Pemain yang menyukai genre horor saat ini sedang berbahagia karena deretan game berkualitas tinggi dari seri ternama terus bermunculan, mulai dari Tormented Souls 2, Silent Hill f, Resident Evil: Requiem hingga Fatal Frame II: Crimson Butterfly REMAKE. Namun di balik kebangkitan beberapa seri game tersebut, masih ada banyak seri game horor klasik yang terlupakan dan sudah lama terbengkalai. Padahal, pengaruh dan kualitasnya luar biasa sehingga tak heran jika banyak menginginkan seri-seri tersebut mendapat kesempatan dengan cara di-reboot. Seri game apa saja itu? Berikut daftarnya.
6 Seri Game Horor Terlupakan yang Butuh Di-reboot

1. ObsCure
Game horor selama ini identik dengan pengalaman bermain sendiri yang rentan dan penuh ketakutan. Namun, seri ObsCure berhasil membuktikan bahwa formula itu bisa dipatahkan. Dua game pertama di seri ini menggabungkan elemen horor klasik dengan mode co-op lokal yang dibungkus dalam nuansa film horor remaja era 2000-an. Berlatar di sebuah sekolah menengah, pemain mengikuti sekelompok siswa yang menyelidiki serangkaian kejadian misterius, menghadapi monster-monster mengerikan dan berbagai puzzle kompleks. Yang membuat ObsCure semakin menarik adalah sistem pergantian karakter di mana setiap karakter memiliki keahlian dan kelemahan masing-masing. Selain itu, mekanisme permadeath yang diusungnya juga membuat setiap keputusan terasa berisiko dan penuh perhitungan.
2. Condemned
Condemned: Criminal Origins merupakan salah satu game eksklusif Xbox 360 yang paling membekas di ingatan banyak pemain. Game ini mengikuti petualangan Ethan Thomas, seorang agen FBI yang menyelidiki gelombang kekerasan misterius yang dilakukan oleh para gelandangan. Yang membedakan game ini dari game horor lainnya adalah penekanannya pada pertarungan jarak dekat di ruang-ruang sempit, di mana pemain harus menghadapi musuh secara langsung menggunakan senjata seadanya, entah itu pipa besi, kapak, atau apapun yang ditemukan di lokasi. Meski cukup sukses hingga melahirkan sekuel, game keduanya dinilai lebih lemah karena terlalu banyak elemen aneh yang malah mengurangi aspek horornya.
3. Siren
Di tengah tren kebangkitan game horor Jepang yang ditandai dengan hadirnya Silent Hill f dan Fatal Frame II: Crimson Butterfly REMAKE, ada satu seri game horor Jepang yang tak kalah terkenal dan sudah lama absen yaitu Siren. Seri ini berkisah tentang sekelompok warga desa di Jepang yang terjebak dalam mimpi buruk yang dipenuhi mayat hidup dan makhluk-makhluk mengerikan lainnya. Yang membuat Siren benar-benar unik adalah mekanisme Sight-Jacking yaitu kemampuan psikis karakter pemain untuk melihat langsung dari sudut pandang sosok yang mengejar mereka. Mekanisme itu mengubah gameplay-nya menjadi pengalaman horor stealth yang menegangkan, terutama di momen-momen ketika pemain tiba-tiba menyadari bahwa si monster sudah berdiri tepat di belakang mereka.
4. Manhunt
Manhunt sempat dilarang di Inggris karena dituding menginspirasi sebuah kasus pembunuhan di dunia nyata, meski akhirnya tuduhan itu terbukti tidak berdasar. Pada game ini, pemain mengendalikan James Earl Cash, seorang terpidana mati yang dipaksa menjadi bintang film snuff oleh seorang sutradara psikopat yang mengendalikan segalanya dari balik layar. Perpaduan antara gameplay stealth yang menegangkan, aspek kekerasan brutal yang membuat ngilu dan latar urban yang suram menjadikan Manhunt sebagai game horor yang benar-benar membekas. Sekuelnya memang hadir dengan konten kekerasan yang lebih ekstrem, tapi gagal menandingi nuansa mencekam dari game pertamanya.
5. Dino Crisis
Dino Crisis menjadi salah satu game horor lawas milik Capcom yang paling banyak diminta pemain untuk mendapat versi remake. Sebagai "saudara kandung" dari seri Resident Evil, game ini menawarkan pengalaman serupa namun mengganti zombie dengan dinosaurus yang siap memangsa pemain kapan saja. Game ini menarik karena memiliki mekanisme pendarahan yang membuat dinosaurus bisa melacak posisi pemain berdasarkan jejak darah. Meski hampir terlupakan di kalangan pemain umum, penggemar setia serinya dalam hampir dua dekade terakhir, terus menjaga Dino Crisis tetap hidup lewat berbagai proyek fan-made dan demo remake yang dibangun menggunakan Unreal Engine.
6. Clock Tower
Clock Tower merupakan salah satu pionir genre horor survival yang pengaruhnya masih terasa hingga sekarang. Namun sayangnya, seri ini sudah lama tidak mendapat kelanjutan. Bermula di SNES, game pertamanya menempatkan pemain sebagai Jennifer Simpson, seorang yatim piatu yang harus kabur dari kejaran pembunuh berantai bernama Scissorman dengan cara bersembunyi, memanfaatkan item yang jumlahnya terbatas dan berpikir cepat. Seri ini kemudian berkembang lewat beberapa sekuel, termasuk Clock Tower 3 yang merupakan hasil kolaborasi dengan Capcom. Pada 2024, seri ini sempat dibangunkan dari tidurnya lewat Clock Tower: Rewind, game remaster yang membawa game pertamanya ke platform modern lengkap dengan cutscene baru dan berbagai peningkatan lainnya.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa seri game horor terlupakan yang butuh di-reboot. Dari 6 seri game horor di atas, mana yang menurutmu paling layak dihidupkan kembali?