yang revolusioner. Di game ini, pemain bisa memasuki dungeon, menemukan rahasia dan bertarung dengan musuh tanpa harus menunggu layar loading. Mekanisme gameplay-nya memang tidak selalu intuitif karena pemain harus berkali-kali mencoba untuk memahami semuanya, namun pengalaman trial and error itu lah yang justru membuat game ini terasa imersif.
7. Midwinter
Midwinter merupakan game open-world yang bukan hanya sekadar game terbuka, tapi juga sangat luas. Berlatar di sebuah pulau pasca-apokaliptik yang tertutup salju, pemain bisa menjelajahi area seluas 400 mil persegi menggunakan ski dan snowmobile. Selain itu, pemain juga akan mengendalikan beberapa karakter di dunia di mana waktu berjalan dan peristiwa berkembang sesuai tindakan mereka. Misi-misinya bersifat terbuka dan menuntut strategi yang sama pentingnya dengan eksplorasi. Untuk ukuran game PC yang lahir di akhir tahun 1980-an, Midwinter terasa sangat ambisius.
Itulah tadi ulasan mengenai game open-world pertama yang dibuat. Tertarik untuk menjajal game-game klasik di atas?