Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Tradisi yang Selalu Dibawa di Setiap Game Resident Evil
Resident Evil (dok. Capcom)

  • Kembalinya para protagonis seperti Chris Redfield, Jill Valentine, Claire Redfield, dan Leon S. Kennedy.

  • Umbrella sebagai musuh utama yang bertanggung jawab atas kiamat zombie.

  • Desain metroidvania dengan pola permainan yang hampir selalu sama di setiap game Resident Evil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Resident Evil pertama kali rilis di PS1 pada 1996 lalu menyusul ke berbagai platform lain, dan sampai sekarang masih dianggap sebagai salah satu game yang paling menentukan arah genre horor survival. Game tersebut meledak, berkembang menjadi banyak sekuel, spin-off, merchandise hingga adaptasi film di dalam satu franchise besar. Di tiap game-nya, Capcom selalu menyematkan tradisi atau kebiasaan yang membuat pemain terkadang jadi bisa menebak arah game Resident Evil berikutnya. Kira-kira apa saja? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Umbrella sebagai musuh utama

Di seri Resident Evil, Umbrella merupakan perusahaan yang bertanggung jawab atas terjadinya kiamat zombie karena mereka ceroboh ketika melakukan pengujian. Zombie kemudian menjadi musuh standar yang kadang muncul, kadang menghilang, dan terus berevolusi. Meski terasa seperti ditinggalkan sejak Resident Evil 4, benang merahnya masih tetap sama. Sekalipun Umbrella tidak selalu tampil di depan, mereka kerap menjadi dalang di balik wabah virus dan eksperimen lainnya. Puncak dari kekacauan itu adalah Albert Wesker, antagonis yang sudah muncul sejak game pertama dan kembali tampil di Resident Evil 5. Ia merupakan sosok yang selama bertahun-tahun menjadi wajah ancaman Umbrella.

2. Kembalinya para protagonis

Leon S. Kennedy di Resident Evil Requiem (dok. Capcom)

Berbeda dengan banyak seri game antologi seperti Final Fantasy yang hampir selalu memperkenalkan protagonis baru di tiap game, Resident Evil justru cenderung setia pada segelintir karakter yang berulang kali muncul. Game pertamanya menampilkan Chris Redfield dan Jill Valentine sebagai duo protagonis utama, lalu Resident Evil 2 memperkenalkan duo protagonis baru yaitu Claire Redfield dan Leon S. Kennedy. Memang ada pengecualian untuk Resident Evil 7: Biohazard dan Resident Evil Village yang fokus ke protagonis anyar bernama Ethan Winters, namun secara keseluruhan, empat nama ini (Claire, Leon, Chris dan Jill) tetap menjadi tulang punggung cerita Resident Evil, baik di game utama maupun spin-off.

3. Desain metroidvania

Metroid dan Castlevania merupakan dua game utama yang membentuk genre metroidvania. Game metroidvania sendiri biasanya identik dengan visual 2D, tapi ada juga contoh 3D yang membawa DNA serupa dan salah satunya adalah seri Resident Evil. Setiap game Resident Evil hampir selalu memiliki pola yang sama di mana pemain memulai dari satu area, lalu perlahan membuka akses ke bagian-bagian baru lewat kunci, puzzle atau item tertentu. Di Resident Evil pertama, petualangan berpusat di Spencer Mansion sebelum melebar sampai ke laboratorium di bawah tanah, sementara sekuelnya berpindah ke Raccoon City dan lokasi-lokasi terkait. Umumnya, game Resident Evil hanya berfokus di satu lokasi besar saja.

4. Sumber daya terbatas

sumber daya terbatas di Resident Evil 4 Remake (dok. Capcom)

Resident Evil kerap dipuji sebagai pelopor genre horor survival karena sejak awal menekankan sumber daya yang terbatas. Ketika bermain sebagai Chris Redfield atau Jill Valentine, pemain menjelajahi Spencer Mansion sembari mengais Herb untuk pemulihan, menemukan senjata dan mengumpulkan peluru yang jenisnya bermacam-macam. Ketika amunisi habis, pisau menjadi satu-satunya senjata yang bisa diandalkan pemain. Di Resident Evil 4, Capcom memperkenalkan pedagang sehingga pemain bisa membeli senjata, peluru dan upgrade. Kendati demikian, perasaan terdesak karena kehabisan peluru atau item penting lainnya tetap bisa pemain rasakan di game-game Resident Evil terkini.

5. Dunianya diceritakan lewat catatan

Kebanyakan cutscene di game Resident Evil lebih berfokus ke para karakter utama dan villain daripada menjelaskan dunia di sekitarnya. Sebagai gantinya, Capcom menceritakan dunia game-game Resident Evil lewat catatan-catatan yang tercecer di berbagai lokasi. Catatan itu tidak wajib ditemukan, tapi sangat bisa membantu pemain memahami situasi yang terjadi. Salah satu catatan paling legendaris dari game pertama adalah Keeper’s Diary, semacam potongan jurnal dari orang yang perlahan kehilangan diri ketika proses berubah jadi zombie. Untuk game horor, menciptakan suasana yang mengerikan sangatlah penting dan Resident Evil terkenal jago dalam melakukannya lewat cara ini.

6. Mata besar yang menjadi titik kelemahan musuh

William Birkin di Resident Evil 2 Remake (dok. Capcom)

Di game Resident Evil, menembak kepala zombie itu menjadi langkah paling efektif, tapi ketika melawan musuh bos aturannya sering kali berbeda. Musuh bos biasanya memiliki titik lemah yang sengaja dibuat mencolok sehingga pemain dipaksa mencari momen yang pas atau posisi tertentu agar bisa membidik dan menembak titik lemah itu. Salah satu bentuk titik lemah yang sering digunakan adalah mata besar di tubuh musuh bos, seperti wujud transformasi William Birkin di Resident Evil 2. Secara umum, Capcom memang gemar menandai titik lemah dengan efek menyala agar lebih mudah dibaca pemain.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa tradisi yang selalu dibawa di tiap game Resident Evil. Selain beberapa tradisi di atas, tradisi apa lagi yang menurutmu selalu ada di game Resident Evil?

Editorial Team