5 Game Terbaik Buatan Hideo Kojima yang Wajib Dimainkan

P.T. menghadirkan horor psikologis melalui lorong berulang di PS4, tetapi ditarik dari PlayStation Store setelah Silent Hills karya Kojima dan Guillermo del Toro dibatalkan.
Metal Gear Solid, Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, dan Snake Eater menonjolkan stealth, kebebasan strategi, cerita sinematik, serta sistem survival dalam konflik militer dan spionase.
Death Stranding 2: On the Beach melanjutkan perjalanan Sam Bridges dengan eksplorasi, pengantaran paket, aksi, dan drama sinematik yang lebih variatif setelah Kojima mendirikan studio independen.
Hideo Kojima merupakan salah satu kreator paling berpengaruh dalam sejarah industri gaming. Selama sekitar empat dekade, ia dikenal lewat game-game yang memadukan gameplay inovatif, presentasi sinematik, karakter unik dan tema cerita yang berani sekaligus tidak biasa. Dari game stealth bertema spionase hingga horor psikologis dan petualangan sci-fi yang kontemplatif, Kojima terus menyuguhi pemain dengan game-game yang unik namun berkualitas. Berikut beberapa yang terbaik yang wajib dimainkan.
1. P.T.
Dirilis secara tiba-tiba untuk PS4 pada 2014, P.T. awalnya terlihat seperti game horor singkat yang sederhana, di mana pemain hanya berjalan melewati sebuah lorong rumah yang terus berulang, namun setiap pengulangan membawa perubahan kecil dan petunjuk yang semakin mengerikan. Perlahan, suasana berubah menjadi semakin mencekam ketika aktivitas paranormal mulai mengungkap keberadaan sosok mengerikan yang memburu pemain. Meski berdurasi singkat, P.T. memiliki struktur yang jelas, lengkap dengan awal, perkembangan konflik dan akhir yang memuaskan. Nah, game ini sebenarnya merupakan teaser interaktif untuk game Silent Hills garapan Kojima dan Guillermo del Toro. Sayangnya, setelah hubungan Kojima dengan Konami berakhir pada 2015, Silent Hills dibatalkan dan P.T. ikut ditarik dari PlayStation Store.
2. Metal Gear Solid V: The Phantom Pain
Metal Gear Solid V: The Phantom Pain menjadi penutup tidak langsung bagi perjalanan Kojima bersama seri Metal Gear. Berlatar di tahun 1980-an, game ini mengikuti Venom Snake, seorang tentara bayaran yang berusaha membalas dendam setelah mengalami tragedi besar dalam Ground Zeroes. Pada game ini, pemain menjalankan berbagai misi di wilayah terbuka, merekrut personel, mengembangkan Mother Base dan membangun kembali kekuatan militernya dari awal. Salah satu bagian terbaik dari game ini adalah kebebasan yang diberikan dalam menyelesaikan misi. Pemain bisa menggunakan berbagai pendekatan karena dunia terbukanya memberi ruang eksperimen yang sangat luas. Namun, proses produksinya dibayangi konflik antara Kojima dan Konami, sehingga banyak pemain merasa jika ending game ini tidak sepenuhnya mencerminkan visi awal sang kreator.
3. Death Stranding 2: On the Beach
Setelah berpisah dari Konami dan mendirikan Kojima Productions sebagai studio independen, Kojima merilis Death Stranding pada 2019. Sekuelnya yaitu Death Stranding 2: On the Beach, melanjutkan kisah Sam Bridges dalam petualangan yang lebih besar, lebih variatif dan lebih berorientasi pada aksi. Cerita dimulai ketika Sam kembali terlibat dalam konflik setelah mengira putrinya, Lou, telah meninggal. Dalam perjalanannya, ia harus menghadapi musuh lama bernama Higgs serta berbagai ancaman lainnya. Dibanding game pertamanya, On the Beach lebih seimbang dalam memadukan eksplorasi, aksi dan drama sinematik. Elemen berjalan kaki untuk mengantar paket masih menjadi bagian penting dari gameplay-nya, namun kali ini Kojima juga menambahkan lebih banyak adegan aksi dan variasi lainnya. Hasilnya, game ini seperti perpaduan sempurna antara Death Stranding dengan game-game Kojima sebelumnya, khususnya Metal Gear.
4. Metal Gear Solid
Dirilis untuk PS1 pada 1998, Metal Gear Solid mengubah cara banyak pemain melihat game stealth. Berbeda dari dua game Metal Gear sebelumnya yang menggunakan perspektif top-down, game ini beralih ke perspektif third-person. Pemain sendiri mengendalikan Solid Snake dalam misi menyusup ke fasilitas nuklir yang telah dikuasai kelompok teroris. Di sana, Snake harus menghindari pasukan musuh, mencegah agar nuklir itu diluncurkan dan mengungkap hubungannya dengan pemimpin kelompok tersebut yaitu Liquid Snake. Kekuatan utama Metal Gear Solid tidak hanya terletak pada ceritanya yang disajikan secara sinematik, tapi juga pada mekanisme stealth di mana pemain harus mengawasi pola patroli musuh, bersembunyi di sekitar, mengalihkan perhatian musuh dan memilih kapan harus bertarung. Selain mengangkat standar presentasi cerita pada game konsol, game ini juga turut memengaruhi lahirnya atau berkembangnya game stealth lain seperti Splinter Cell dan Syphon Filter.
5. Metal Gear Solid 3: Snake Eater
Berlatar pada tahun 1960-an, Metal Gear Solid 3: Snake Eater mengikuti cerita Naked Snake, sosok yang kelak dikenal sebagai Big Boss. Ia dikirim ke wilayah Uni Soviet untuk menghentikan seorang sekutu yang membelot dan mengancam keseimbangan politik dunia. Berbeda dari game Metal Gear sebelumnya yang banyak berlangsung di fasilitas tertutup, Snake Eater membawa pemain ke hutan yang liar dan penuh tantangan. Sistem survival menjadi salah satu pembeda utama, di mana Snake harus memperhatikan kondisi tubuh, menyamarkan diri sesuai lingkungan sekitar, berburu hewan dan merawat luka yang dialaminya. Selain itu, game ini juga memiliki sejumlah pertarungan melawan musuh bos paling berkesan seperti duel sniper melawan The End. Setelah mendapat versi Subsistence yang menambahkan mode multiplayer online, tahun lalu, game ini juga mendapat versi remake berjudul Metal Gear Solid Delta: Snake Eater yang tak kalah istimewa meski dikembangkan tanpa keterlibatan Kojima.
Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game terbaik buatan Hideo Kojima yang wajib dimainkan. Dari 5 game di atas, ada game favoritmu?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















