Game yang dibuat dari franchise terkenal memang sering memiliki umur peredaran yang terbatas, tak peduli sebaik apa pun kualitasnya. Ketika hak cipta berpindah tangan, masa lisensi habis, atau studionya sudah tidak mampu lagi mempertahankan dukungan untuk game tersebut, penjualannya pun biasanya ikut dihentikan. Hal seperti ini cukup sering terjadi pada game-game Marvel, terutama setelah kepemilikan berbagai hak terkait Marvel makin terpusat di tangan Disney sejak MCU melejit. Akibatnya, banyak game Marvel yang luar biasa kini sudah tidak bisa lagi dibeli secara legal lewat toko game digital. Kalaupun ada, biasanya hanyalah versi fisik namun bekas. Berikut beberapa di antaranya.
6 Game Terbaik Marvel yang Sekarang Sudah Tidak Bisa Dibeli Secara Legal

1. Spider-Man: Web of Shadows
Spider-Man: Web of Shadows merupakan game aksi petualangan garapan Shaba Games dan Treyarch yang dulu menawarkan pengalaman ala game Spider-Man di tahun 2000-an seperti berayun bebas di Manhattan, menghadapi kejadian acak di jalanan dan mengumpulkan berbagai item collectible. Yang membuat game ini menarik adalah sistem combat yang lebih dinamis, karena pemain bisa bertarung di dinding maupun di udara, ditambah kemampuan berganti kapan saja antara kostum merah-biru dan symbiote hitam, yang masing-masing memiliki jurus serta jalur upgrade berbeda. Sayangnya, game ini ditarik peredarannya dari toko game digital setelah hak lisensi Marvel milik Activision berakhir.
2. Ultimate Spider-Man
Sama-sama digarap Treyarch, Ultimate Spider-Man rilis beberapa tahun sebelum Web of Shadows dan hanya berselang sekitar 15 bulan dari game adaptasi film Spider-Man 2. Game ini tampil luar biasa lewat gaya visual cel-shaded yang dibuat menyerupai komik, namun daya tarik terbesarnya ada pada kesempatan memainkan dua karakter berbeda yaitu Spider-Man yang lincah dan cepat, serta Venom yang lebih brutal dan kuat, meski tetap bisa berayun layaknya Spider-Man. Sayangnya, seperti banyak game berlisensi lainnya, Ultimate Spider-Man akhirnya ikut menghilang dari peredaran karena masalah hak lisensi yang kedaluwarsa.
3. Spider-Man: Shattered Dimensions
Setelah merilis Web of Shadows, Treyarch beralih fokus penuh ke seri Call of Duty, sementara hak game Spider-Man dialihkan ke Beenox. Proyek pertama mereka, Spider-Man: Shattered Dimensions, hadir sebagai game aksi yang membawa empat versi Spider-Man berbeda yaitu Amazing, Noir, 2099 dan Ultimate. Meski tidak mengusung konsep open-world sehingga lebih terbatas, game ini justru unggul lewat sistem combat yang solid, cerita yang menarik dan jajaran voice actor papan atas. Game ini bahkan menginspirasi Dan Slott dalam menciptakan Spider-Verse di komik, yang kemudian diadaptasi menjadi film animasi yang sukses besar. Sayangnya, game ini dan sekuelnya yaitu Edge of Time ikut menghilang dari peredaran akibat berakhirnya lisensi Activision.
4. Marvel Ultimate Alliance 2
Marvel Ultimate Alliance 2 dikembangkan oleh Vicarious Visions setelah studio yang menangani pendahulunya yaitu Raven Software beralih fokus ke game FPS dan akhirnya menjadi bagian dari tim Call of Duty. Game ini meninggalkan cerita original dari game pertamanya dan memilih mengadaptasi konflik dari komik Civil War dan Secret Wars. Game ini menawarkan 34 karakter, termasuk beberapa nama yang saat itu kurang populer seperti Cable, Sentry, dan Songbird, serta sistem “fusion moves” yang memungkinkan dua karakter menyerang bersama. Secara visual juga ada peningkatan, dan alur cerita menghadirkan pilihan yang memengaruhi jalannya konflik. Sayangnya, lisensinya sudah habis sehingga kini tidak lagi dijual, meski halaman resminya masih bisa ditemukan di Xbox Store namun tanpa opsi pembelian.
5. Deadpool
Dikembangkan oleh High Moon Studios, Deadpool menjadi upaya awal untuk memperbaiki citra karakter Deadpool setelah penampilannya yang mengecewakan di X-Men Origins: Wolverine, dan hasilnya cukup berhasil. Jauh sebelum Ryan Reynolds menghidupkan Deadpool di film, game ini sudah menciptakan karakter Deadpool dengan sangat baik, mulai dari lewat humor nyeleneh, aksi brutal dan kebiasaan breaking the fourth wall. Gameplay-nya memang tidak revolusioner, tapi tetap seru dengan kombinasi pedang, senjata api dan bahkan sedikit elemen stealth. Game ini sempat menghilang karena lisensi Activision berakhir, meski kini ada semacam suksesor spiritual dalam bentuk Marvel’s Deadpool VR.
6. Marvel’s Avengers
Marvel’s Avengers merupakan game aksi garapan Crystal Dynamics yang sebenarnya cukup berhasil membangun identitas sendiri terlepas dari bayang-bayang MCU. Ceritanya tentang para Avengers yang harus bangkit kembali setelah gagal mencegah sebuah bencana terasa solid, dan tiap karakter memiliki gaya bertarung yang unik. Sayangnya, ambisi live-service berujung menghambat game ini. Sebab, mekanisme gameplay-nya harus disesuaikan demi keseimbangan ketika bermain multiplayer, yang akhirnya membatasi potensi tiap karakter. Saat ini, Marvel’s Avengers hanya bisa dimainkan oleh pemain yang dulu sempat membelinya (namun terbatas secara offline) dan sudah tidak dijual lagi untuk pemain baru.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game terbaik Marvel yang kini sudah tidak bisa dibeli lagi secara legal. Ada game favoritmu?