Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pertimbangan Membeli Chromebook di 2026, Apakah Worth It?

3 Pertimbangan Membeli Chromebook di 2026, Apakah Worth It?
ilustrasi Chromebook (Unsplash/Brooke Cagle)
Share Article

Mencari laptop yang tepat di tengah banyaknya pilihan sistem operasi memang sering kali membingungkan. Selama sedekade terakhir, ChromeOS milik Google berhasil merebut hati pasar sekolah, perkantoran, hingga pengguna dengan budget terbatas lewat Chromebook. Laptop ini sangat cocok bagi pengguna yang butuh laptop untuk aktivitas ringan seperti berselancar di internet, mengetik dokumen, membalas email. Namun, karena arsitekturnya yang begitu minimalis, Chromebook memiliki keterbatasan bawaan sehingga kurang bisa diandalkan untuk menangani pekerjaan berat dan kompleks. Berikut beberapa kekurangan dari membeli Chromebook di 2026 yang perlu diketahui.

1. Terlalu bergantung pada internet

brooke-cagle-Ftx92UKO3Xg-unsplash.jpg
ilustrasi Chromebook (Unsplash/Brooke Cagle)

Meskipun terus berkembang, ChromeOS pada dasarnya masih sangat bergantung pada koneksi internet. Kekurangan terbesar dari Chromebook adalah fungsinya yang langsung merosot drastis ketika offline, meski Google sudah menyematkan beberapa fitur dasar seperti akses Google Docs secara offline, menonton film atau serial TV hasil unduhan dari Netflix atau bermain game Android tertentu tanpa internet.

Begitu koneksi terputus, sinkronisasi penyimpanan cloud terhenti dan aplikasi berbasis web tidak bisa diperbarui, sehingga Chromebook praktis hanya berfungsi sebagai perangkat pemutar media atau pengolah dokumen sederhana. Berbeda dari Windows atau macOS yang bisa menjalankan banyak hal secara offline, Chromebook menjadikan web sebagai “jantung utama” sehingga ketika internet terputus, aktivitas pengguna pun ikut terhenti.

2. Kurangnya dukungan native untuk aplikasi profesional

Jika pekerjaan pengguna bergantung pada aplikasi kreatif atau profesional berstandar industri seperti Adobe Creative Cloud, Microsoft Office versi desktop, hingga aplikasi editing video sekelas DaVinci Resolve, Chromebook jelas bukan pilihan yang tepat. Meski ChromeOS mendukung ribuan aplikasi Android dari Google Play Store, versi mobile maupun alternatif berbasis web tetap tidak mampu menandingi kelengkapan fitur, performa dan kemudahan yang ada pada versi Windows atau macOS.

Mengandalkan aplikasi web untuk proyek berat seperti mengedit video 4K atau mengolah data Excel berukuran besar hanya akan merepotkan diri sendiri karena keterbatasan fitur serta proses kerja yang tidak maksimal. Pada akhirnya, bagi profesional di bidang desain, editing video, hingga pemrograman, ChromeOS belum memberikan dukungan aplikasi native yang cukup mumpuni tanpa harus melakukan banyak kompromi besar.

3. Bermain game sebagian besar terbatas di cloud

pexels-stefanhaderlein-5620312.jpg
ilustrasi Chromebook (Pexels/Stefan Haderlein)

Bagi para gamer sejati, Chromebook jelas bukan pilihan yang tepat karena spesifikasinya yang rata-rata menggunakan prosesor hemat daya dan GPU integrated yang hanya pas untuk bermain game ringan. Artinya, pengguna tidak bisa langsung mengunduh atau memainkan game AAA kelas berat seperti di PC Windows dengan spesifikasi tinggi. Sebagai gantinya, Google lebih mendorong penggunaan layanan cloud gaming seperti NVIDIA GeForce Now atau Xbox Cloud Gaming.

Sayangnya, performa cloud gaming seperti ini sangat bergantung pada koneksi internet yang super cepat dan stabil agar tidak terkendala lag. Dibandingkan laptop Windows di rentang harga serupa, performa gaming di Chromebook jelas jauh tertinggal sehingga kurang layak dilirik jika kebutuhan utamanya untuk bermain game.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa kekurangan dari membeli Chromebook di 2026 yang perlu diketahui. Selain kekurangan di atas, kekurangan apa lagi yang menurutmu akan dirasakan jika membeli Chromebook di tahun ini?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More