Di era gaming modern, game remake dan remaster sering dianggap terlalu banyak, tapi beda cerita untuk game reboot. Alih-alih sekadar memoles ulang game lama, game reboot memberi kesempatan bagi sebuah seri game klasik yang mulai usang untuk hadir kembali dengan ide-ide baru. Jika berhasil, game reboot bisa menghidupkan kembali minat terhadap seri game yang sempat meredup, meski tantangannya besar karena harus memuaskan penggemar lama sembari menarik pemain baru. Beberapa game reboot diketahui eksistensinya karena sangat ditunggu-tunggu, tapi tidak sedikit pula yang diam-diam diumumkan dan tidak disadari pemain. Berikut beberapa di antaranya.
5 Game Reboot yang Kehadirannya Tidak Pemain Sadari

1. Turok: Origins
Seri game FPS legendaris bertema dinosaurus yaitu Turok, sebenarnya sempat di-reboot pada 2008 oleh Propaganda Games, namun hasilnya biasa saja. Meski penjualannya cukup baik, studio tersebut tutup pada 2011 sehingga sekuelnya batal dan serinya pun menghilang hampir dua dekade. Kini, Turok kembali lewat game reboot kedua berjudul Turok: Origins yang diumumkan di The Game Awards 2024. Dikembangkan oleh Saber Interactive, game ini membawa perubahan besar, termasuk peralihan ke sudut pandang third-person dan mode co-op hingga tiga pemain yang terinspirasi dari Warhammer 40K: Space Marine 2. Meski arah barunya cukup berbeda, Saber menegaskan bahwa mereka akan tetap menghormati akar serinya.
2. Golden Axe
Golden Axe dikenal sebagai seri game beat 'em up bertema fantasi, tetapi sekuel-sekuelnya tidak pernah benar-benar menyamai kesuksesan game pertamanya di 1989. Golden Axe II dianggap terlalu mirip dengan pendahulunya, Golden Axe III bahkan tidak dirilis di luar Jepang, sementara beberapa game spin-off yang kurang berhasil semakin merusak citra serinya. Upaya terakhir datang lewat Golden Axe: Beast Rider pada 2008, namun hasilnya mengecewakan. Meski sempat terlupakan, Sega mengejutkan banyak pemain dengan mengumumkan game reboot Golden Axe di The Game Awards 2023. Cuplikan singkat yang dipamerkan menunjukkan gaya visual baru dalam bentuk 3D, lengkap dengan desain anyar untuk karakter ikonik seperti Ax Battler, Tyris Flare, dan Gilius Thunderhead.
3. Screamer
Screamer merupakan game balap klasik dari 1995 yang sering dianggap sekadar tiruan Ridge Racer, padahal sebenarnya memiliki kualitas yang solid dan layak diapresiasi. Serinya sempat melahirkan tiga sekuel hingga 2000 sebelum akhirnya menghilang. Kini, Screamer akan kembali lewat game reboot dan dikembangkan oleh Milestone, studio di balik seri seperti MotoGP dan Hot Wheels Unleashed. Game baru ini mengambil pendekatan yang berbeda dengan tema sci-fi futuristik, gaya visual ala anime dan cutscene yang digarap oleh Polygon Pictures. Tidak hanya itu, salah satu voice actor ternama di industri gaming yaitu Troy Baker juga ikut mengisi suara di mode campaign game ini.
4. Virtua Fighter
Sega sedang menyiapkan game Virtua Fighter baru yang akan menjadi game utama pertama dalam sekitar 20 tahun terakhir, dan menariknya tidak disebut sebagai Virtua Fighter 6. Berbeda dari game-game sebelumnya, game ini ditangani oleh Ryu Ga Gotoku Studio, studio di balik seri Yakuza/Like a Dragon). Game ini diposisikan sebagai game reboot yang membawa versi baru dari karakter klasik sekaligus petarung baru, serta untuk pertama kalinya, menyertakan mode cerita single-player. Riichiro Yamada selaku Produser menegaskan tujuan mereka adalah membuat game yang tetap familiar bagi pemain lama, namun juga accessible untuk pemain baru. Jika melihat kebangkitan Street Fighter dan Tekken belakangan ini, Sega tampaknya ingin ikut bersaing kembali di pasar game fighting.
5. Painkiller
Painkiller merupakan game FPS lawas garapan People Can Fly yang bercerita tentang seorang pria yang mati lalu bertarung melawan pasukan Lucifer di Purgatory demi bisa masuk surga. Ketika dirilis pada 2004, game ini mendapat respon positif, tapi sayangnya gagal seterkenal game FPS besar lain pada masanya. Kini, serinya dihidupkan kembali lewat game reboot yang dikembangkan Anshar Studios, yang sebelumnya lebih sering menjadi studio pendukung untuk game seperti Baldur’s Gate 3 dan Silent Hill 2. Gameplay aksi dengan tempo cepat masih dipertahankan, tapi ada beberapa perubahan penting, seperti mode campaign dengan dukungan co-op hingga tiga pemain dan pilihan empat karakter yang masing-masing dibekali dengan kemampuan uniknya sendiri.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game reboot yang kehadirannya tidak pemain sadari. Selain game-game di atas, seri game apa yang menurutmu harus di-reboot juga?