Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Kerja AI Wasit Piala Dunia 2026, Bantu Deteksi Offside
ilustrasi Piala Dunia (unsplash.com/Waldemar Brandt)
  • Piala Dunia 2026 akan memakai teknologi AI canggih berbasis SAOT untuk bantu wasit mendeteksi offside secara cepat dan akurat.

  • Setiap pemain dipindai untuk membuat avatar 3D personal, memungkinkan sistem melacak posisi tubuh dengan presisi tinggi dan menampilkan visualisasi offside yang lebih realistis.

  • Meski AI berperan besar, keputusan akhir tetap di tangan wasit dan VAR, terutama pada situasi offside tipis atau kompleks.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Piala Dunia 2026 menghadirkan berbagai inovasi teknologi untuk mendukung jalannya pertandingan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu wasit mengambil keputusan dengan lebih cepat dan akurat.

Cara kerja AI wasit Piala Dunia 2026 didukung oleh puluhan kamera khusus, analisis ribuan titik data pemain, serta model 3D yang membantu sistem mengenali posisi pemain dengan lebih presisi. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai bagaimana teknologi ini bekerja!

1. Cara kerja AI wasit Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu wasit mengambil keputusan offside dengan lebih cepat dan akurat. Sistem yang digunakan merupakan pengembangan dari Semi-Automated Offside Technology (SAOT) yang sebelumnya sudah diterapkan pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Teknologi ini bekerja dengan mengandalkan puluhan kamera berkecepatan tinggi yang dipasang di berbagai sudut stadion untuk memantau posisi bola dan seluruh pemain secara real-time selama pertandingan berlangsung.

Data yang dikumpulkan kamera kemudian diproses oleh AI untuk menentukan dua hal penting dalam penilaian offside, yaitu momen saat bola diumpankan (kick-point) dan posisi relatif antara pemain penyerang dengan pemain bertahan. Jika sistem mendeteksi seorang pemain berada dalam posisi offside yang jelas, asisten wasit akan menerima peringatan audio melalui earpiece hanya dalam hitungan milidetik.

Dengan adanya notifikasi otomatis ini, hakim garis tidak perlu lagi menunggu serangan selesai sebelum mengambil keputusan. Dengan demikian, permainan bisa berjalan lebih lancar dan risiko cedera akibat situasi offside yang terlambat dihentikan dapat dikurangi.

2. Avatar 3D AI bikin keputusan offside lebih akurat

ilustrasi Piala Dunia (unsplash.com/Victoria Prymak)

Salah satu pembaruan terbesar pada teknologi offside Piala Dunia 2026 adalah penggunaan avatar 3D berbasis AI untuk setiap pemain. Sebelum turnamen dimulai, seluruh pemain akan menjalani proses pemindaian tubuh saat sesi foto resmi tim. Pemindaian yang hanya memakan waktu sekitar 1 detik tersebut mampu menangkap berbagai detail fisik pemain, mulai dari tinggi badan, bentuk tubuh, hingga proporsi anggota tubuh secara akurat.

Data hasil pemindaian kemudian digunakan membuat model digital tiga dimensi yang menyerupai pemain aslinya. Berbeda dengan sistem sebelumnya yang menggunakan model generik dengan ukuran tubuh seragam, avatar personal memungkinkan AI melakukan pelacakan posisi pemain dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.

Teknologi ini sangat berguna dalam situasi offside yang selisihnya hanya beberapa sentimeter karena sistem dapat menghitung posisi bagian tubuh yang relevan dengan lebih akurat. Selain membantu wasit, avatar 3D juga akan digunakan dalam tayangan ulang pertandingan agar penonton dapat melihat visualisasi offside yang lebih realistis dan mudah dipahami.

3. Tidak semua keputusan diserahkan ke AI

Meskipun AI memiliki peran yang makin besar, keputusan akhir dalam pertandingan tetap tidak sepenuhnya diserahkan kepada teknologi. Sistem terbaru ini dirancang untuk membantu mendeteksi offside yang jelas dengan cepat, terutama ketika pemain berada lebih dari 10 sentimeter dalam posisi offside. Dalam kasus seperti ini, AI dapat mengirimkan peringatan secara otomatis kepada asisten wasit sehingga keputusan bisa diambil tanpa perlu menunggu proses pemeriksaan yang panjang.

Namun, untuk situasi yang lebih kompleks, seperti offside yang sangat tipis (marginal offside) atau kondisi yang melibatkan banyak pemain sekaligus, peran VAR tetap dibutuhkan. Rekaman pertandingan akan ditinjau ulang untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar akurat. Selain itu, asisten wasit di lapangan juga masih memiliki wewenang untuk tidak langsung mengikuti rekomendasi sistem apabila merasa terdapat potensi kesalahan dalam analisis AI.

Itulah penjelasan mengenai cara kerja AI wasit Piala Dunia 2026 yang memanfaatkan berbagai teknologi canggih untuk mendukung tugas wasit. Dengan sistem ini, keputusan di lapangan pun diharapkan semakin akurat.

FAQ seputar cara kerja AI wasit Piala Dunia 2026

Bagaimana AI mendeteksi offside?

Sistem menggunakan puluhan kamera di stadion untuk melacak posisi bola dan pemain, lalu menganalisis data tersebut untuk menentukan apakah terjadi offside.

Apakah AI bisa menggantikan wasit sepenuhnya?

Tidak. AI hanya berfungsi sebagai alat bantu. Keputusan akhir tetap berada di tangan wasit dan asisten wasit di lapangan.

Apa fungsi avatar 3D pemain dalam sistem baru ini?

Avatar 3D digunakan untuk merepresentasikan bentuk tubuh setiap pemain secara akurat sehingga perhitungan posisi offside menjadi lebih presisi.

Editorial Team

Related Article