Anthropic Rilis Claude Cowork, AI yang Bisa Kerja di Folder Pengguna

- Anthropic merilis Claude Cowork, agen AI yang dapat membaca, mengedit, dan membuat file baru di komputer pengguna
- Cowork sangat berguna untuk manajemen file, pengolahan data keuangan, sintesis dokumen, dan pembuatan materi presentasi visual
- Cowork dilengkapi berbagai fitur produktivitas, terisolasi dalam Virtual Machine, dan hanya tersedia bagi pengguna macOS dengan harga paket berlangganan 100-200 dolar AS per bulan
Anthropic rilis Claude Cowork untuk memperluas kemampuan asisten AI mereka. Fitur ini dirancang untuk menangani tugas administratif kompleks yang biasanya memakan waktu lama. Cowork mirip dengan alat coding Claude Code, tapi lebih mudah diakses oleh pengguna non-developer.
Dengan kehadiran Cowork, Claude terus berkembang lebih dari sekadar chatbot pasif. AI ini memiliki kemampuan agentic untuk mengakses, membaca, dan mengelola folder langsung di dalam komputer pengguna. Berikut pengertian, cara kerja dan ketersediaan Claude Cowork dari Anthropic.
1. Apa itu Claude Cowork?
Dilansir dari TechCrunch, Cowork adalah agen AI yang memiliki izin untuk membaca, mengedit, dan membuat file baru di komputer. Pengguna cukup menetapkan satu folder khusus sebagai ruang kerja agar Claude bisa beroperasi secara leluasa. Dengan Cowork, pengguna dapat menyelesaikan tugas tanpa perlu salin-tempel teks secara manual ke jendela obrolan.
Menariknya, pengembangan alat canggih ini ternyata memakan waktu yang relatif singkat, yakni sekitar satu setengah minggu. Tim internal Anthropic membangun fitur Cowork dengan memanfaatkan teknologi Claude Code itu sendiri. Fenomena ini dinilai mirip siklus recursive improvement di mana AI digunakan untuk membangun AI yang lebih canggih.
Cowork sendiri terinspirasi dari perilaku unik para pengguna Claude Code di kalangan pengembang. Banyak programmer menggunakan alat koding tersebut untuk tugas non-teknis seperti riset liburan atau manajemen administrasi. Anthropic kemudian mengemas kemampuan tersebut menjadi antarmuka yang lebih ramah bagi pengguna umum.
Arsitektur Cowork bekerja menggunakan mekanisme yang disebut sebagai agentic loop. Saat menerima tugas, AI ini menyusun rencana kerja, mengeksekusi langkah-langkah, dan memeriksa hasilnya sendiri. Proses ini membuat interaksi terasa seperti mendelegasikan tugas ke rekan kerja daripada memberi perintah ke mesin.
2. Berbagai tugas yang bisa dikerjakan Claude Cowork

Menurut laporan The Verge, Cowork sangat berguna untuk manajemen file, seperti merapikan folder unduhan yang berantakan. Claude dapat menyortir ratusan file berdasarkan jenis atau tanggal dan mengganti namanya dengan format konsisten. Kemampuan ini sangat membantu pengguna yang sering kesulitan mencari dokumen di tumpukan data lama.
Pengguna juga bisa memanfaatkan Cowork untuk pengolahan data keuangan yang rumit. Cukup letakkan kumpulan foto struk belanja di folder, dan AI akan mengekstraknya menjadi laporan pengeluaran. Hasil akhirnya berupa file Excel lengkap dengan rumus fungsi seperti VLOOKUP dan pemformatan kondisional.
Pekerjaan sintesis dokumen seperti merangkum hasil rapat kini menjadi jauh lebih efisien. Cowork mampu membaca catatan notulen yang tersebar atau transkrip suara dan menyatukannya menjadi dokumen rapi. Ia juga bisa melakukan analisis statistik pada data untuk mendeteksi outlier atau anomali penting.
Selain dokumen teks dan angka, AI ini juga dapat membantu pembuatan materi presentasi visual. Claude dapat mengubah catatan kasar atau hasil riset menjadi kerangka slide deck yang terstruktur. Fitur ini mempercepat proses pembuatan bahan presentasi bisnis dari bahan mentah yang belum terorganisir.
3. Claude Cowork dilengkapi berbagai fitur produktivitas

Demi keamanan, Cowork menjalankan setiap tugas di dalam lingkungan Virtual Machine (VM) yang terisolasi. Isolasi ini memisahkan proses kerja AI dari sistem operasi utama komputer pengguna. Jadinya, kode atau perintah yang dieksekusi tetap berada dalam batas aman yang terkendali.
Cowork menggunakan sistem koordinasi sub-agen untuk menangani instruksi yang sangat kompleks. AI akan memecah tugas besar menjadi bagian-bagian kecil untuk dikerjakan secara paralel oleh beberapa agen sekaligus. Metode ini memungkinkan penyelesaian tugas multilangkah menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
Berbeda dengan sesi chat biasa, Cowork dirancang untuk menangani tugas berdurasi panjang. AI dapat bekerja terus-menerus tanpa terganggu oleh batas waktu sesi atau hilangnya konteks percakapan. Pengguna bisa meninggalkan komputer saat Claude bekerja dan kembali saat tugas selesai.
Kemampuan alat ini semakin luas berkat integrasi dengan ekstensi Claude di Google Chrome. Pengguna bisa memberikan perintah yang membutuhkan akses internet seperti menavigasi situs web atau mengisi formulir. Jadinya, Cowork dapat menjembatani aktivitas manajemen file lokal dengan informasi di internet.
Anthropic juga menyematkan dukungan connectors ke berbagai ekosistem aplikasi pihak ketiga. Kamu bisa menghubungkan Cowork dengan layanan populer seperti Notion, Asana, hingga PayPal untuk pertukaran data. Konektivitas ini membuat alur kerja lintas platform menjadi lebih mulus tanpa perpindahan aplikasi manual.
4. Claude Cowork masih hanya tersedia bagi pengguna macOS

Akses terhadap fitur Cowork saat ini masih sangat terbatas karena statusnya sebagai pratinjau riset. Hanya pelanggan paket Claude Max yang bisa menjajal kecanggihan agen otonom ini sekarang. Paket berlangganan untuk power user ini berada di kisaran harga 100 hingga 200 dolar AS (sekitar Rp1,6-3,3 juta) per bulan.
Perangkat yang mendukung fitur ini baru terbatas pada ekosistem Apple saja. Pengguna wajib mengunduh aplikasi Claude Desktop di sistem operasi macOS untuk menjalankannya. Aplikasi desktop tersebut harus tetap terbuka selama sesi pengerjaan tugas berlangsung agar proses tidak terhenti.
Pengguna paket gratis, Pro, atau Team belum bisa menikmati fitur ini secara langsung. Namun, Anthropic menyediakan sistem daftar tunggu atau waitlist bagi mereka yang berminat mencoba lebih dulu. Perluasan akses kemungkinan akan dilakukan secara bertahap setelah stabilitas sistem teruji.
Penggunaan fitur Cowork juga memakan kuota penggunaan yang lebih besar dibandingkan obrolan standar. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas komputasi dan banyaknya token yang diproses dalam tugas multilangkah. Pengguna disarankan untuk memantau batas penggunaan mereka melalui menu pengaturan secara berkala.
5. Tidak luput dari berbagai risiko keamanan

Pemberian izin akses folder kepada AI tentu membawa risiko keamanan yang cukup serius. Claude secara teori bisa menghapus file lokal secara permanen jika menerima instruksi yang salah. Pengguna harus memberikan panduan yang sangat jelas dan tidak ambigu untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan.
Pengguna juga wajib waspada akan ancaman siber seperti serangan prompt injection. Penyerang bisa menyisipkan perintah jahat tersembunyi di situs web yang dibaca oleh AI untuk memanipulasi tindakannya. Serangan ini berpotensi membuat agen melakukan hal berbahaya seperti membocorkan data pribadi.
Anthropic sendiri telah membangun sistem pertahanan berlapis untuk meminimalkan risiko serangan tersebut. Mereka menggunakan reinforcement learning dan klasifikasi konten untuk mendeteksi instruksi mencurigakan. Namun, pihak perusahaan mengakui bahwa risiko serangan semacam ini tidak akan pernah seratus persen dapat dicegah.
Pengguna disarankan untuk menerapkan praktik keamanan ketat saat menggunakan Cowork. Sebaiknya buat folder kerja khusus dan jangan berikan akses ke file sensitif seperti dokumen finansial. Batasi juga akses internet AI hanya ke situs-situs terpercaya jika menggunakan ekstensi Chrome. Setelah mengetahui Anthropic rilis Claude Cowork, apakah kamu tertarik menggunakannya sebagai rekan kerjamu?

















