Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi simbol search di Google
ilustrasi simbol search di Google (pixabay.com/Pixabay)

Intinya sih...

  • Google Trends kini menggunakan Gemini AI untuk membandingkan tren pencarian secara otomatis dan mendalam.

  • Gemini AI membuat proses eksplorasi tren lebih ringkas, dengan tampilan baru yang segar dan fungsional.

  • Pengguna dapat membandingkan lebih banyak istilah dan tren yang sedang naik, serta merupakan bagian dari strategi besar Google dalam mengimplementasikan Gemini AI ke layanan intinya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Google kembali mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke salah satu layanan andalannya. Pada Rabu (14/1/2026), Google resmi mengumumkan pembaruan halaman Explore atau Jelajahi Tren di Google Trends. Melalui pembaruan ini, Google menghadirkan kemampuan berbasis Gemini AI yang memungkinkan pengguna membandingkan tren pencarian secara otomatis dan lebih mendalam.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui blog resmi Google dan mulai diluncurkan untuk pengguna desktop sejak hari yang sama. Kehadiran Gemini AI di Google Trends menandai langkah lanjutan Google dalam menyederhanakan proses analisis data pencarian, terutama bagi kreator konten, jurnalis, peneliti, hingga pelaku bisnis digital. Berikut sejumlah pembaruan yang dihadirkan Google.

1. Google Trends makin pintar dengan bantuan Gemini AI

tampilan terbaru Jelajahi di Google Trends dengan Gemini AI (google.com)

Selama ini, Google Trends dikenal sebagai alat penting untuk memantau minat pencarian suatu topik dari waktu ke waktu, berdasarkan wilayah, kategori, hingga rentang waktu tertentu. Namun, proses eksplorasi tren sering kali masih memerlukan banyak langkah manual, mulai dari memilih kata kunci, membandingkan istilah, hingga menafsirkan hubungan antar tren. Berkat integrasi Gemini AI, proses tersebut kini menjadi jauh lebih ringkas, karena AI bisa langsung menganalisis tren secara cerdas.

Gemini AI akan secara otomatis mengidentifikasi, mengelompokkan, dan membandingkan tren pencarian yang relevan dengan topik yang sedang dieksplorasi pengguna. Pengguna tak perlu lagi menebak-nebak istilah apa yang layak dibandingkan atau berpotensi sedang naik daun. Google menyebut pengalaman baru ini dirancang untuk menghemat waktu riset sekaligus membantu pengguna menemukan keterkaitan tren yang sebelumnya mungkin terlewatkan.

2. Tampilan baru halaman Jelajahi Google Trends dengan panel samping berbasis Gemini AI

tampilan Google Trends terbaru dengan panel berbasis Gemini AI (google.com)

Salah satu perubahan paling mencolok ada pada tampilan halaman Jelajahi yang kini hadir dengan desain lebih segar dan fungsional. Google menambahkan panel samping berbasis Gemini AI, yang secara otomatis menampilkan tren-tren relevan sesuai bidang minat pengguna. Fitur ini juga memberikan saran pertanyaan lanjutan yang bisa diklik untuk memperdalam eksplorasi tren, sehingga pengguna dapat menggali sudut pandang baru dari satu topik tanpa harus menyusun kueri secara manual.

Dari sisi visual, Google juga memperbarui elemen grafis dengan ikon serta warna berbeda untuk setiap istilah pencarian. Tujuannya sederhana, memudahkan pengguna membaca grafik dan mencocokkan garis tren dengan kata kunci yang dibandingkan. Lewat tampilan baru ini, pengguna dapat dengan cepat menangkap pola tren sekaligus menyesuaikan fokus analisis sesuai kebutuhan. Fleksibilitas dan kemudahan visualisasi membuat proses eksplorasi tren menjadi lebih intuitif dan efisien.

3. Bisa bandingkan lebih banyak istilah dan tren yang sedang naik

ilustrasi fitur pencarian Google di smartphone (pixabay.com/AS_Fotografi)

Pembaruan ini juga membawa peningkatan dari sisi kapasitas. Google kini memungkinkan pengguna membandingkan lebih banyak istilah pencarian sekaligus, hingga delapan kata kunci dalam satu grafik. Selain itu, jumlah kueri yang sedang naik daun pada setiap garis waktu juga digandakan, sehingga gambaran tren terasa lebih komprehensif.

Sebagai contoh, Google menampilkan studi kasus tren ras anjing dalam unggahan blog-nya. Melalui bantuan Gemini AI, grafik secara otomatis diisi dengan istilah seperti golden retriever, beagle, hingga ras populer lainnya. Gemini AI juga menyarankan topik lanjutan seperti “ras anjing hipoalergenik” atau “ras anjing besar” untuk memperluas analisis.

Pengguna tetap memiliki kendali penuh atas data yang ditampilkan. Setiap istilah bisa diedit secara manual, dan filter seperti negara, periode waktu, hingga properti penelusuran (web, gambar, berita, YouTube) masih tersedia untuk penyesuaian lebih lanjut. Dengan fleksibilitas ini, pengguna dapat menyesuaikan analisis tren sesuai kebutuhan riset atau strategi konten yang sedang dijalankan.

4. Bagian dari strategi besar Google soal Gemini AI

ilustrasi tampilan pencarian Google (piaxabay.com/Firmbee)

Integrasi Gemini AI ke Google Trends bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Dalam beberapa waktu terakhir, Google secara agresif menanamkan AI generatif ini ke berbagai layanan intinya, mulai dari Google Search, Gmail, Google Maps, hingga Google Docs. Langkah ini menegaskan ambisi Google menjadikan Gemini AI sebagai tulang punggung pengalaman digital penggunanya. Bagi pengguna Google Trends, pembaruan ini jelas membawa keuntungan besar, terutama dalam memahami dinamika pencarian publik secara cepat dan kontekstual.

Kehadiran Gemini AI di Google Trends mengubah alat ini menjadi asisten cerdas yang membantu pengguna menelusuri cerita di balik tren, mengikuti topik yang sedang ramai, dan menjelajahi informasi dengan lebih mudah. Pembaruan ini membuat proses analisis tren menjadi lebih cepat dan intuitif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team