Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa itu Qi Wireless Charging dan Bagaimana Cara Kerjanya

pontus-wellgraf-IICssDs7SNk-unsplash.jpg
ilustrasi wireless charging (Unsplsh/Pontus wellgraf)
Intinya sih...
  • Qi wireless charging adalah standar pengisian daya nirkabel yang menggunakan induksi magnetik untuk mengisi daya perangkat tanpa kabel.
  • Cara kerja Qi wireless charging melibatkan dua kumparan induksi, satu di pad pengisi daya dan satu lagi di perangkat yang mendukung wireless charging.
  • Kekurangan Qi wireless charging terletak pada posisi perangkat yang harus pas agar arus dayanya benar-benar mengalir, namun banyak brand HP memilih Qi karena ekosistemnya sudah mulai terlebih dahulu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Wireless charging merupakan cara mengisi daya perangkat seperti HP tanpa perlu mencolokkan kabel, karena daya dikirim lewat teknologi induksi magnetik. Intinya, pad pengisi daya yang terhubung ke sumber listrik bertindak sebagai pemancar dan menghasilkan medan magnet yang berosilasi, lalu HP sebagai penerima menangkap energi tersebut melalui kumparan khusus di dalam bodinya untuk kemudian diubah menjadi arus dan disimpan ke baterai. Nah, salah satu kata yang sering dikaitkan dengan wireless charging adalah Qi. Lantas apa itu Qi wireless charging? Bagaimana cara kerjanya?

1. Apa itu Qi wireless charging

Pada dasarnya, semua teknologi wireless charging bekerja dengan prinsip yang tak jauh berbeda, tetapi ada dua pendekatan utama yang sering bersaing yaitu pengisian berbasis induksi magnetik dan resonansi magnetik. Nah, Qi sendiri merupakan standar wireless charging yang pertama kali diperkenalkan pada 2010 dan sejak awal mengusung metode induktif untuk mengisi daya perangkat tanpa kabe. Selain membagi dukungan charger ke beberapa tingkat daya, Qi juga menetapkan cara perangkat dan pad pengisi daya saling berkomunikasi agar proses pengisian tetap aman, stabil, dan efisien.

2. Cara kerja Qi wireless charging bekerja

nathan-waters-QkKgVN2UTUE-unsplash.jpg
ilustrasi wireless charging (Unsplsh/Nathan Waters)

Cara kerja Qi wireless charging memang rumit di balik layar, tapi prinsipnya mudah. Ada dua kumparan induksi (lilitan kabel tembaga), satu di pad pengisi daya, satu lagi di perangkat yang mendukung wireless charging. Ketika perangkat diletakkan di atas pad pengisi daya, kedua kumparan tersebut bekerja bersama layaknya trafo sementara di mana pad membangkitkan medan elektromagnetik, lalu medan ini memicu arus listrik pada kumparan di perangkat. Arus itu kemudian dialirkan ke baterai, sehingga baterai bisa terisi seperti ketika pengguna mengisi daya menggunakan kabel.

3. Kekurangan Qi wireless charging

Kelemahan terbesar pad pengisi daya induktif adalah posisi perangkat harus pas. Pada perangkat yang menggunakan standar Qi, perangkat umumnya harus diletakkan cukup presisi agar arus dayanya benar-benar mengalir. Beberapa produsen mengakalinya dengan menanam beberapa kumparan dalam satu pad pengisi daya, namun perangkat tetap harus “ketemu” dengan salah satu kumparan tersebut. Jika meleset sedikit saja, proses pengisian daya tidak akan berjalan. Untungnya, pad pengisi daya biasanya menyediakan tanda/garis panduan untuk membantu menaruh perangkat di posisi yang tepat.

4. Mengapa kebanyakan brand HP memilih Qi sebagai standar

georgi-dyulgerov-1Y579--3k5M-unsplash.jpg
ilustrasi wireless charging (Unsplsh/Georgi Dyulgerov)

Brand HP banyak menjatuhkan pilihan ke standar Qi karena ekosistemnya sudah mulai terlebih dahulu. Sejak dipublikasikan pada 2010, para pembuat chip sudah bisa menyiapkan komponen siap pakai yang memudahkan pabrikan HP dan produsen pad pengisi daya untuk mengadopsinya tanpa biaya riset yang besar. Selain itu, pendekatan induktif yang digunakan Qi cenderung lebih efisien dan butuh komponen lebih kecil dibanding teknologi lainnya sehingga desain charger bisa lebih ringkas.

5. Apple telat mengadopsi Qi wireless charging

Sejumlah brand HP Android sudah mengadopsi standar Qi sejak sekitar 2012, namun Apple baru resmi bergabung dengan Wireless Power Consortium (WPC), lembaga di balik standar Qi, pada 2017, bertepatan dengan perilisan iPhone 8. Menariknya, jauh sebelum itu, Apple Watch sebenarnya sudah menggunakan teknologi serupa berbasis Qi, hanya saja Apple memodifikasinya sampai-sampai smartwatch tersebut tidak kompatibel dengan kebanyakan pad pengisi daya Qi. Mulai iPhone 8 dan iPhone X, Apple akhirnya meninggalkan versi modifikasi itu dan beralih ke Qi.

Itulah tadi ulasan mengenai apa itu Qi wireless charging dan bagaimana cara kerjanya. Saat ini, Qi sudah berada di versi Qi2 25W yang sesuai namanya, mendukung pengisian daya nirkabel hingga 25W.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More

Fitur Tersembunyi yang Tidak Diketahui Banyak Pemain PS4

24 Jan 2026, 07:25 WIBTech