Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Teknologi AI di Piala Dunia 2026, Secanggih Apa?

4 Teknologi AI di Piala Dunia 2026, Secanggih Apa?
ilustrasi piala dunia (unsplash.com/Teo Zac)
Intinya Sih

  • Piala Dunia 2026 menghadirkan empat teknologi AI utama: SAOT, Smart Match Ball, 3D Player Avatars, dan robot keamanan.

  • SAOT dan Smart Match Ball memanfaatkan sensor serta kamera berkecepatan tinggi guna membantu VAR mengambil keputusan offside dan insiden penting.

  • AI-enabled 3D Player Avatars serta robot keamanan berbasis AI digunakan untuk pelacakan pemain yang lebih detail sekaligus memperkuat sistem pengawasan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pada Piala Dunia FIFA 2026, kecerdasan buatan (AI) akan memainkan peran yang lebih besar dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Teknologi ini tidak hanya digunakan untuk membantu wasit mengambil keputusan lebih akurat, tetapi juga mendukung analisis pertandingan, meningkatkan pengalaman penonton, hingga memperkuat sistem keamanan di sekitar stadion.

Ada beberapa teknologi AI di Piala Dunia 2026 yang menjadi sorotan, mulai dari Semi-Automated Offside Technology (SAOT), Smart Match Ball, AI-enabled 3D player avatars, hingga robot keamanan berbasis AI. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan membuat pertandingan berjalan lebih adil dan efisien. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Table of Content

1. Semi-Automated Offside Technology (SAOT)

1. Semi-Automated Offside Technology (SAOT)

Salah satu teknologi AI yang menjadi sorotan di Piala Dunia 2026 adalah Semi-Automated Offside Technology (SAOT). Teknologi ini dirancang untuk membantu wasit dan Video Assistant Referee (VAR) dalam mengambil keputusan offside dengan lebih cepat dan akurat. Sistem ini bekerja menggunakan AI yang dapat melacak posisi pemain dan bola secara otomatis selama pertandingan berlangsung.

SAOT memanfaatkan 12 kamera khusus yang dipasang di sekitar stadion untuk memantau pergerakan bola dan pemain secara real-time. Kamera tersebut mampu melacak hingga 29 titik data pada tubuh setiap pemain, termasuk kepala, tangan, kaki, dan bagian tubuh lain yang relevan dalam penentuan offside. Data tersebut dikumpulkan hingga 50 kali per detik sehingga posisi pemain dapat diketahui dengan sangat presisi.

Teknologi ini akan mengirimkan peringatan otomatis kepada VAR ketika terdeteksi adanya potensi offside. Meski begitu, keputusan akhir tetap akan diverifikasi oleh petugas VAR sebelum disampaikan kepada wasit di lapangan. Dengan bantuan AI, proses yang sebelumnya memerlukan penggambaran garis secara manual kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik sehingga keputusan offside menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan bagi pemain maupun penonton.

2. Smart Match Ball

Teknologi AI di Piala Dunia 2026
ilustrasi Trionda, bola Piala Dunia 2026 (commons.wikimedia.org/ProtoplasmaKid)

Piala Dunia 2026 juga menggunakan bola pintar atau Smart Match Ball bernama Trionda yang dikembangkan oleh Adidas. Bola ini dibekali sensor canggih bernama Inertial Measurement Unit (IMU) yang ditanam di bagian tengah bola. Sensor tersebut mampu mengirimkan data pergerakan bola secara real-time kepada sistem pertandingan dan VAR.

Teknologi tersebut juga dapat mendeteksi momen yang sangat presisi saat bola ditendang, disentuh, atau mengalami perubahan arah. Sensor di dalam bola mampu mengirimkan data hingga 500 kali per detik sehingga setiap pergerakan bola dapat direkam secara detail dalam ruang tiga dimensi. Informasi ini sangat penting untuk membantu menentukan titik umpan saat terjadi situasi offside yang sangat tipis.

Kehadiran Smart Match Ball membuat keputusan wasit menjadi lebih akurat karena didukung oleh data objektif. Selain membantu dalam penentuan offside, teknologi ini juga dapat digunakan untuk meninjau insiden handball, sentuhan terakhir sebelum bola keluar lapangan, hingga berbagai kejadian penting lainnya. Dengan kombinasi AI dan sensor pintar, pertandingan dapat berlangsung lebih adil dan minim kontroversi.

3. AI-Enabled 3D Player Avatars

Teknologi AI lainnya yang hadir di Piala Dunia 2026 adalah AI-enabled 3D Player Avatars. Teknologi ini memungkinkan setiap pemain dibuatkan model digital tiga dimensi yang sangat detail melalui proses pemindaian tubuh sebelum turnamen berlangsung. Hasil pemindaian tersebut digunakan untuk meningkatkan akurasi sistem pelacakan pemain selama pertandingan.

Setiap proses pemindaian hanya membutuhkan waktu sekitar 1 detik, tetapi mampu menangkap ukuran dan bentuk tubuh pemain secara presisi. Data tersebut kemudian diolah oleh sistem AI sehingga pergerakan pemain tetap dapat dipantau dengan baik, bahkan ketika tertutup pemain lain atau bergerak dengan kecepatan tinggi. Hal ini membuat sistem offside semi-otomatis dapat bekerja lebih akurat dibandingkan sebelumnya.

Selain membantu perangkat pertandingan, teknologi ini juga akan meningkatkan pengalaman menonton bagi penggemar sepak bola. Ketika terjadi keputusan offside, data yang digunakan VAR akan ditampilkan dalam bentuk animasi 3D yang memperlihatkan posisi pemain secara jelas. Visualisasi tersebut membuat penonton lebih mudah memahami alasan di balik keputusan wasit, baik yang berada di stadion maupun yang menyaksikan dari rumah.

4. Robot keamanan berbasis AI

Tidak hanya digunakan untuk membantu pertandingan, teknologi AI juga berperan dalam aspek keamanan selama Piala Dunia 2026. Beberapa kota tuan rumah akan memanfaatkan robot keamanan berbentuk anjing berkaki empat yang dapat membantu petugas dalam melakukan patroli dan pengawasan area stadion.

Robot ini dilengkapi berbagai sensor, kamera, dan sistem kecerdasan buatan yang memungkinkan mereka menjelajahi area yang berpotensi berbahaya tanpa membahayakan petugas keamanan. Robot dapat mengirimkan video secara langsung ke pusat komando sehingga petugas dapat memantau situasi sebelum mengambil tindakan. Teknologi ini juga berguna untuk memeriksa benda mencurigakan atau area yang sulit dijangkau manusia. Penggunaan robot keamanan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan selama turnamen yang berlangsung di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Itulah ulasan mengenai teknologi AI di Piala Dunia 2026 yang diperkirakan akan menjadi sorotan sepanjang turnamen. Dari bola pintar hingga robot keamanan, semuanya hadir untuk mendukung jalannya kompetisi yang lebih aman, adil, dan modern. Nah, untuk informasi lain mengenai Piala Dunia 2026 bisa cek pada laman Soccertime IDN Times!

FAQ seputar teknologi AI di Piala Dunia 2026

Apa saja teknologi AI yang digunakan di Piala Dunia 2026?

Piala Dunia 2026 akan memanfaatkan beberapa teknologi AI, seperti Semi-Automated Offside Technology (SAOT), Smart Match Ball, AI-enabled 3D player avatars, dan robot keamanan berbasis AI.

Bagaimana Smart Match Ball membantu jalannya pertandingan?

Smart Match Ball memiliki sensor yang dapat mendeteksi sentuhan dan pergerakan bola secara real-time untuk membantu keputusan VAR terkait offside, handball, dan insiden lainnya.

Apa fungsi Semi-Automated Offside Technology (SAOT)?

SAOT membantu wasit dan VAR mendeteksi posisi offside dengan lebih cepat dan akurat melalui kamera pelacak, sensor bola, dan kecerdasan buatan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More