Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Baterai Lithium Jadi Pilihan Utama untuk Gadget Modern?

Kenapa Baterai Lithium Jadi Pilihan Utama untuk Gadget Modern?
ilustrasi mengisi daya HP dan laptop (unsplash.com/Wahid Khene)
Share Article

Coba perhatikan berbagai gadget yang ada di sekitar kamu, mulai dari smartphone, laptop, tablet, smartwatch, earbuds, hingga drone. Hampir semua perangkat tersebut mengandalkan jenis baterai yang sama, yaitu baterai lithium-ion. Baterai ini lebih sering disebut sebagai baterai lithium dan telah menjadi salah satu teknologi penyimpanan energi paling umum pada gadget modern.

Bukan tanpa alasan jenis baterai ini begitu populer. Di tengah tuntutan gadget yang semakin tipis, ringan, tetapi tetap bisa digunakan berjam-jam, baterai lithium menawarkan kombinasi yang sulit ditandingi oleh teknologi baterai lain. Lalu, apa sebenarnya yang membuat baterai lithium mendominasi gadget modern?

1. Bisa menyimpan banyak energi dalam ukuran kecil

ilustrasi smartphone
ilustrasi smartphone yang menggunakan baterai lithium (pexels.com/cottonbro)

Salah satu keunggulan terbesar baterai lithium adalah kepadatan energinya yang tinggi. Sederhananya, baterai ini mampu menyimpan energi dalam jumlah besar tanpa harus memiliki ukuran yang terlalu besar. Dibandingkan dengan beberapa jenis baterai lama, seperti nikel-metal hidrida (NiMH) atau timbal-asam, baterai lithium dapat menyimpan lebih banyak energi dengan ukuran dan bobot yang lebih kecil.

Inilah alasan mengapa smartphone bisa dibuat semakin tipis, tetapi tetap mampu digunakan sepanjang hari. Laptop juga bisa dirancang dengan bodi yang ramping tanpa harus membawa baterai berukuran besar dan berat. Bagi produsen gadget, kemampuan ini tentu sangat penting. Pengguna ingin perangkat yang ringan dan praktis, tetapi juga tidak ingin terus-menerus mencari colokan listrik.

2. Ringan dan cocok untuk gadget portabel

ilustrasi anak perempuan menggunakan smartphone
ilustrasi anak perempuan menggunakan smartphone (pexels.com/Katerina Holmes)

Baterai merupakan salah satu komponen terbesar dan terberat di dalam sebuah perangkat elektronik. Karena itu, bobot baterai sangat memengaruhi berat keseluruhan gadget. Baterai lithium memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan kapasitas energi besar dengan bobot yang relatif ringan. Hal ini sangat membantu dalam pembuatan perangkat yang sering dibawa ke mana-mana, seperti smartphone, smartwatch, earbuds, hingga drone.

Bayangkan jika sebuah smartphone menggunakan baterai yang jauh lebih berat untuk mendapatkan kapasitas energi yang sama. Perangkat tersebut tentu akan terasa kurang nyaman digenggam. Selain ringan, baterai lithium juga dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran. Fleksibilitas ini memberikan lebih banyak kebebasan kepada produsen untuk membuat desain gadget yang semakin tipis, ringkas, dan modern.

3. Tegangannya cukup tinggi dan efisien

ilustrasi laptop
ilustrasi laptop dengan baterai lithium (unsplash.com/Campaign Creators)

Satu sel baterai lithium-ion biasanya memiliki tegangan sekitar 3,6 hingga 3,7 volt. Angka ini lebih tinggi dibandingkan baterai NiMH yang umumnya sekitar 1,2 volt. Apa pengaruhnya? Dengan tegangan yang lebih tinggi, perangkat elektronik tidak membutuhkan terlalu banyak sel baterai yang disusun secara seri untuk mendapatkan daya yang diperlukan. Desain sistem baterai pun bisa dibuat lebih sederhana dan ringkas.

Baterai lithium juga cukup efisien dalam proses pengisian dan penggunaan energi. Sebagian besar energi yang masuk dapat digunakan kembali untuk mengoperasikan perangkat, sehingga energi yang terbuang sebagai panas relatif lebih sedikit. Efisiensi ini sangat penting bagi gadget modern yang membutuhkan daya cukup besar, tetapi tetap harus menggunakan baterai berukuran kecil.

4. Mendukung pengisian daya cepat

ilustrasi mengisi daya HP dan laptop
ilustrasi mengisi daya HP dan laptop (unsplash.com/Wahid Khene)

Kebanyakan orang tidak suka menunggu lama hanya untuk mengisi baterai. Kebiasaan pengguna gadget saat ini membuat teknologi pengisian cepat menjadi semakin penting. Smartphone, tablet, dan laptop diharapkan dapat kembali digunakan dalam waktu singkat setelah kehabisan daya.

Baterai lithium mendukung teknologi pengisian cepat yang memungkinkan perangkat mengisi daya dalam waktu jauh lebih singkat dibandingkan teknologi baterai lama. Dengan sistem pengaturan baterai yang semakin canggih, beberapa perangkat bahkan dapat mencapai sebagian besar kapasitas baterainya dalam waktu kurang dari satu jam. Meski begitu, kecepatan pengisian tidak hanya bergantung pada jenis baterainya. Charger, sistem manajemen baterai, suhu, serta desain perangkat juga ikut menentukan seberapa cepat baterai dapat diisi.

5. Bisa bertahan dalam banyak siklus pengisian

ilustrasi bekerja dengan laptop
ilustrasi laptop (pexels.com/Burst)

Baterai gadget tidak hanya digunakan sekali. Setiap kali baterai diisi dan digunakan kembali, terjadi satu siklus pengisian. Baterai lithium umumnya dapat bertahan dalam ratusan hingga lebih dari seribu siklus pengisian, tergantung jenis kimia baterai, kualitas sel, serta cara penggunaannya. Beberapa jenis lithium tertentu bahkan mampu bertahan lebih lama.

Selain itu, baterai lithium tidak mengalami efek memori seperti yang pernah menjadi masalah pada baterai nikel-kadmium generasi lama. Jadi, pengguna tidak harus selalu menunggu baterai benar-benar habis sebelum mengisinya kembali. Mengisi daya dari 30 persen ke 80 persen, misalnya, tidak secara otomatis membuat kapasitas baterai semakin kecil hanya karena pengisian dilakukan sebagian.

Jadi, alasan baterai lithium mendominasi gadget sebenarnya cukup sederhana. Teknologi ini mampu menjawab hampir semua kebutuhan perangkat modern dalam satu paket: daya besar, ukuran ringkas, bobot ringan, dan penggunaan yang praktis. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More