Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Fitur Terbaik Apple Maps yang Belum Ada di Google Maps

3 min read
4 Fitur Terbaik Apple Maps yang Belum Ada di Google Maps
ilustrasi Apple Maps (dok. Apple)
  • Apple Maps memungkinkan rute pendakian offline yang lebih spesifik, lengkap dengan topografi, perubahan elevasi, dan panduan belokan demi belokan di area tanpa sinyal.
  • Instruksi navigasi Apple Maps memakai penanda jalan kontekstual, sementara Apple Watch membedakan arah belok lewat pola getaran haptic agar pengguna tak terus melihat layar.
  • Apple Maps terintegrasi dengan ekosistem Apple melalui Dynamic Island, lock screen, dan pembaruan petunjuk langsung, sehingga perpindahan aplikasi serta pemantauan rute terasa lebih mulus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Google Maps memang masih menjadi aplikasi navigasi yang paling banyak digunakan berkat cakupan data, Street View dan ketersediaannya di berbagai platform. Namun, Apple Maps sebagai kompetitor terus berkembang dan kini menawarkan sejumlah fitur yang membuat pengalaman berkendara, berjalan kaki, maupun mendaki terasa lebih sempurna. Beberapa keunggulannya bahkan tidak sekadar berkaitan dengan akurasi rute, tapi juga cara aplikasi menyampaikan petunjuk, bekerja tanpa koneksi internet dan terintegrasi dengan perangkat Apple. Berikut beberapa fitur terbaik Apple Maps yang hingga kini belum dimiliki Google Maps.

  1. 1. Rute offline yang lebih detail untuk pendakian

    Apple-Maps-update-hero-lp.jpg.landing-big_2x.jpg
    ilustrasi fitur Apple Maps (dok. Apple)

    Google Maps memungkinkan pengguna mengunduh peta agar tetap bisa digunakan tanpa koneksi internet. Namun, metode tersebut biasanya mengharuskan pengguna memilih area berbentuk persegi panjang yang mencakup wilayah cukup luas. Cara ini memang memadai untuk perjalanan menggunakan kendaraan di dalam kota, namun kurang ideal ketika digunakan untuk mendaki atau menjelajahi kawasan terpencil. Pendaki sering kali membutuhkan jalur yang lebih spesifik, termasuk perubahan ketinggian dan trek yang akan dilewati. Nah, Apple Maps menawarkan pendekatan yang lebih terarah dengan memungkinkan pengguna membuat dan menyimpan rute khusus dari satu titik ke titik lainnya. Rute tersebut bisa mencakup informasi topografi dan perubahan elevasi, lalu digunakan untuk memperoleh panduan belokan demi belokan meski HP berada di area tanpa sinyal.

  2. 2. Petunjuk navigasi dengan arahan yang lebih kontekstual

    Petunjuk navigasi yang menggunakan ukuran jarak seperti “belok dalam 800 kaki” atau “belok setelah 2 km” tidak selalu mudah dipahami, terutama ketika pengemudi berada di lingkungan yang belum dikenal. Artinya, pengguna harus terus mencocokkan angka tersebut dengan kondisi jalan sembari memperhatikan lalu lintas. Sebagai solusi, Apple Maps mencoba membuat instruksi terdengar lebih seperti arahan dari manusia. Alih-alih hanya menyebutkan jarak, Apple Maps bisa menggunakan penanda yang lebih kontekstual, misalnya meminta pengguna melewati lampu lalu lintas tertentu sebelum berbelok di rambu berhenti berikutnya. Pendekatan ini membantu pengguna mengenali lokasi berdasarkan ciri nyata di jalan, alih-alih sekadar menghitung jarak. Hasilnya, navigasi jadi lebih intuitif dan bisa mengurangi kebutuhan untuk terus-menerus melihat layar HP ketika berkendara.

  3. 3. Panduan arah melalui getaran di perangkat wearable

    google_maps_for_apple_watch.jpg
    ilustrasi fitur Apple Maps (dok. Apple)

    Navigasi melalui smartwatch seharusnya membantu pengguna mengurangi ketergantungan pada layar HP. Namun, Google Maps pada perangkat wearable hanya memberikan getaran umum ketika pengguna mendekati persimpangan sehingga pengguna tetap perlu mengangkat pergelangan tangan untuk memastikan apakah harus berbelok ke kiri atau kanan. Menariknya, Apple Maps menawarkan fitur haptic feedback yang lebih informatif melalui teknologi Taptic Engine pada Apple Watch. Pola getaran tertentu digunakan untuk membedakan arah seperti belokan ke kiri disampaikan melalui tiga rangkaian tap ganda, sedangkan belokan ke kanan disampaikan via rangkaian 12 tap cepat. Ketika pengguna tiba di tujuan, Apple Watch akan memberikan satu getaran panjang. Setelah terbiasa menghafalkan polanya, pengguna bisa mengikuti rute tanpa harus melihat peta kecil di smartwatch mereka.

  4. 4. Integrasi sempurna dengan ekosistem Apple

    Salah satu keunggulan utama Apple Maps adalah integrasinya yang sempurna dengan ekosistem Apple. Contoh, ketika pengguna memulai navigasi lalu berpindah ke aplikasi lain, petunjuk arah tetap bisa ditampilkan melalui Dynamic Island pada beberapa iPhone tertentu. Lalu, informasi seperti arah belokan berikutnya terus diperbarui tanpa harus membuka kembali Apple Maps. Integrasi serupa juga terlihat pada lock screen yang bisa menampilkan peta dan instruksi navigasi dengan lebih terlihat dibandingkan notifikasi biasa. Dengan fakta bahwa Apple mengembangkan iPhone sekaligus sistem operasinya, Apple Maps terasa seperti bagian inti dari iPhone itu sendiri, alih-alih sekadar aplikasi tambahan. Hal ini membuat proses berpindah aplikasi, memeriksa rute dan mengikuti perjalanan menjadi lebih mulus.

    Demikian tadi ulasan mengenai beberapa fitur terbaik Apple Maps yang sampai sekarang belum dimiliki Google Maps. Tertarik menggunakan Apple Maps?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More