ilustrasi Piala Dunia (unsplash.com/Victoria Prymak)
Salah satu pembaruan terbesar pada teknologi offside Piala Dunia 2026 adalah penggunaan avatar 3D berbasis AI untuk setiap pemain. Sebelum turnamen dimulai, seluruh pemain akan menjalani proses pemindaian tubuh saat sesi foto resmi tim. Pemindaian yang hanya memakan waktu sekitar 1 detik tersebut mampu menangkap berbagai detail fisik pemain, mulai dari tinggi badan, bentuk tubuh, hingga proporsi anggota tubuh secara akurat.
Data hasil pemindaian kemudian digunakan membuat model digital tiga dimensi yang menyerupai pemain aslinya. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang menggunakan model generik dengan ukuran tubuh seragam, avatar personal memungkinkan AI melakukan pelacakan posisi pemain dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Teknologi ini sangat berguna dalam situasi offside yang selisihnya hanya beberapa sentimeter karena sistem dapat menghitung posisi bagian tubuh yang relevan dengan lebih akurat. Selain membantu wasit, avatar 3D juga akan digunakan dalam tayangan ulang pertandingan agar penonton dapat melihat visualisasi offside yang lebih realistis dan mudah dipahami.