Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Rockstar Merilis Banyak Game GTA pada Era PS2?

Kenapa Rockstar Merilis Banyak Game GTA pada Era PS2?
sampul GTA 3 dan GTA: San Andreas (dok. Rockstar Games/Grand Theft Auto)
Intinya Sih
  • Rockstar bisa merilis banyak game GTA pada era PS2 karena teknologi game saat itu masih lebih sederhana.

  • Mereka juga memanfaatkan fondasi game yang sama sehingga pengembangan bisa lebih cepat dan efisien.

  • Selain itu, biaya produksi yang lebih rendah dan pasar PS2 yang besar mendorong perilisan game lebih sering.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Era PlayStation 2 (PS2) merupakan masa keemasan waralaba Grand Theft Auto (GTA). Dalam satu generasi konsol saja, Rockstar Games mampu merilis beberapa judul GTA. Hingga kini, deretan game tersebut masih terus dikenang.

Jika dibandingkan dengan era modern, jumlah game GTA pada masa PS2 memang terlihat jauh lebih banyak. Hal ini membuat kita bertanya-tanya kenapa Rockstar bisa begitu produktif pada awal 2000-an, tetapi sekarang butuh waktu bertahun-tahun untuk merilis satu game baru? Berikut beberapa alasannya!

1. Teknologi game saat itu masih lebih sederhana

sampul GTA: Vice City Stories
sampul GTA: Vice City Stories (dok. Rockstar Games/GTA: Vice City Stories

Pada era PS2, standar grafik video game masih jauh lebih sederhana dibanding sekarang. Developer tidak perlu membuat model karakter sangat detail, ray tracing, atau animasi realistis dalam jumlah besar. Ukuran dunia game juga lebih kecil dibanding open-world game modern.

Karena tuntutan teknisnya lebih rendah, proses pengembangan dapat berjalan lebih cepat. Tim pengembang bisa menyelesaikan berbagai fitur dalam waktu yang lebih singkat. Hasilnya, Rockstar mampu memproduksi beberapa game GTA dalam satu generasi konsol.

2. Rockstar menggunakan fondasi yang sama

sampul GTA 3
sampul GTA 3 (dok. Rockstar Games/GTA 3)

Setelah GTA 3 sukses besar pada 2001, Rockstar telah memiliki fondasi teknologi yang kuat. Beberapa sistem inti, seperti kendaraan, senjata, AI, dan mekanisme dunia terbuka dapat digunakan kembali pada proyek berikutnya. Vice City dan San Andreas memang menghadirkan banyak fitur baru, tetapi keduanya tetap dibangun di atas dasar yang serupa. Rockstar tidak perlu membuat semuanya dari nol setiap kali mengembangkan game baru.

3. Biaya produksi belum setinggi sekarang

poster GTA: San Andreas
poster GTA: San Andreas (dok. Rockstar Games/GTA: San Andreas)

Membuat game AAA pada awal 2000-an tentu membutuhkan investasi yang besar. Namun, biaya tersebut masih lebih rendah dibanding anggaran game AAA modern yang bisa mencapai ratusan juta dolar. Selain itu, risiko finansial yang dihadapi studio juga lebih kecil. Jumlah karyawan yang terlibat dalam pengembangan game saat itu masih relatif terbatas. Proses produksi tidak serumit sekarang yang melibatkan ribuan orang dari berbagai negara. Hal tersebut membuat Rockstar lebih leluasa mengembangkan beberapa proyek sekaligus.

4. Popularitas PS2 mendorong produksi lebih banyak

stik dan game PS2
stik dan game PS2 (unsplash.com/@curtissberry)

PS2 merupakan konsol terlaris sepanjang masa dengan penjualan lebih dari 150 juta unit. Basis pengguna yang sangat besar menjadikan setiap game GTA memiliki peluang penjualan yang sangat tinggi. Ini menjadi insentif besar bagi Rockstar untuk terus merilis seri baru. Keberhasilan GTA 3 langsung diikuti kesuksesan Vice City dan San Andreas. Setiap game baru mampu mencetak penjualan jutaan salinan dalam waktu singkat. Melihat permintaan pasar yang begitu besar, Rockstar memiliki alasan kuat untuk mempertahankan ritme produksi yang cepat.

5. Industri game belum mengenal model live service modern

PS2 (unsplash.com/@chilinik)
PS2 (unsplash.com/@chilinik)

Pada era PS2, mayoritas game dijual sebagai produk yang selesai saat rilis. Setelah game meluncur ke pasaran, studio biasanya mulai mengerjakan proyek berikutnya daripada terus memperbarui game yang sama selama bertahun-tahun. Model bisnis seperti battle pass dan live service belum menjadi tren utama. Hal seperti ini menjadikan siklus produksi game berlangsung lebih cepat. Studio tidak perlu mengalokasikan tim besar untuk membuat pembaruan rutin setelah peluncuran. 

Dalam satu generasi PS2, Rockstar berhasil menghadirkan GTA 3, Vice City, San Andreas, Liberty City Stories, dan Vice City Stories. Produktivitas seperti itu belum pernah terulang lagi hingga sekarang. Itu sebabnya, era PS2 dianggap sebagai masa paling subur dalam sejarah seri GTA.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More